MIMBAR UMAT

Menjaga Umat dari Informasi Sesat

YESUS BUKAN SATU_SATUNYA ORANG YANG MENGHIDUPKAN ORANG MATI

Dikatakan, perbuatan luar biasa Yesus adalah membangunkan orang mati menjadi hidup, dan dalam hal ini kita diberitahu bahwa bukti Keilahian Kristus itu bisa dijumpai seperti di bawah ini. Inilah argumennya:

“Kristus menghidupkan orang yang sudah mati diakui oleh kaum Muslimin berdasarkan Qur’an Suci, dan menghidupkan orang mati itu di… belakang kekuasaan manusia dan hanya bersifat Ilahi  Dan di dalam sifat Keilahian inilah tiada orang lain yang bisa mengerjakannya kecuali Yesus sendiri”.

 

Apa yang dikatakan Qur’an akan kami bicarakan belakangan. Pertama-tama mari kita ketahui dulu pertimbangan yang diakui sebagai dasar dari ajaran kitab suci Kristen. Dalil itu mengatakan bahwa Yesus adalah pribadi Ilahi sebab dia bisa menghidupkan orang mati. Dalil ini hanya bisa dikemukakan oleh orang yang percaya bahwa tidak ada orang lain yang bisa menghidupkan orang mati. Tapi Bebel sendiri mementahkan pengakuan ini. Bebel berisi beberapa contoh orang lain yang juga bisa menghidupkan orang mati, dan karenanya jika Yesus benar-benar melakukan mu’jizat seperti itu, berarti keilahiannya atau ketuhanannya dengan bisa menghidupkan orang mati, ini benar-benar menjadi tak logis, sebab dalam hal ini Elisa pun lebih hebat lagi ketuhanannya. Di dalam Raja-raja 2:4 kita diberitahu bahwa seorang anak telah mati dan kematiannya itu sungguh benar ketika Elisa datang:

 

“Dan ketika Elisa datang ke rumah itu, ternyata si anak itu telah mati, dan tergeletak di atas pembaringannya. Kemudian dia masuk, dan menutup pintu dua kali, dan dia berdo’a kepada Tuhan, dan tiba-tiba si anak itu mendengkur tujuh kali, dan si anak itu membuka matanya” (2 Raja-raja 4:32-35).

 

Elia juga bisa menghidupkan orang mati:

 

“Dan dia berteriak kepada Tuhan, dan berkata, Wahai Tuhan, Tuhanku, apakah engkau menimpakan kemalangan kepada janda ini yang menerima aku sebagai penumpang dengan membunuh anaknya? … Aku bermohon kepadamu, kembalikanlah nyawa anak ini kepadanya. Dan Tuhan mendengar suara Elia, dan nyawa si anak itu pun kembali kepadanya dan kemudian si anak itu hidup kembali” (1 Raja-raja 17:19-20).

 

Jadi Bibel tidak memberikan hak keilahian istimewa kepada pengakuan Yesus dalam bobot menghidupkan orang yang sudah mati. Sungguh, di satu sisi kekuasaan Elisa lebih hebat dalam menghidupkan orang mati daripada Yesus, karena tulang yang sudah kering pun, setelah orang itu mati, jauh lebih manjur bisa dihidupkan kembali:

 

“Pada suatu ketika orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, ketika orang itu menyentuh tulang Elisa, maka si mayat itu hidup kembali lalu berdiri dan kemudian pergi”. (2 Raja-raja 13:21).

 

Seringkali dikatakan bahwa Yesus melakukan mu’jizat dengan kekuatannya sendiri, sementara perkara pada Nabi-nabi lainnya, Tuhanlah Yang melakukan mu’jizat itu dengan perantaraan mereka. Perbedaan yang fantastik ini tidak menambah nilai apa-apa, karena perihal Yesus sendiri pun Tuhan sajalah Yang melakukan mu’jizat tersebut.

 

