KEMUSTAHILAN KETUHANAN YESUS !!!
Alkitab mencatat beberapa kemustahilan berkaitan… dengan dugaan ketuhanan Yesus, misalnya, Yesus sujud menyembah kepada Allah (Matius 26:39 dan Markus 14:35-36). Selain itu, ketika disalib, Yesus berteriak memohon pertolongan kepada Allah (Matius 27:46 dan Markus 15:34, teks ini sebenarnya dikarang dari Mazm…ur 22:2-6). Yesus juga tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat (Markus 13:31-32). Bahkan, Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah (Matius 6:9-13). Tindakan/sifat2 Yesus tersebut, sangat mustahil dimiliki oleh Tuhan, tetapi tindakan/sifat2 tersebut hanya mungkin dimiliki oleh makhluk2-Nya yang sudah semestinya menjadi hamba2-Nya.
Catatan2 Alkitab di atas, jelas2 membantah ketuhanan Yesus. Tetapi mengapa umat Kristen bersikukuh menuhankan Yesus? Jawabannya terletak pada “doktrin gereja” yang sudah ditanamkan kepada setiap individu Kristen semenjak ia masih kanak2. Umat Kristen, pada dasarnya tidak benar2 memahami isi Alkitab yang sebenarnya. Mereka lebih mendasarkan diri pada apa yang gereja katakan tentang Yesus, bukan berdasarkan pada apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang Yesus. Di sinilah penyebab kesalahpahaman umat Kristen tentang pribadi Yesus.
Lebih jauh, hampir semua orang yang mendengar cerita penyaliban ketika itu, beranggapan bahwa yang disalib itu adalah Yesus, oleh karena rupa orang tersebut benar2 mirip dengan Yesus. Hal ini dimanfaatkan oleh para sastrawan dari Yunani dan Romawi (dimana bangsa Romawi ketika itu menjajah Palestina) yang ingin mengabadikan cerita penyaliban itu, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber karangan mereka. Lebih jauh lagi, nama “injil” yang diklaim umat Kristen untuk menyebut karya sastrawan “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, justru baru muncul pada akhir abad ke-2 Masehi (“Salib di Bulan Sabit”, karya: DR. Jerald F. Dirks). Adapun Kitab Suci Injil yang diturunkan Allah kepada Yesus, sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di bawah ini, telah hilang dimusnahkan oleh tangan2 Bani Israel.
Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Lihat juga Matius 9:35; 11:1; 24:14; dan 26:13).
Markus 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, (Lihat juga Markus 1:15,38-39; 3:14; 8:35; 10:29; 13:10; 14:9; dan 16:15,20).
Lukas 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (Lihat juga Lukas 4:44; 8:1; 9:6; dan 20:1).
Jelasnya, nama “injil” yang diberikan kepada “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, BUKANLAH Kitab Suci Injil yang asli, yang diturunkan Allah kepada Yesus. Sedangkan Injil sebagaimana tersebut dalam ayat2 “injil” kanonik di atas, tentu saja Injil yang asli yang diturunkan Allah kepada Yesus. Pada waktu itu, sedikit sekali orang yang benar2 tahu dan mengerti tentang “Injil”. Barulah setelah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tabir kebohongan Perjanjian Baru itu sedikit demi sedikit semakin terbongkar.
10 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Februari 2011 (45)
- Januari 2011 (26)
- Mei 2009 (4)
- April 2009 (8)
- Januari 2009 (2)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (2)
- Oktober 2008 (4)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (1)
- Juni 2008 (2)
- April 2008 (3)
-
Kategori
- 19165487
- Agama
- Akhir zaman
- aktor
- Aqidah
- Artikel
- Artis
- Berita
- Bisnis
- budaya
- budidaya
- Cerita
- cerpen
- Cinta
- Curhat
- Demokrasi
- Ekonomi
- Film
- Filsafat
- Foto
- Gosip
- Indonesia
- Informasi
- Infotaiment
- Islam
- keluarga
- komputer
- lain-lain
- llain-lain
- maaf
- mama loren
- Manhaj
- Mentri
- misteri
- Obrolan
- Opini
- Pantun
- Partai
- Pendidikan
- Pertahanan
- Plitik
- Politik
- Puisi
- pustaka
- Rakyat
- ramalan
- Renungan
- Sasrta
- Sastra
- sejarah
- Seleb
- Seni
- Sensasi
- serba-sebi
- Sosial
- tekhnologi
- teknologi
- Tidak terkategori
- tulung agung
- Umum
- Woro-woro
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS













KEMUSTAHILAN KETUHANAN YESUS !!!
Alkitab mencatat beberapa kemustahilan berkaitan dengan dugaan ketuhanan Yesus, misalnya, Yesus sujud menyembah kepada Allah (Matius 26:39 dan Markus 14:35-36).
JAWAB :
* Matius 26:39
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.
* Markus 14:35-36
14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
14:36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”
Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah, atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
Yesus memberikan teladan bagi murid-muridNya, bahwa Yesus suka berdoa.
Pengajaran dan contoh yang konkrit agar kita selalu berdoa dan mengikuti kehendak Allah Yang Mahakuasa .
Bagi Yesus, tujuan tujuan perjalanan-nya (Yunaninya exodos; Luk 9:31) dicapai dengan cara mengajar, menyembuhkan orang-orang yang menderita, menjauhkan mereka dari kuasa yang jahat, mengajarkan kepada orang banyak siapa Yang Mahakuasa.
Dari kisah “Doa di Getsemani” itu, Yesus Kristus menjadi model yang realistis dari kepercayaan dan kasih dalam saat-saat yang penug penderitaan sebagai umat Kristiani.
Pertanyaannya; Yesus itu sendiri adalah Allah kok pakai berdoa segala?
Hal ini berkaitan dengan “kenosis” Yesus Kristus, bahwa Ia hadir ke bumi sebagai manusia seutuhnya. Dalam Alkitab ada banyak bukti yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia tetapi Alkitan juga mencatan banyak bukti yang membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Dan “ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan.
Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Manusia.
Doa Yesus di Getsemani juga sebagai persiapan Yesus untuk menghadapi siksa salib.
Perlu dipahami perendahan diri ‘kenosis’ Yesus Kristus. Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, dalam tubuh manusia, Yesus memiliki keterbatasan untuk sementara waktu.
* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Top
Profile
BP
Post subject:
PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:13 pm
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6860
Quote:
Selain itu, ketika disalib, Yesus berteriak memohon pertolongan kepada Allah (Matius 27:46 dan Markus 15:34, teks ini sebenarnya dikarang dari Mazmur 22:2-6).
JAWAB :
* Matius 27:46,
LAI TB, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
KJV, And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, περι δε την εννατην ωραν ανεβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι τουτ εστιν θεε μου θεε μου ινατι με εγκατελιπες
Translit, peri de tên hennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabakhthani tout estin thee mou thee mou hinati me egkatelipes
Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur :
* Mazmur 22:2
LAI TB, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
22:1 KJV, My God, my God, why hast thou forsaken me? why art thou so far from helping me, and from the words of my roaring?
Hebrew,
אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי רָחֹוק מִישׁוּעָתִי דִּבְרֵי שַׁאֲגָתִי׃
Translit, ‘ÊLÎ’ÊLÎ LÂMÂH ‘AZAVTÂNÎ RÂKHÔQ MÎSYÛ’ÂTÎ DIVRÊY SYA’AGÂTÎ
LXX, ο θεος ο θεος μου προσχες μοι ινα τι εγκατελιπες με μακραν απο της σωτηριας μου οι λογοι των παραπτωματων μου
Translit, ho theos ho theous mou proskhes moi hina egkatelines me makran apo tês sôtêrias mou hoi logoi tôn parantômatôn mou
Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan “Allah”. Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indo juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih…
“Eli, Eli, lama sabakhtani?” itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.
Hukuman dosa adalah keterpisahan.
Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.
Ini adalah perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini adalah kategori “ucapan penderitaan rohani”.
Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.
Sebaliknya, puncak dari kesakitan -Nya dan penderitaan-Nya adalah ketika Ia berkata, “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika “ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.” Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya–ditinggalkan Allah.
Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab kalau tidak demikian Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini adalah keharusan/ cawan pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai “kurban” atas dosa-dosa manusia.
Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah.
Top
Profile
BP
Post subject:
PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:18 pm
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6860
Quote:
Yesus juga tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat (Markus 13:31-32).
JAWAB :
*Markus 13:31-32
13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”
Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbedaan fungsi dan jabatan.
Hanya waktunya “hari itu” sajalah yang tidak pasti, karena terkunci di dalam rencana Bapa, sedemikian rupa sehingga sekalipun Anak, dalam batas-batas penjadian daging yang Ia terima dengan sukarela, tidak ikut memiliki rahasia itu. Penggunaan ungkapan “Anak” tanpa kata-kata lain ini menentang pandangan, bahwa Yesus tidak memungkin memandang diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah yang khas. Sebagai manusia, Yesus tidak tahu tentang “hari itu” namun sebagai Allah tentu saja Ia mengetahuinya, dan ungkapan di atas hanya sekedar menekankan bahwa “hari itu” tak diduga-duga. Ungkapan ini termasuk bagian dari eskatologi Alkitab yang memerlukan pembahasan tersendiri.
Artikel terkait YESUS TIDAK MAHA TAHU ? di yesus-tidak-maha-tahu-vt61.html#p132
Top
Profile
BP
Post subject:
PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:19 pm
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6860
Quote:
Bahkan, Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah (Matius 6:9-13). Tindakan/sifat2 Yesus tersebut, sangat mustahil dimiliki oleh Tuhan, tetapi tindakan/sifat2 tersebut hanya mungkin dimiliki oleh makhluk2-Nya yang sudah semestinya menjadi hamba2-Nya.
JAWAB :
*Matius 6:9-13
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Apa yang hendak dipertanyakan tentang ayat-ayat diatas?
Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya berdoa. Latar belakang Yesus mengajarkan berdoa kepada para muridNya diawali dengan dilihatNya cara berdoa orang-orang Farisi yang terkesan hanya mencari pujian dari orang lain dan sombong. Pada zaman itu orang Yahudi menganggap hal berdoa sebagai suatu kewajiban agama yang sekurang-kurangnya sama pentingnya dengan hal memberi sedekah.
Sebutan Bapa yang mengawali doa Bapa Kami menunjukkan bahwa Allah ingin memperlihatkan sesuatu yang lebih mulia, agung, dan luarbiasa sebelum segala sesuatu terjadi. Dalam PL dijelaskan begitu gamblang bahwa makna sebutan Bapa sebagai sumber segala sesuatu dan Penebus. Bukankah Engkau Bapa kami?……Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; namaMu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala. (Yesaya 63:16)
Pengajaran doa kepada murid-muridNya bukan berarti Yesus kurang daripada Allah. Tuhan Yesus memandang penting kehidupan doa, disamping itu para murid tidak selamanya akan bersama-sama dengan Dia. 40hari setelah kematianNya Yesus naik ke Surga. Artinya para murid akan ditinggalkanNya, tetapi Yesus tidak serta-merta meninggalkan para murid itu. Perhatikan janji Yesus ini :
* Yohanes 14:15-18
14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
Janji ini diulangi lagi pada :
* Yohanes 15:26
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku
Janji akan turunnya Roh Kudus telah terjadi pada Hari Pentakosta seperti yang dicatat di Kisah Rasul 2:1-13. Roh Kudus, Sang Penolong itu telah ada bersama-sama dengan kita dan senantiasa berkenan untuk menyatakan karyaNya yang agung itu. Ini sesuai dengan janji Yesus yang lain bahwa Dia menyertai kita sampai kesudahaan jaman (Matius 28:20)
Roh Kebenaran (Roh Kudus) ini akan menyertai para murid dan orang-orang percaya selama-lamanya. Roh Kudus adalah Allah, artinya Allah akan menyertai manusia didalam RohNya yang Kudus. Nah bagaimana manusia bisa tetap berhubungan dengan Allah, maka dengan berdoa!
