JAKARTA – Media SMS (short massage service) atau pesan singkat tak luput dari incaran para simpatisan maupun kader partai untuk berkampanye. Begitupun yang dilakukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Melalui pesan singkat, para kader PKS menyebarkan ajakan untuk memilih partai berlambang Sabit Kembar itu.
“Ketika rakyat butuh harapan, PKS memberikannya. Ketika rakyat butuh keteladanan, PKS justru tumbuh dari keteledananan. Ketika rakyat butuh perhatian dan pertolongan, PKS maju pertama dalam kepeduliannya. Ketika rakyat butuh prestasi, kader PKS Anton Apriantono buktikan dengan swasembada beras setelah 24 tahun impor beras.”
Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Triwisaksana, mengaku tidak tahu dengan beredarnya pesan singkat itu.
PKS DKI, menurutnya, hanya memprogramkan kampanye tatap muka dengan masyarakat, dan tidak memilih media pesan singkat sebagai alternatif berkampanye.
“Bukan program partai. Partai hanya memprogramkan tatap muka dan dialog. Partai tidak melakukan itu,” terangnya.
SMS itu, lanjut Triwisaksana yang juga caleg DPR PKS daerah pemilihan Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan luar negeri itu, merupakan inisiatif simpatisan yang sifatnya perorangan. (fit)
http://pemilu.okezone.com/read/2009/04/01/267/206703/sms-kampanye-pks-bukan-program-partai
————————————————–
INGIN DIPILIHKAN…!
Mana bukti BERSIH, PEDULI PROPESIONAL. Jangan Cuci Tangan. Coba cek kader dan pendukungnya. Jangan ASOBIYYAH. PKS bukan agama. Dan tak kan dibawa mati.




Wah, penulis ini sepertinya kurang sreg sama PKS, sampai2 masalah sms pun diprotes. Tapi memang sih, kalau dicermati ada sesuatu yang tidak lazim di PKS sebagai partai berazaz Islam.
terimakasih, salam kenal….
Asmar Abdullah :
Wah, penulis ini sepertinya kurang sreg sama PKS, sampai2 masalah sms pun diprotes. Tapi memang sih, kalau dicermati ada sesuatu yang tidak lazim di PKS sebagai partai berazaz Islam.
terimakasih, salam kenal….
Muhammad Rachmat :
MAS asmar saya pernah jadi simpatisan PKS lho. Bahkan didaulat untuk jadi Kader PKS. Tapi saya mah ingin obyektif saja. Termasuk melihat partai politik yang khususnya ada di Indonesia. Saya tidak ingin asobiyyah. kmarin ada ada teman ngobrol dengan saya ia bilang ” Memang saya aktif di PKS (ia dikepanduan PKS) tapi jika ada hal yang tidak sesuai aturan tetap saya kritis.