Ini sangat mungkin bahwa kisah Elia maupun Elisa menghidupkan orang yang sudah mati dihasilkan oleh keinginan pikiran orang-orang saleh dari para pengikut Yesus permulaan untuk menerapkan perbuatan yang sama terhadap Guru mereka. Di sini ada jejak yang jelas di dalam alur cerita mereka. Matius, Markus dan Lukas menceritakan tentang menghidupkan anak perempuan seorang pemimpin dimana Matius mengutip ucapan Yesus yang mengatakan: “Anak perempuan itu tidaklah mati tapi cuma tidur saja” (Matius 9:24). Lainlainnya tidak mencantumkan kata-kata itu, namun kehadiran mereka di Matius cukup membuktikan sifat alami mu’jizat tersebut. Cukup menarik hati bahwa Yohanes tidak membicarakan sama sekali mu’jizat seperti ini namun menyebutkan bahwa mu’jizat itu tidak dikenal dalam Injil Synoptist (Matius, Markus dan Lukas) yaitu menghidupkan Lazarus setelah dia terbaring di kuburan selama empat hari (Yohanes 11:38-44). Mengapa bisa terjadi bahwa Injil Synoptist, salah satu atau semuanya, tidak mengetahui mu’jizat luar biasa itu, dan kenapa Yohanes tidak mengetahui adanya anak perempuan seorang pemimpin yang dihidupkan itu? Kesimpulannya jelas bahwa Yohanes, menulis belakangan, dia meragukan tentang menghidupkan seorang anak perempuan pemimpin tersebut, kemudian dia sungguhsungguh membuat satu cerita simbolik seperti yang terbaca seperti tadi. Terhadap dua mu’jizat itu, Lukas sendiri menyebutkan mu’jizat yang ketiga, yaitu menghidupkan anak laki-laki seorang janda di Nain (Lukas 7:11-17), yang ini tidak dikenal baik oleh Injil Synoptist lainnya maupun oleh Yohanes.

 

Dengan demikian di sini kita dapat menunjuk pada kemustahilan yang luar biasa yang ditulis oleh para penulis Injil permulaan yang gemar sekali terhadap cerita yang anehaneh. Bagi Matius tidak cukup hanya satu kisah mu’jizat membangunkan anak perempuan yang sedang tidur, tapi dia tambahkan dengan membangkitkan orang mati yang sudah empat hari lamanya terkubur di tanah yang kemudian orang itu berjalan menuju Yerusalem segera setelah Yesus menghentikan hantu kuburan:

 

“Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang” (Matius 27:51-53).

 

Mu’jizat yang aneh ini melampaui segala imajinasi, hanya para penginjil saja yang tidak memberikan keterangan secara detail mengapa tengkorak dan tulang-belulang itu bisa berjalan menuju kota; sebagaimana halnya perkara Lazarus, rupanya si penulis itu cukup berhati-hati untuk menambah-nambah cerita bahwa ada orang yang mati muncul dengan tangan dan kaki terikat oleh kain kafan, dan mukanya terbungkus oleh secarik kain dan agar ia terlepas dari ikatan itu ia menuju kepada Yesus Kristus. Mungkin kain kafan yang membungkus mayat orang suci itu sudah terjadi berabad-abad lamanya atau paling tidak sudah bertahun-tahun lamanya, disajikan secara utuh untuk menambah semaraknya penampilan mu’jizat tersebut. Tidak semua komentator Injil berani membaca kisah mu’jizat aneh ini secara harfiah, oleh karena itu kita punya komentar yang dikemukakan oleh Rev. J.R. Dummelow:

 

“Kejadian itu rupanya menggambarkan demi menyesuaikan kebenaran bahwa Kebangkitan Kristus melibatkan kebangkitan semua orang-orang suci, maka di Hari Paskah itu semua umat Kristen bisa dikatakan harus mempunyai perasaan begitu rupa yakni merasa bangkit bersama dia”.

 

Dari sini kita bisa menemui letak kebenaran tentang semua mu’jizat menghidupkan orang yang sudah mati tersebut. Yesus mengatakan itu sebagai tamsil atau bahasa kiasan, dan bahasa kiasan itu selalu digunakan oleh beliau secara bebas:

 

“Biarlah orang yang mati itu menguburkan orang yang mati pula, kata beliau” (Matius 8:22). Dan lagi:

 

“Sungguh, sungguh, aku katakan kepadamu, Dia yang mendengar ucapanku dan beriman kepada-Nya yang telah mengutusku, akan hidup abadi, dan tidak akan dihukum, tetapi hidup setelah melalui kematian. Sungguh, sungguh, aku katakan kepadamu, Saatnya akan datang, dan sekarang, tatkala yang mati akan mendengar suara anak Tuhan: dan mereka yang mendengar akan hidup … Jangan heran terhadap ini, karena saatnya akan tiba dan semua yang ada di kubur akan mendengar suara- Nya dan akan hidup”. (Yohanes 5:24, 25, 28).