Maka doa itu penting :
* Yohanes 4:23
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian
Berdoa salah satu aspek hidup rohani; berdoa dengan roh, berdoa dengan pengertian. “Aku akan berdoa juga dengan akal budiku,” demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa merupakan nafas orang orang percaya, suatu komunikasi antara yang diselamatkan dan Juruselamat. Doa merupakan persatuan dari kehendak yang diciptakan dengan kehendak yang menciptakan, “the unity of the will of the created one and the Creator”. Doa merupakan persatuan dari kehendak kita, kemauan kita, yang disesuaikan dengan kehendak Allah Pencipta. Doa penting sekali, tetapi Alkitab dengan jujur mengatakan kepada kita, bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Ini jujur sekali. Siapa yang mengetahui bagaimana seharusnya berdoa? Kita selalu hanya minta-minta kalau berdoa, meminta menurut kemauan kita sendiri. Dalam berdoa kita mau supaya Tuhan menyesuaikan dengan kehendak kita.
* Roma 8:26-27
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Haleluyah!
Top
Profile
BP
Post subject:
PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:21 pm
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6860
Quote:
Catatan2 Alkitab di atas, jelas2 membantah ketuhanan Yesus. Tetapi mengapa umat Kristen bersikukuh menuhankan Yesus? Jawabannya terletak pada “doktrin gereja” yang sudah ditanamkan kepada setiap individu Kristen semenjak ia masih kanak2. Umat Kristen, pada dasarnya tidak benar2 memahami isi Alkitab yang sebenarnya. Mereka lebih mendasarkan diri pada apa yang gereja katakan tentang Yesus, bukan berdasarkan pada apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang Yesus. Di sinilah penyebab kesalahpahaman umat Kristen tentang pribadi Yesus.
JAWAB :
Ada banyak ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Allah
Ada banyak ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia
Tetapi ayat-ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai manusia, sebaliknya ayat-ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Manusia tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan.
Apakah Yesus Memiliki Sifat-sifat Tuhan?
Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Namun apakah Ia memiliki sifat-sifat ketuhanan ini? Jika kita memeriksa dengan teliti, apakah Ia sesuai dengan sketsa Tuhan yang kita temukan di bagian-bagian Alkitab
Pengantar
Perjanjian Lama memberikan banyak mengenai sifat-sifat Tuhan. Tuhan dijelaskan sebagai maha hadir, maha tahu, maha kuasa, kekal dan tak berubah. Ia mengasihi, kudus, benar, bijaksana dan adil.
Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Namun apakah Ia memiliki sifat-sifat ketuhanan ini? Jika kita memeriksa dengan teliti, apakah Ia sesuai dengan sketsa Tuhan yang kita temukan di bagian-bagian Alkitab yang lain?
Sebagai contoh, ketika Yesus menyampaikan Khotbah di Bukit di sebuah bukit di luar Kapernaum, pada saat yang bersamaan Ia tidak berdiri di Jalan Utama Yerikho, jadi dalam pengertian apa Ia disebut maha hadir?
Bagaimana Ia dapat disebut maha tahu jika dalam Markus 13:32 Ia mengakui bahwa Ia tidak mengetahui kedatangan-Nya yang kedua kali?
Jika Ia kekal adanya, mengapa Kolose 1:15 menyebut-Nya “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”?
1. Bisakah Yesus Mengampuni Dosa
Apa yang Ia katakan atau Ia lakukan, yang meyakinkan Anda bahwa Yesus adalah Tuhan?
Seseorang dapat menunjuk pada hal-hal seperti mujizat-mujizat-Nya, tetapi orang lain juga melakukan mujizat-mujizat, jadi meskipun ini bisa memberikan indikasi, ini tidak menentukan. Tentu saja, Kebangkitan adalah pembenaran puncak identitas-Nya. Dari banyak hal yang Ia lakukan, yang paling menyolok adalah pengampunan-Nya atas dosa.
Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
Dan orang itupun bangun lalu pulang.
Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.
(Matius 9:2-8 )
Jika Anda melakukan sesuatu yang melukai saya, saya memiliki hak untuk mengampuni Anda. Tetapi jika Anda melukai saya dan seseorang lain datang menimbrung dan berkata,’aku mengampuni’, kelancangan macam apa itu?
Satu-satunya orang yang dapat mengatakan hal semacam itu dengan penuh makna adalah Tuhan sendiri, karena dosa, bahkan jika dilakukan terhadap orang lain, pertama-tama dan terutama adalah suatu penentangan terhadap Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Jelas di sini Yesus melakukan pekerjaan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya Allah yang mempunyai hak untuk melakukannya.
Ketika Daud berdosa dengan melakukan perzinahan dan mengatur kematian suami wanita itu, akhirnya ia berkata kepada Tuhan dalam Mazmur 51:6, “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan yang Kau anggap jahat”. Daud mengakui bahwa meskipun ia telah berbuat salah kepada orang-orang, pada akhirnya ia berdosa terhadap Tuhan yang menciptakannya dan Tuhan perlu mengampuninya.
Yesus tidak hanya mengampuni dosa, namun juga Ia tidak berdosa. Dan tentu saja ketidakberdosaan merupakan sifat ketuhanan.
2. Mengapa Yesus Mengosongkan Diri
Bagaimana Yesus bisa maha hadir, jika Ia tidak dapat berada di dua tempat secara bersamaan? Bagaimana Ia bisa maha tahu jika Ia berkata, ‘Bahkan Anak Manusia pun tidak tahu jamnya Ia datang kembali? Bagaimana Ia bisa maha kuasa sedangkan Injil-injil dengan terus terang memberitahu kita bahwa Ia tidak mampu mengadakan banyak mujizat di kampung halaman-Nya?