 

Kini dari semua persoalan tersebut, dengan kematian, bahkan mereka yang ada di alam kubur, artinya adalah kematian rohani, mereka yang mati, artinya dalam keadaan berdosa, dan dengan hidup, itu artinya kehidupan rohani. Bahasa kiasan semacam itu digunakan juga oleh kaumYahudi. Menurut adat-istiadat Yahudi, “orang jahat, meskipun hidup, disebut mati”. Yesus Kristus mengirim kabar kepada Yohanes Pembaptis:

 

“Pergilah dan sampaikanlah kepada Yohanes segala sesuatu yang engkau dengar dan lihatlah: Orang buta bisa melihat, orang lumpuh bisa berjalan, orang lepra bisa disembuhkan, orang tuli bisa mendengar, orang mati bisa hidup, dan orang miskin diberikan kabar baik yang diajarkan kepada mereka” (Matius 11:4-5).

 

Kesimpulan kata-kata tersebut jelas sekali apa yang dimaksud Yesus, beliau tidak saja mengajarkan Injil kepada orang-orang miskin. Beliau berbicara secara tamsil, namun ucapan beliau disalah mengertikan, ini perlu direnungkan terhadap kisah menghidupkan orang yang sudah mati tersebut. Seluruh kekeliruan itu terletak pada ucapan Yesus yang terlalu begitu bebas menggunakan kata-kata kiasan, maka bukan hanya orang-orang Yahudi saja yang diberi tahu bahwa mereka tidak mengerti bahasa tamsil, bahkan para muridnya pun sering sekali menyalah-artikannya, bahasa tamsilnya diartikan secara harfiah (Yohanes 8:43). Kejadian berikut ini perlu diperhatikan:

 

“Sekarang para murid Yesus lupa mengambil roti … Dan beliau memperingati mereka, katanya: Berhati-hatilah, awaslah terhadap ragi orang Parisi dan ragi Herodes. Dan mereka berpikir di antara mereka sendiri, katanya. Karena kita tak punya roti. Ketika Yesus mengetahui itu, beliau berkata kepada mereka. Mengapa kamu membicarakan sebab tidak punya roti? Belumkah kamu mengerti, ataukah kamu tidak faham? Apakah kamu punya hati yang keras? Tidakkah matamu melihat?” (Markus 8:14-17).

 

Sungguh kita dapati bahwa murid-murid Yesus pun mengeluh terhadap bahasa tamsil beliau dan menyatakan tidak bisa mengikuti maksud beliau. Di sinilah terletak solusi tentang kisah menghidupkan orang yang mati tadi.

 

Berikut ini kita jelang apa yang dikemukakan oleh Qur’an Suci mengenai menghidupkan orang yang sudah mati. Untuk mengatakan bahwa Qur’an Suci membicarakan Yesus, khususnya dalam menghidupkan orang yang telah mati menyingkapkan secara halus kekurang tahuan isinya. Ia jelas sekali membicarakan mengenai Nabi Suci menghidupkan orang yang mati. Lebih lanjut Qur’an berfirman:

 

 

“Wahai orang-orang yang beriman, sambutlah seruan Allah dan Utusan-Nya tatkala ia mengajak kamu kepada yang memberi hidup kamu” (Qur’an Suci. 8:24).

 

Kesalahan tersebut muncul dari perbedaan pribadi-pribadi yang dijadikan di antara para Nabiyullah itu, maka ketika Qur’an menyatakan Nabi Suci menghidupkan orang yang sudah mati, artinya adalah menghidupkan rohani yang sudah mati bagi mereka yang mati dalam kebodohan, tetapi ketika membicarakan Yesus menghidupkan orang yang telah mati, kata-kata itu diartikan secara harfiah, yakni menghidupkan kembali orang yang telah mati secara fisik. Mengapa kedua ucapan itu tidak sama di kedua tempat itu? Tentang arti yang sebenarnya Qur’an menjelaskannya sendiri. Ia membicarakan tentang kematian itu berkalikali dengan arti mati rohaninya. Ia membicarakan mereka dihidupkan kembali artinya dihidupkan kembali rohaninya. Saya akan berikan beberapa contoh terhadap masalah ini, dimana hal ini banyak sekali disalah mengertikan. Di salah satu Surat dikatakan:

 

“Apakah orang yang telah mati, Lalu Kami hidupkan lagi, dan kepadanya Kami beri cahaya yang dengan itu dia berjalan di antara manusia, sama dengan orang yang perumpamaannya seperti orang yang berada dalam kegelapan yang ia tak dapat keluar dari sana? (Qur’an Suci, 6:123).

 

Di ayat ini bisa kita baca bagaimana orang mati dihidupkan dalam kata-kata yang jelas, dengan penjelasan ayat ini bukan jiwa manusia yang melayang, lalu dikembalikan ke badan wadag kasarnya, tapi yang dimaksud adalah hidup dan matinya rohani. Di tempat lain bisa kita baca:

 

“Sesungguhnya engkau tak dapat membuat orang yang mati mendengar panggilan, dan engkau tak dapat pula membuat mendengar orang yang tuli jika mereka berbalik punggung” (Qur’an Suci, 27:80).

 

Markus mengkombinasikan antara mati dan tuli. Dua-duanya dikatagorikan sama. Nabi tidak bisa membuat mereka mendengar jika mereka tak siap untuk mendengarkan lalu mereka berbalik pergi entah ke mana. Dalam kaitan yang sama dinyatakan pula di tempat lain:

 

“Tak sama orang hidup dan orang mati. Sesungguhnya Allah membuat mendengar siapa yang Ia kehendaki, dan engkau tak dapat membuat mendengar orang yang ada dalam kubur” (Qur’an Suci, 35:22).

 

Di sini bukan saja orang yang mati, tapi juga orang yang ada di dalam kubur. Di dalam kubur di sini bukan berarti badan wadag yang terbujur di liang lahat. Tidak pula kata-kata itu berarti bahwa Nabi bisa menghidupkan orang-orang yang rohaninya ada di dalam kubur. Yang dimaksud itu adalah bahwa Nabi hanyalah manusia biasa tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin; menghidupkan mereka yang ada di dalam kubur maknanya adalah tangan Allah bekerja melalui Nabi yang bisa membawa perubahan besar.

 

Dari sini jelas sekali bagaimana Qur’an Suci membicarakan para Nabiyullah yang menghidupkan orang-orang mati, yakni rohani yang mati dan rohani yang hidup, dan dalam hal inilah Qur’an membicarakan Nabi Suci Muhammad dan Yesus Kristus (Nabi ‘Isa) menghidupkan orang mati. Akan lebih jelas lagi bila direnungkan bahwa menurut Qur’an Suci yang mati benar-benar akan dihidupkan di hari Pengadilan dan kembali kepada kehidupan di sini tidak diperbolehkan sebelum Hari Penngadilan kelak, ini dijelaskan dalam kata-kata yang terang:

 

“Allah mengambil nyawa pada waktu matinya, dan yang tak mati pada waktu tidurnya. Lalu Ia menahan nyawa yang Ia putuskan mati, dan mengirim kembali yang lain sampai waktu yang ditentukan” (Qur’an Suci, 39:42).

 

Ayat ini menyimpulkan dengan tuntasnya bahwa Qur’an tidak mengakui hidupnya kembali mereka yang benar-benar telah mati secara jasmani. Suatu ketika fase kematian akan dilalui, nyawa itu dicegah dan dalam keadaan apa pun tak akan kembali lagi. Prinsip seperti itu dikuatkan oleh ayat berikut ini:

 

“Sampai tatkala kematian mendatangi salah seorang di antara mereka, ia berkata: Tuhanku, kembalikanlah aku agar aku dapat berbuat kebaikan dari perkara yang aku lalaikan. Tak mungkin! Sesungguhnya itu kata-kata yang ia ucapkan, Dan di hadapan mereka ada tabir, sampai hari mereka dibangkitkan” (Qur’an Suci, 23:99-100).

Jadi kita diberitahu dengan kata-kata yang jelas bahwa tak seorang pun yang telah melewati pintu kematian di alam barzakh diizinkan kembali kepada kehidupan yang telah lalu. Ayat ketiga ini bisa dibaca lagi:

 

“Haram bagi suatu kota yang telah Kami binasakan dan mereka tak akan kembali” (Qur’an Suci, 21:95).

 