Dalam Filipi 2:5-7 dijelaskan
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Yesus telah mengosongkan diri-Nya dalam penggunaan independen sifat-sifat-Nya. Ia berfungsi sebagai Tuhan ketika Bapa memberi-Nya persetujuan untuk melakukannya.
Pengosongan diri Yesus akan pemakaian independen sifat-sifat-Nya menjelaskan kepada kita mengapa beberapa kasus Ia tidak mempertunjukkan kemahakuasaan, kemahatahuan, kemahahadiran dalam keberadaan-Nya di bumi, bahkan meskipun Perjanjian Baru dengan jelas menyebutkan bahwa semua kualitas ini pada akhirnya memang benar dimiliki-Nya
3. Yesus Pencipta atau Diciptakan?
Ada ayat yang mengisyaratkan bahwa Yesus adalah makhluk yang diciptakan, misalnya Kolose 1:15 mengatakan bahwa Ia adalah ‘yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan’. Tidakkah ini dengan jelas mengimplikasikan bahwa Yesus diciptakan, berlawanan dengan keberadaan sebagai Pencipta?
Dalam Perjanjian Baru, anak sulung, normalnya menerima bagian tanah yang terbesar, atau anak sulung akan menjadi raja dalam kasus sebuah keluarga kerajaan. Anak sulung dengan demikian adalah yang pada akhirnya memiliki semua hak dari ayah.
Pada abad kedua sebelum Kristus, ada tempat-tempat di mana kata sulung tidak lagi mengandung makna yang pertama diperanakkan atau dilahirkan namun memuat gagasan kewenangan yang disertai dengan posisi sebagi pewaris yang berhak. Pengertian itulah yang diterapkan kepada Yesus.
Jika Anda hendak mengutip Kolose 1:15, Anda harus tetap mempertahankannya dalam konteks dengan melanjutkannya ke Kolose 1:19, ‘Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia’.
Jadi istilah ‘sulung’ tidak dapat meniadakan kekekalan Yesus, karena itu adalah bagian dari memiliki kepenuhan Allah.
Dalam Yohanes 1:3 dikatakan Yesus adalah pencipta:
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4. Yesus Guru yang Baik
Dalam Markus 10:17-18 dikisahkan ada seorang yang bertanya,’Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?’
kemudian Yesus menjawab ‘Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja’.
Tidakkah Ia menyangkali ketuhanan-Nya dengan mengatakan seperti itu ?
Tidak. Ia sedang membuat orang berhenti dan berpikir tentang apa yang Ia katakan. Engkau mengatakan Aku baik, hanya untuk kesopanan, ataukah karena kamu tahu siapa Aku? Apakah engkau benar menganggap Aku memiliki sifat yang seharusnya hanya dimiliki Tuhan? Justru di sinilah Yesus menyatakan diri-Nya Allah.
5. Bapa Lebih Besar daripada Aku
Yesus berkata dalam Yohanes 14:28, ‘Bapa lebih besar daripada Aku’ .
Apakah ini berarti Yesus kurang daripada Tuhan?
Murid-murid meratap karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi.
Dalam Yohanes 14:28 Yesus berkata ‘Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku’. Ini artinya Yesus akan kembali ke kemuliaan yang adalah milik-Nya.
Dalam Yohanes 17:5 Yesus berkata ‘Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada’, yang artinya ‘Bapa lebih besar dari Aku’.
Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi, Ia sedang menuju ke salib, Ia sedang menuju ke kematian, namun Ia sedang akan kembali kepada Bapa dan kepada kemuliaan yang Ia miliki bersama Bapa sebelum dunia ada.
Ketika saya berkata ‘Presiden Indonesia’ lebih besar dari saya, tidak berarti dia punya sifat/esensi lebih besar dari saya. Ia lebih besar dalam kapasitas politik dan sambutan publik, tetapi ia tidak lebih daripada saya sebagai manusia.
Andaikata saya naik ke mimbar dan berkhotbah dan berkata ‘Dengan sungguh-sungguh saya menyatakan kepada Anda sekalian bahwa Bapa lebih besar daripada saya’, itu adalah suatu perkataan yang agak konyol karena semua orang tahu dengan jelas.
Pernyataan ini akan menjadi bermakna jika yang dibandingkan adalah 2 pribadi yang setara, dalam hal ini Yesus dan Bapa. Dalam hal ini justru jelas bahwa Yesus adalah setara dengan Bapa.
5. Menyesuaikan Sketsa Tuhan
Dalam Perjanjian Baru semua atribut Tuhan ditemukan dalam diri Yesus Kristus:
Maha tahu
Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu. (Yohanes 16:30)
Maha hadir
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:20)
Maha kuasa
Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28:18 )
Kekekalan
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1)
Tidak berubah
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8 )
Juga, Perjanjian Lama melukiskan suatu gambaran akan Tuhan dengan menggunakan gelar-gelar dan deskripsi-deskripsi sebagai Alfa dan Omega, Tuhan, Juruselamat, Raja, Hakim, Terang, Batu Karang, Penebus, Gembala, Pencipta, Pemberi Kehidupan, Pengampun Dosa, dan Pembicara dengan Kekuasaan Ilahi. Sungguh memukau bila diperhatikan bahwa dalam Perjanjian Baru setiap dan semuanya itu diaplikasikan kepada Yesus.
Yesus mengatakan dalam Yohanes 14:7,’Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku’.
Artinya, ‘Bila kamu melihat sketsa Tuhan dari perjanjian Lama, kamu akan melihat hal itu di dalam Aku’.