Beberapa kata komentar bisa ditambahkan terhadap ayat yang terakhir ini yang sumbernya dari Hadits Nabi Suci saw. Kejadian berikut ini diriwayatkan oleh Nasa’i dan Ibnu Majah, dua orang perawi Hadits sahih. Ayah Jabir, yakni Abdullah telah terbunuh di medan tempur oleh musuh Islam. Suatu hari Nabi Suci melihat Jabir berduka cita. “Apa yang membuatmu bersedih hati”? Tanya seorang Guru yang turut berduka cita terhadap sahabatnya yang dirundung duka itu. “Ayahku telah gugur dan di belakangnya meninggalkan keluarga besar serta hutang yang menggunung”. Jawaban Jabir. “Bolehkah aku berikan kabar gembira tentang karunia agung bahwa ayahmu telah ditemui Allah”, demikian sabda Nabi Suci … “Tuhan berfirman, Wahai hamba-Ku, ungkapkanlah suatu kehendak dan Aku akan mengganjarmu. Dia berkata, Tuhanku! Berilah aku hidup maka aku bisa berjuang di jalan-Mu, Allah Ta’ala berfirman, mereka tak bisa kembali. Keinginan Abdullah hidup kembali dan bertempur melawan musuh Islam hanyalah satu batasan di jalan-Nya – “tapi mereka tak bisa kembali – kata-kata ini benar-benar menyimpulkan bunyi ayat yang baru saja saya kutip. Bukti yang sama seperti komentar Nabi Suci terhadap ayat ini bisa dijumpai di dalam Hadits Sahih Muslim, dimana para syuhada pada umumnya dikatakan sama seperti itu. “Apa yang lebih diinginkan?” mereka ditanya oleh Allah Ta’ala. Pertanyaan itu diulang dan mereka berkata: “Tuhan kami, kami menginginkan agar kami dihidupkan kembali dan kembali ke dunia agar kami bisa bertempur kembali di jalan-Mu”. Dan apakah jawaban terhadap kehendak yang suci ini pada waktu seseorang ikut bertempur dalam barisan Islam mencari keridlaan Ilahi? “Telah Aku tuliskan bahwa mereka tak akan bisa kembali”. Di dunia ini tak ada seorang pun yang dapat membalikkan firman Qur’an Suci ini bahwa mereka yang sekali mati tak akan hidup kembali di dunia ini; dan kehidupan

itu akan kembali, kelak nanti pada Hari Kiamat.

Februari 9, 2011 - Posted by | Akhir zaman

19 Komentar »

  1. kristen sesat

    Komentar oleh Mahdid Musyawaroh | Agustus 29, 2011 | Balas

  2. mengapa engkau membeci yesus…nabi muhamad mu saja sangat mengaggumi yesus kristus..dan menyerahkan nyawanya kepada yesus kristus..baca hadistmu

    Komentar oleh nikko | Juli 31, 2012 | Balas

    • KEPALA UTAK KAU ITU…… kami tidak pernah mengakui, bahwa kami membenci yesus… malah kami sangat kagum pada Nya… karena Allah telah menjadikan nya seorang Rasul yang bertugas untuk menunjukkan jalan yang benar kepada semua manusia, kami bersyukuuuur kali. Allah menghadir kan Rasul di antara umat manusia dengan mukjizat yang berbeda beda,,,, sebagai bukti bahwa Dia adalah seorang Utusan atau Nabi Allah. walau pun seandai nya si manusia Yesus itu memang hebat atau bisa menghidupkan orang mati… coba berfikir jernih lah… kalau memang mau cari Tuhan yang mungkin lebih hebat dari manusia…. kan ada,,, cari aja Jin Jin atau pun Syetan Setan untuk di jadikan Tuhan. kan Jin atau pun syetan hebat juga,,, dia bisa menghilang, dia bisa berubah bentuk, dia juga bisa jadi spederman, batman, ultramen, oh iya powerranger pun bisa… kalau Tuhan menurut aku… Tuhan yang jaaauh lebih dahsyat kehebatan nya… yang bisa berbuat dari semua mahluk yang tidak bisa berbuat.

      Komentar oleh mey mentai | Mei 22, 2013 | Balas

  3. sejarah alquran datang dari mana klo bukan dari injil…

    Komentar oleh nikko | Juli 31, 2012 | Balas

    • Taurat Biblel dan Quran adalah sebagai First, second, and as Last Revelation, makanya Quran itu meng koreksi apa apa isi Taurat dan Bible yang tidak benar dan tidak logis agar manusia jadi tahu tentang adanya campur tangan dari otoritas gereja yang mengotori a.l isinya bible tsb Mau bukti ? a.l adanya ayat ayat PORNO dalam kitab suci anda, walaupun jawaban anda selalu berkelit dan mengatakan itu adalah sebagai contoh kehidupan tapi itu tetaplah sebagai cerita PORNO yang tidak pantas dibaca oleh kaum remaja terutama remaja putri, nah silahkan check dan baca sendiri :

      1, Yekezkiel 23:1-21
      2, Yekezkiel 16:22-38
      3, Ulangan 23:1-2
      4, Hosa 3:1
      5, Kidung agung 4:1-7
      6, Kejadian 38:8-9
      7, Kidung agung 7:6-13

      Pelecehan Alkitab (bijbel) kepada para Nabi Allah

      1, Kejadian 9:18-27 ( nabi Nuh mabuk2-an )
      2, Kejadian 19:30-38 (Nabi Luth meng HAMILI kedua putri kandungnya )
      3, II Samuel 11:2-27 Nabi Daud skandal seks dengan anak buahnya
      4, I Raja2 1:1-3 ketika nabi Daud sudah tua tidur dengan perawan muda
      5, Kejadian 27:1-46 skandal nabi Yakub
      6, Kejadian 38:13-19 Yehuda anak nabi Yakub skandal dengan menantunya
      7, II Samuel 16:21-23 Absalon putra nabi Daud memperkosa gundik ayahnya
      8, II Samuel 13:7-14 Amnon putra nabi Daud skandal dengan saudara
      perempuannya
      9, Kejadian 35:22 Ruben putra tertua nabi Yakub skandal dengan gundik ayahnya
      10, Raja2 11:3 Nabi Sulaiman (Salomo) nabi yang rakus wanita
      11, Leluaran 32:2-4 Nabi Harun membuat dan menyembah patung
      12, Markus 11:12-14 bandingkan Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10
      Yesus orang bodoh/idioot dan emosional

      Catatan : nama2 pezinah tersebut ada dalam silsilah Yesus ( Matius 1:1-17 dan
      Lukas 3:23-38

      Komentar oleh Beton | Agustus 31, 2013 | Balas

  4. TUHAN ampunilah aku dan mereka yang tidak mengerti tentang MU

    Komentar oleh nikko | Juli 31, 2012 | Balas

  5. Mujizat yang dicatat
    dalam Injil Matius

    Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (Matius 8:1-4)
    Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (Matius 8:5-13)
    Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Matius 8:14-17)
    Yesus meredakan angin ribut (Matius 8:23-27)
    Yesus menyembuhkan dua orang yang kerasukan (Matius 8:28-34)
    Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Matius 9:1-8)
    Yesus menyembuhkan anak kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan (Matius 9:18-26)
    Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (Matius 9:27-31)
    Yesus menyembuhkan seorang bisu (Matius 9:32-34)
    Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Matius 12:9-15a)
    Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan (Matius 12:9-15a)
    Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13-21)
    Yesus berjalan di atas air (Matius 14:22-33)
    Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (Matius 14:34-36)
    Yesus menyembuhkan anak perempuan seorang perempuan Kanaan (Matius 15:22-28)
    Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (Matius 15:29-31)
    Yesus memberi makan empat ribu orang (Matius 15:32-39)
    Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan (Matius 17:14-18)
    Yesus membayar bea untuk Bait Allah (Matius 17:27)
    Yesus menyembuhkan dua orang buta (Matius 20:29-34)
    Yesus mengutuk pohon ara (Matius 21:18-19)
    Kebangkitan Yesus (Matius 28:1-10)

    dalam Injil Markus

    Yesus mengusir roh jahat di Kapernaum (Markus 1:23-28)
    Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Markus 1:29-34)
    Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Markus 2:1-12)
    Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Markus 3:1-6)
    Yesus menyembuhkan banyak orang (Markus 3:7-12)
    Yesus meredakan angin ribut (Markus 4:35-41)
    Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa (Markus 5:1-20)
    Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan (Markus 5:21-43)
    Yesus memberi makan lima ribu orang (Markus 6:30-44)
    Yesus berjalan di atas air (Markus 6:45-52)
    Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (Markus 6:45-52)
    Yesus menyembuhkan seorang tuli (Markus 7:31-37)
    Yesus memberi makan empat ribu orang (Markus 8:1-10)
    Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida (Markus 8:22-26)
    Yesus mengusir roh dari seorang anak yang bisu (Markus 9:14-29)
    Yesus menyembuhkan Bartimeus (Markus 10:46-52)
    Kebangkitan Yesus (Markus 16:1-8)

    dalam Injil Lukas

    Yesus melepaskan diri dari orang-orang yang hendak mencelakakan Dia (Lukas 4:28-30)
    Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain (Lukas 4:38-41)
    Yesus memanggil Petrus dan saudaranya (Lukas 5:1-11)*Yesus melakukan mujizat melalui Simon
    Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (Lukas 5:12-16)
    Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Lukas 5:17-26)
    Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Lukas 6:6-11)
    Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10)
    Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7:11-17)
    Yesus meredakan angin ribut (Lukas 8:22-25)
    Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa (Lukas 8:26-39)
    Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan (Lukas 8:40-56)
    Yesus memberi makan lima ribu orang (Lukas 9:10-17)
    Yesus mengusir roh dari seorang anak yang sakit (Lukas 9:37-43a)
    Yesus menyembuhkan perempuan bungkuk yang dirasuk roh (Lukas 13:10-17)
    Yesus menyembuhkan orang yang sakit busung air (Lukas 14:1-6)
    Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta (Lukas 17:11-19)
    Yesus menyembuhkan seorang buta dekat Yerikho (Lukas 18:35-43)
    Yesus menyembuhkan telinga Malkhus yang putus (Lukas 22:50-51)
    Kebangkitan Yesus (Lukas 24:1-12)