Sumber :
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press
Selanjutnya jika berminat mempelajari Hakekat Kristus sebagai Tuhan dan Manusia silahkan baca artikel YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH di http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristu … -vt35.html
Top
Profile
BP
Post subject:
PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:24 pm
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6860
Quote:
Lebih jauh, hampir semua orang yang mendengar cerita penyaliban ketika itu, beranggapan bahwa yang disalib itu adalah Yesus, oleh karena rupa orang tersebut benar2 mirip dengan Yesus. Hal ini dimanfaatkan oleh para sastrawan dari Yunani dan Romawi (dimana bangsa Romawi ketika itu menjajah Palestina) yang ingin mengabadikan cerita penyaliban itu, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber karangan mereka. Lebih jauh lagi, nama “injil” yang diklaim umat Kristen untuk menyebut karya sastrawan “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, justru baru muncul pada akhir abad ke-2 Masehi (“Salib di Bulan Sabit”, karya: DR. Jerald F. Dirks). Adapun Kitab Suci Injil yang diturunkan Allah kepada Yesus, sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di bawah ini, telah hilang dimusnahkan oleh tangan2 Bani Israel.
JAWAB :
SUPREMASI ALKITAB
Zaman yang terus berputar meninggalkan banyak sekali catatan sejarah. Ada yang datang dan juga pergi. Seperti Hieraclitus, seorang filsuf Yunani, yang berkata, “Tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan!” Perubahan demi perubahan terjadi dan terus mewarnai perputaran roda sejarah itu sendiri. Ketika kita sedang asyik dengan sebuah kenyataan faktual, sadar atau tidak, ada begitu banyak peristiwa lain yang sedang menyusul di belakangnya. Dalam kacamata manusia sekarang, orang-orang yang mengikuti derap perubahanlah yang akan tetap bertahan hidup.
Seiring dengan itu, ada sebuah kenyataan lain yang tidak bisa kita lupakan begitu saja. Tentang bagaimana Alkitab tetap berdiri kokoh sebagai kebenaran, di tengah-tengah situasi dan kondisi yang mudah dan terus berubah. Konsistensi dan keunggulannya dalam berbicara dan menilai zaman, belum terkalahkan oleh buku manapun. Relevansi yang diberikannya juga tak tergantikan oleh dokumen lain, baik yang sezaman dengannya atau yang ditulis sebelum dan sesudahnya.
Kekristenan adalah kehidupan yang tak bisa dipisahkan dari kehadiran Alkitab. Bahwa Alkitab menjadi sumber dan rujukan terhadap berbagai aspek hidup Kristen adalah kenyataan yang tak terbantahkan. Di sinilah letak vitalitas Alkitab bagi kekristenan. Kebenarannya yang mutlak telah menjadi pegangan hidup banyak orang yang menyakininya sebagai tulisan yang diilhamkan Allah. Sesuai dengan 2 Timotius 3:16, ia sendiri kemudian meninggalkan beberapa implikasi yang berguna bagi praktek hidup Kristen sehari-hari. Mendidik orang di dalam kebenaran, menegor dan menyatakan kesalahan, juga berotoritas dalam memperbaiki kelakuan. Bahkan bagi orang yang belum percaya, Alkitab adalah pemberi hikmat dan penuntun kepada jalan keselamatan.
Sejak dulu, telah banyak usaha-usaha yang sistematis dilakukan untuk memusnahkan Alkitab. Mulai dari meragukan keotentikannya, sampai usaha-usaha yang benar-benar frontal semacam merusak, merobek dan membakarnya. Hasilnya? Sekali lagi sejarahlah yang lalu membuktikan bahwa usaha-usaha itu selalu berujung pada satu hasil: nihil!!
Antiokhus Epifanes, seorang tiran yang sangat kejam, suatu kali menaklukkan Israel. Ia mempersembahkan seekor babi di atas mezbah di bait Allah (sebuah penghinaan besar bagi orang Yahudi) dan mulai membunuh orang-orang yang memiliki jilid-jilid Kitab Suci. Sesudah itu timbullah pemberontakan Makabe yang pada akhirnya menewaskannya, dan hasilnya, kecintaan terhadap Kitab Suci menjadi semakin besar. Salinan-salinannya justru dibuat lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
Kaisar Diokletian memusuhi Alkitab dengan mengeluarkan dekrit yang memerintahkan untuk menyita dan membakarnya, pada akhirnya bertobat dan percaya kepada Kristus sebagai Juru Selamatnya. Ia mendorong semua orang memiliki dan membaca Alkitab di seluruh kekaisaran Romawi.
John Tyndale, seorang penerjemah Alkitab dibakar hidup-hidup karena usahanya untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa penduduk setempat, di mana ia melayani. John Huss yang berkeyakinan bahwa Alkitab memiliki kewibawaan paling tinggi, mengalami nasib yang sama. Bahkan John Wycliffe digali tulang belulangnya untuk dibakar dan kemudian abunya dihamburkan ke sungai, gara-gara menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris. Nyatanya, Alkitab tetap menunjukkan diri sebagai buku yang tidak bisa dimusnahkan.
Bukan hanya itu, Alkitab juga membuktikan diri sebagai buku yang melihat segala sesuatu secara akurat. Pontius Pilatus pernah diragukan eksistensi historisnya oleh para kritikus Alkitab. Ia hanya dianggap sebagai tokoh dongeng isapan jempol. Para arkeolog akhirnya menemukan sebuah batu di Kaisarea dengan nama Pilatus tercantum di sana. Penemuan ini sekaligus mengukuhkan kesaksian Alkitab bahwa Pontius Pilatus adalah seseorang yang pernah hidup di dalam sejarah. Penemuan tablet-tablet yang mengungkap misteri Bangsa Hitit, yang disebut-sebut dalam PL tetapi diragukan jejaknya oleh sejarawan, menguatkan dan mengukuhkan catatan-catatan Alkitab. Walau bukan buku yang disusun sebagai studi sains, argumentasi dan gagasan yang diberikan Alkitab tentang sains tidak kampungan dan ngawur. Clifford Wilson menambahkan bahwa sepanjang seluruh Alkitab, salah satu bukti terjelas tentang pemahaman penulis terhadap zamannya dibuktikan dengan cara menyebut adat kebiasaan para pejabat waktu itu dengan ketepatan yang tinggi.
Yang lebih mengherankan lagi adalah digenapinya nubuatan yang tercantum di dalamnya. Yesaya menubuatkan Sirus menjadi Raja Persia 150 tahun sebelum ia naik takhta (Yes 44:28, 45:7, Ezr 1:1-4). Daniel memprediksi secara tepat, empat kerajaan yang berturut-turut akan berkuasa; Babilonia, Media-Persia, Yunani dan Romawi (Dan 2, 7). Kedatangan Kristus ke dunia dalam peristiwa Natal, menggenapi setidaknya 200 nubuatan (bahkan lebih dari itu) yang telah ditulis dalam PL. Tidak ada satu kitab dan bukupun di kolong langit yang mendekati, apalagi menyamai Alkitab dari segi akurasi nubuatan. Kenyataan ini sekaligus menjadi jaminan bahwa nubuatan yang lain, yang tercatat di dalamnya akan secara akurat pula digenapi.
Sekelumit bukti yang disusun di atas menunjukkan tentang keunggulan Alkitab jika dibanding dengan kitab-kitab suci yang diyakini oleh agama lain. Apakah Alkitab layak dipercayai sebagai pedoman dan jawaban atas pertanyaan hidup sebagaimana kita mempercayai Allah sebagai Inspirator Agungnya? Adalah kesimpulan yang logis jika kemudian kita berkata bahwa Alkitab adalah firman Allah yang tanpa salah sebagai konsekuensi dari inspirasi yang diberikan Allah. Kekristenan tidak meyakini kebenaran Alkitab sebagai bentuk fanatisme, tetapi karena memiliki data yang bisa dipertanggungjawabkan. Tak berubah, handal dan 100% diilhamkan Allah. Itulah mengapa kemudian kita meyakini Alkitab tidak akan mengecewakan, menipu dan membodohi kita. Jika masalah hidup tidak pernah kita temukan jawabannya di dunia ini, kenapa tidak beralih kepada Alkitab?
(Joko Prihanto)
*Sumber: Bagaimana Jika Alkitab Tidak Pernah Ditulis (oleh: James Kennedy dan Jerry
Newcombe), Filsafat dan Apologetika (oleh: Richard Ngun).
Top
Profile
BP
Post subject:
PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:27 pm
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar
Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6860
Quote:
Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Lihat juga Matius 9:35; 11:1; 24:14; dan 26:13).
Markus 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, (Lihat juga Markus 1:15,38-39; 3:14; 8:35; 10:29; 13:10; 14:9; dan 16:15,20).
Lukas 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (Lihat juga Lukas 4:44; 8:1; 9:6; dan 20:1).
Jelasnya, nama “injil” yang diberikan kepada “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, BUKANLAH Kitab Suci Injil yang asli, yang diturunkan Allah kepada Yesus. Sedangkan Injil sebagaimana tersebut dalam ayat2 “injil” kanonik di atas, tentu saja Injil yang asli yang diturunkan Allah kepada Yesus. Pada waktu itu, sedikit sekali orang yang benar2 tahu dan mengerti tentang “Injil”. Barulah setelah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tabir kebohongan Perjanjian Baru itu sedikit demi sedikit semakin terbongkar.
JAWAB :
Injil berasal dari kata ‘euaggelion’ (Yunani) artinya adalah kabar baik.
Sedangkan Kitab Injil adalah Kitab yang menuliskan tentang kabar baik
Jadi jikalau Alkitab Perjanjian Baru menuliskan “memberitakan Injil” itu artinya “memberitakan Kabar Baik” :
* Matius 4:23
LAI TB, Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu
TR, και περιηγεν ολην την γαλιλαιαν ο ιησους διδασκων εν ταις συναγωγαις αυτων και κηρυσσων το ευαγγελιον της βασιλειας και θεραπευων πασαν νοσον και πασαν μαλακιαν εν τω λαω
Translit, kai periêgen en olê tê galilaia olên tên galilaian ho iêsous didaskôn en tais sunagôgais autôn kai kêrussôn to euaggelion tês basileias kai therapeuôn pasan noson kai pasan malakian en tô laô
* Markus 1:14
LAI TB, Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah
TR, μετα δε το παραδοθηναι τον ιωαννην ηλθεν ο ιησους εις την γαλιλαιαν κηρυσσων το ευαγγελιον της βασιλειας του θεου
Translit, meta de to paradothênai ton iôannên êlthen ho iêsous eis tên galilaian kêrussôn to euaggelion tês basileias tou theou theou
* Lukas 4:43
LAI TB, Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
TR, ο δε ειπεν προς αυτους οτι και ταις ετεραις πολεσιν ευαγγελισασθαι με δει την βασιλειαν του θεου οτι εις τουτο απεσταλμαι
Translit, ho de eipen pros autous hoti kai tais eterais polesin euaggelisasthai me dei tên basileian tou theou hoti epi eis touto apestalên apestalmai
Jadi ketika Kitab Injil Matius menuliskan Yesus “memberitakan Injil” artinya Yesus “memberitakan Kabar Baik”
Sedangkan Kitab Injil, adalah menulis tentang kabar baik atau tepatnya ‘kabar baik perihal Yesus. Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat kitab awal dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus, Lukas & Yohanes).
Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan ‘Riwayat Hidup Yesus’, khususnya ‘ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas) menyorot kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut ‘Injil Sinoptis’ sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut ke’Allah’an Yesus.
Rujukan Perjanjian Lama :
Dalam Septuaginta (Kitab Suci Yudaisme “Tanakh Ibrani” dalam bahasa Yunani), kata “Kabar Baik” diterjemahkan menjadi “euaggelion”
Contoh Ayat :
* 2 Samuel 4:10
LAI TB, Ketika ada orang yang membawa kabar (baik) {Euaggelizo} kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya {euaggelion}
Septuaginta (LXX), οτι ο απαγγειλας μοι οτι τεθνηκεν σαουλ και αυτος ην ως ευαγγελιζο (translit: euaggelizo) μενος ενωπιον μου και κατεσχον αυτον και απεκτειtνα εν σεκελακ ω εδει με δουναι ευαγγελια (translit: euaggelia)
* 1 Raja-raja 1:42
LAI TB, Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: “Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik{Euaggelizo}.”
LXX, ετι αυτου λαλουντος και ιδου ιωναθαν υιος αβιαθαρ του ιερεως ηλθεν και ειπεν αδωνιας εισελθε οτι ανηρ δυναμεως ει συ και αγαθα ευαγγελισαι (translit: euaggelisai)
2 Raja-raja 7:9
LAI TB, Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik {euaggelion} , tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”
LXX, και ειπεν ανηρ προς τον πλησιον αυτου ουχ ουτως ημεις ποιουμεν η ημερα αυτη ημερα ευαγγελιας (Translit, euagelias) εστιν και ημεις σιωπωμεν και μενομεν εως φωτος του πρωι και ευρησομεν ανομιαν και νυν δευρο και εισελθωμεν και αναγγειλωμεν εις τον οικον του βασιλεως
Maka disini jelas apa yang dimaksud dengan Kabar-baik {euaggelion} = Injil dengan Kitab Kabar-Baik {euaggelion} atau Kitab Injil dan kapan penggunaannya.
penjelasan mu smakin jelas pembelaan yang tidak jelas…keluarkan logika mu…kenapa tuhan mau di lahirkan ke dunia ini dari makhluk yang jelas-jelas merupakan ciptaanya??
kenapa tuhan lahir setelah adanya alam semesta ini?
kenapa tuhan bisa di kalahkan,bukti tuhan kena salib?
tlg daniel jawab pertanyaan ini,dengan bahasa yang logis dan jangan ber umpama,seperti penjelasan saudara di atas..
@daniel
Wow.. sebuah tulisan yang sangat panjang namun tidak membuktikan sama sekali. Alkitab umat nasrani itu terdiri dari 2 bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru terdapat kategori2 yang lebih kecilnya lagi, yaitu Injil (walaupun tidak seluruh murid Yesus diikutsertakan), sejarah misi gereja, surat-surat paulus, dan surat-surat non paulus. Seharusnya, dari pembagian kategori2 tersebut Anda melihat adanya keanehan2. Mengapa paulus begitu diistimewakan? Bahkan melebihi keistimewaan murid2 Yesus yang 8 lainnya. Dan kontradiksi yang sangat jelas sering terlihat apabila kita membandingkan antara tulisan murid Yesus dengan tulisan paulus. Sebagian dari tulisan murid2 Yesus adalah perkataan Yesus, sedangkan tulisan paulus BUKAN merupakan kata2 Yesus. Hal ini telah dibenarkan pula oleh pada ahli2 bibel. Tetapi memang aneh, walaupun itu bukan kata2 Yesus, banyak sekali orang2 nasrani yang menganggap tulisan paulus tersebut merupakan tulisan yang paling berbobot. Jadi, mayoritas umat nasrani beragama mengikuti aturan paulus dan bukan aturan Yesus. Yang bersikeras bahwa Yesus adalah tuhan juga adalah pihak gereja, bukan Yesus sendiri. Ibrahim/Abraham, Daud/David, Musa/Moses, Yesus/Isa, Muhammad dan nabi2 lainnya adalah manusia. Seorang manusia yang berserah diri kepada ketentuan Allah. Bahasa arab dari berserah diri adalah Islam.
Sudah dibuktikan pula oleh para ahli bibel bahwa terdapat revisi2 pada ayat2 di bibel yang Anda baca sekarang. Carilah sumber yang terpercaya dan banyaklah bertanya pada ahlinya.
Yesus adalah hamba Tuhan. Namun, karena orang2 Romawi dan Yunani sangat menyukai perumpanaan dan puisi2, dikatakannya bahwa dia anak tuhan. Apalagi kata2 Yesus adalah Tuhan. Sesungguhnya ini adalah kesesatan yang nyata. Yesus itu tidak bisa apa2, melainkan dengan kekuatan Allah. Dan Allah tidak memberikan seluruh bagian dirinya kepada Yesus. Namun, Allah hanya memberikan sebagian yang sangat kecil dari kekuatanNya kepada pada nabi dan rasul.
allah itu siapa kamu?
bapa itu siapa kamu ?
yesus kristus itu siapa kamu ?
dan roh kudus itu siapa kamu ?
Saya bukanlah orang kristen yang saleh… Tapi saya yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
dan sudah disampaikan bahwa nama Nya dan Kekristusannya akan dicerca sebagian bangsa dunia.
Namun satu hal ketika Kau meminta kepadaNya Dia akan datang dan memberikan petunjuk. Perlu keyakinan dan kepercayaan Penuh dan kesabaran.
Kisah nyata dari saya :
Saya menikah beda agama, saya kristen dan istri saya islam. perlu perjuangan berat untuk melalui itu semua sampai 7 tahun dan selama itu saya selalu berdoa agar diberikan petunjuk jalan yang saya pilih karena saya Yakin bahwa Manusia adalah sama tidak ada perbedaan.
Sampai satu saat saya putuskan bahwa saya akan mengalah dan keputusan tersebut saya samapaikan kepada Tuhan melalui doa, setelah tiga minggu saya mendapatkan jawabanya….
(Saya bermimpi) seseorang memberikan saya salib dan katanya jika bencana terjadi serukan nama NYA dengan penuh semangat, dan bebrapa saat kemudian terjadilah bencana (gempa yang dahsyat sehingga membentuk gelombang tanah) di belahan dunia, Bumi rata dengan tanah dan tak da satu pun yang berdiri diatasnya dan bencana tersebut sudah hampir tiba di kota dimana saya tinggal.. dengan segera saya mengambil Salib yang diberikan kepada saya dan menyerukan Nama NYA.. singkat cerita bencana tersbut berhenti dan kami selamat namun bagian atap rumah saya tiba2 menggulung tubuh dan saya terluka dan tidak dapat bergerak sama sekali.. kemudian saya berseru nama NYA.
dalam mimpi tersebut saya tak sadarkan diri dan bertemu YESUS KRISTUS wajah NYA tidak begitu jelas, karena jubah putih bersih yang bersinar, namun tangan NYA terbuka dengan darah yang terus mengalir setelah itu DIA tersenyum kepada saya dan segera saya sadarkan diri dalam keadaan kondisi selamat dan Salib tersebut masih ada di tangan saya.
Lalu saya bangun dari mimpi saya lalu berucap syukur terima kasih Tuhan atas petunjuk Mu..
Sekarang saya sudah menikah dan menjalani rumah tangga dalam Damai.Amin..
dan satu lagi, setiap saya ada masalah dan memohon petunjuk NYA maka setiap berminggu/ke Gereja saya temukan jawabanya melalui Alkitab dan Kotbah pendeta dan ini sebenarnya.
God Bless U all..
(mohon maaf apabila ada penulisan yang salah)
emang anda siapa ko mimpi didatangi yesus,kalau anda yg bukan pastur saja mimpi didatangi yesus berarti pastur2 itu tiap hari didatangi yesus dong, yang datang dimimpi anda itu setan yang berwujud yesus dia datang untuk semakin membuat anda tersesat dalam pemahaman yang salah
Penting untuk dipahami bahwa agama jangan disejajarkan dengan budaya. Menikah beda budaya itu boleh2 saja. Tetapi menikah beda agama itu sudah merupakan penghancuran prinsip hidup. Kalau untuk sekedar kebahagian dunia, saya yakin keluarga Anda akan baik-baik saja. Tuhan itu maha pengasih. Niat jahat manusia saja seringkali dikabulkan oleh Tuhan karena orang jahat itu bersungguh-sungguh dalam kegiatannya. Apabila keberadaan pernikahan Anda sudah diterima oleh lingkungan, bukan berarti menjadi pembenaran. Itu hanya menunjukkan hasil konsistensi Anda dalam berjuang. Namun, itu adalah perjuangan di jalan yang salah (ingat. Benar dan salah itu harus menggunakan standar Tuhan. Karena manusia tidak maha mengetahui. Akal manusia itu berguna untuk memahami perintah Tuhan dan memunculkan keberanian apabila perintah Tuhan itu kadang bertentangan dengan budaya lokal).
Sebenarnya anda harus belajar kepada ibu irene handono supaya anda tau bahwa apa yang anda pahami merupakan kesalahan yang nyata…
Saya lebih mengutamakan Yesus, karena kata Yesus, bukan masalah siapa yg di sembah, tapi bagaimana kamu menghargai sesama. Sia-sia kamu mengaku cinta Allah, kamu mengaku hanya menyembahnya tetapi kelakuan dan perbuatanmu mencela orang lain, menghakimi orang lain, dan tindakan amoral lainnya, jikalau kristen salah, lantas kenapa ISLAM yg ribut???Bukankah ISLAM seharusnya bangga bahwa mereka agama yg benar??bahkan Allah mereka pun beragama ISLAM katanya
Perbedaan yang sangat jelas adalah pada kristen, ukuran kebaikan itu tergantung dari banyaknya pujian manusia, misal pujian dari pemerintah, karena setiap pemerintah dianggap dari Allah dan siapa menentang pemerintah berarti menentang Allah. Anda bisa lihat juga pada injil Anda. Padahal, apabila Anda lihat pada Red Bible, kata-kata tersebut bukanlah berasal dari Yesus.
Masalah menghargai sesama, sangat mudah dilakukan oleh orang-orang yang memiliki tujuan akhir yaitu kebahagiaan di dunia saja. Bahkan, orang atheis pun bisa melakukan demikian. Namun, inti dari agama itu bukanlah “kasih”. Inti dari agama itu sendiri adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan agar selamat di dunia dan di akhirat.
Menghakimi orang lain dalam pandangan orang kristen itu sangat sempit. Bahkan sebuah nasehat baik yang diberikan oleh orang Islam pun akan dianggap menghakimi oleh orang kristen. Tampak jelas sikap kekanak-kanakan orang kristen tersebut.
Jika kristen salah, kenapa Islam yang ribut? Pertanyaan Anda membingungkan. Kenyataannya, orang Islam yang sering dihakimi dan diributi. Contoh, masalah makanan halal saja orang kristen tidak mampu menghargai perbedaan tersebut. Padahal makanan yang masuk kategori halal oleh orang Islam tidak menjadi masalah untuk dimakan oleh orang kristen. Tetapi orang kristen selalu merasa dihakimi. Padahal orang Islam itu sendiri bersikap demikian dengan landasan berusaha taat kepada perintah Allah, walaupun perintah itu terasa hanya perintah sepele untuk kebanyakan orang.
Apapun hinaan yang orang kristen lemparkan hanya akan berbalik ke kristen itu sendiri. Kecuali untuk orang-orang yang tidak mau berpikir. Pernahkan Anda bertanya kenapa kristen menjadi agama mayoritas di dunia? Apakah karena “kasih”? Atau karena kristen tidak berhenti menjajah bangsa-bangsa yang ada di dunia bersama dengan yahudi? Ingat pelajaran sejarah? Gold, Glory, Gospel? Agama apa dibawa oleh penjajah tersebut? Masih belum mengertikah Anda bahwa selama berabad-abad orang-orang kristen melakukan pembangkangan terhadap Tuhan dengan mengatakan bahwa Tuhan memiliki anak?
Seorang sahabat kristen pernah berkata “intinya kristen itu adalah cintai Tuhanmu dan cintai sesamamu. Sederhana”. Tetapi ia membaca Injil pun hampir tidak pernah. Yang artinya kesesatannya sudah semakin jauh. Dengan kata lain, ia mendefinisikan sendiri apa itu arti cinta dan mencintai dan nilai-nilai kebaikan menurut versi dia sendiri. Bukankah itu sangat berbahaya? Bukankah itu sumber kekacauan di dunia?