    dalam Injil Yohanes

    Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-10)
    Yesus menyembuhkan anak seorang pegawai istana (Yohanes 4:46-53)
    Yesus menyembuhkan seorang lumpuh di Betesda (Yohanes 5:1-9)
    Yesus mencelikkan mata seorang yang buta sejak lahir (Yohanes 9:1-12)
    Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian (Yohanes 11:38)
    Kebangkitan Yesus (Yohanes 20:1-10)
    Yesus memberikan hasil tangkapan ikan yang luar biasa (Yohanes 21:4-6)

    Referensi

    ^ Yohanes 9:6: Setelah Ia (Yesus) mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi

    (Indonesia) Bob Phillips, “Find It in the Bible – Lists, Lsts, and more List”, Immanuel, Jakarta 2007
    Trench, Richard Chenevix, Notes on the miracles of our Lord, London : John W. Parker, 1846 and many later editions
    Brown, Raymond E. An Introduction to the New Testament, Doubleday, 1997 ISBN 0-385-24767-2
    Brown, Raymond E. et al. The New Jerome Biblical Commentary Prentice-Hall, 1990 ISBN 0-13-614934-0
    Kilgallen, John J. A Brief Commentary on the Gospel of Mark, Paulist Press, 1989. ISBN 0-8091-3059-9
    Meier, John P. A Marginal Jew: Rethinking the Historical Jesus, v. 2, Mentor, Message, and Miracles, Doubleday, 1994, ISBN 0-385-46992-6
    Miller, Robert J. Editor The Complete Gospels, Polebridge Press, 1994 ISBN 0-06-06558

    Komentar oleh nikko | Juli 31, 2012 | Balas

    • Alah gitu ajah kok repot ?
      Coba lihat tuh sejarah Bible kalian secara teliti ……

      Cetakan LAMA bible masih ditulis sbb :

      Bible according Lucas
      Bible according Yohannes
      Bible according Matius
      Bible accoring Mark

      Nah Bible yang SEKARANG kata kata ” ACCORDING ” sudah dihilangkan ……. alias dimanipulasikan oleh gereja …….. TING TONG …..

      Pertanyaannya sekarang bagaimana dan dimana kita dapat menjumpai Bible According YESUS repeat “Bible according Yesus” ????

      Komentar oleh Beton | Agustus 31, 2013 | Balas

  6. Hahaha… Kristener kebingungan dengan adanya orang2 yg diijinkan Allah, untuk membangkitkan orang yg telah mati….

    Weks…. Nikko copas injil…, Para Dokter dengan izin Allah dapat menyembuhkan orang yg sakit … apa dokter lu samakan dengan Tuhan…?, daftar pasien “seorang” dokter, yg sembuh dari sakitnya lebih banyak dari pada yesus….
    Dokter skarang dah bisa transplantasi jantung, paru, hati, dan organ tubuh lainnya.. kok masih menganggap Jesus sebagai tuhan seh…?

    Komentar oleh Jesus ga mau disembah | November 18, 2012 | Balas

    • Ini muzizat,dokter pakai alat dan obat bukan menghidupkan,hanya mengobati.

      Komentar oleh timo | Desember 16, 2012 | Balas

  7. Jgan salah artikan Mu’jizat… Mu’jizat (bahasa arab) artinya= kelebihan/ kepandaian yang diberikan Tuhan kepada Nabi/ Rosul untuk membuktikan Ke-Nabiannya/ Ke-Rosulannya, seperti Nabi ISA. AS dapat menghidupkan orang mati, dapat membuat burung dari segumpal tanah, pertanyaannya apakah ISA AlMasih putra Maryam itu Tuhan??? karna dalam injil selain ISA Almasih juga ada dapat menghidupkan org mati, contoh Elisa pun lebih hebat lagi ketuhanannya. Di dalam Raja-raja 2:4 kita diberitahu bahwa seorang anak telah mati dan kematiannya itu sungguh benar ketika Elisa datang:

    Komentar oleh iwan wirawan | Desember 26, 2012 | Balas

  8. gni soudaraku,, klu anda refrensinya,, elia dan elisa,,, tolng baca dengan,, tepat,(2raja-raja 2;1-25)
    elia dan elisa bisa mendengarkan ap yang di katakan oleh allah secara audibel,melkukan apa yg di suruh oleh Allah,
    nah misal anda hidup di zaman elia trus bilang kepada anda,,, aku tuhan, ikutlah aku,, apa yang anda akn lakukan,, anda klu sudah lihat sendiri,, pasti anda percaya bukan,,tp jika anda tidak melihat mukjizat,, dari elia,pastilah anda akan mencelanya bukan,, betul.
    jadi so,, klu Tuhan yesus,juga bisa mendengarkan apa yang di katakan bapanya di surga,, ia pasti lakukan apa yang di perintahkan bapanya, betul, jd jika tuhan yesus berkata “bapa di dalam aku dan aku di dalam DIA”ap itu keinginannya sendiri dan ap perkataan tuhan yesus tidak di pertanggung jawabkan dengan Bapanya di surga,?.Tuhan di surga tidak marah pd Yesus,bahkan mukjizat itu sering di lakukan oleh tuhan yesus, krna kodratnya tuhan yesus harus mati sebagai orang yang paling hina untuk dapat menyelamatkan orng2 yang paling hina sekalipun jika dia percaya kepadanya,, berbahagialah orang yg tidak melihat namun percaya,,klu di hina itu sudah makanan dri sejk Tuhan yesus ada,:) tank u brother,,,baca dengan seksama y,

    Komentar oleh jun,, | Januari 18, 2013 | Balas

  9. soudraku and berhak kog bilng kyk gtu,, karena itu sudah di nubuatkan oleh tuhan yesus sendiri,ap yng anda lkukan, jika muhamad bilang” ikutlah aku, aku tau arah ke surga”kemudian berkata sperti yng di katakan yohnes 8 ;12-29,, klu belum ngerti juga,pasl 14;1-14,:)
    ,klu msh menyangkal pula,,:)
    jika and berbuat baik, pasti dekat dengan surga tanpa lihat agama apapun,nmun yg berbeda adlh siapakah penolong kita, di saat kita tersesat,jika bukan gembala yg baik seperti apa yang di ilustrasikan tuhan yesus,,
    .jlu

    Komentar oleh jun,, | Januari 18, 2013 | Balas

    • Bagaimana anda mengatakan TUHAN Yesus, beliau itu diangkat sebagai anak tuhan dan tuhan itu sendiri setelah 325 tahun beliau wafat oleh ketetapan pada KONSILI NICEA di Turkey ……….. tidak ada dijumpai dalam BIBLE yang mengatakan secara letterlijk bahwa Yesus itu Tuhan !?????
      .
      Malah sudah dijumpai dalam Bible Indonesia bahwa para otoritas gereja telah dengan SENGAJA merobah kata ” Tuan Yesus ” menjadi ” TUHAN YESUS ” sebanyak 33 kali ……repeat 33 kali …… kalian kristenen telah melakukan banyak pemalsuan dan kesesatan dalam memanipulasikan terjemahan bible secara sengaja untuk membohongi umatnya!

      Komentar oleh Beton | Agustus 31, 2013 | Balas

  10. soudraku and berhak kog bilng kyk gtu,, karena itu sudah di nubuatkan oleh tuhan yesus sendiri,
    ap yng anda lkukan,? jika muhamad bilang” ikutlah aku, aku tau arah ke surga”kemudian berkata sperti yng di katakan yohnes 8 ;12-29,, klu belum ngerti juga,pasl 14;1-14,:)apa anda akn menyangkal pula,,:)anda melihat segal mujizatnya,,gmn?
    jika and berbuat baik, pasti dekat dengan surga tanpa lihat agama apapun,nmun yg berbeda adlh siapakah penolong kita, di saat kita tersesat,jika bukan gembala yg baik seperti apa yang di ilustrasikan tuhan yesus,,
    .jlu

    Komentar oleh jun,, | Januari 18, 2013 | Balas

  11. bedanya cara membangkitkan orang yang meninggal itu. coba baca ayatmya baik-baik. Elia memohon kepada Tuhan Allah untuk membangkitkan anak tersebut, sedangkan Yesus memberikan perintah supaya orang yang mati itu bangkit. Jangan lupa dihari Penghakiman siapa yang berhak?

    Komentar oleh kafir dan Murtad | April 16, 2013 | Balas

  12. ngga usah repot repot, orang orang kafir itu tidak ada gunanya di nasihati karena sesuai firman Allah dalalm Al-qur’an, bahwa Allah telah menutup hati dan mata mereka, jadi percuma saja memberitakan kebenaran kepada mereka, nabi saja utusan Allah di tolak mereka, malah di katakan Tuhan contoh nya Nabi Isa, mereka tidak akan beriman kalau tidak izin Allah
    yang jelas Agama itu tidak pernah bertentangan dengan logika, sedangkan 1+1+1=1 jelas jelas tidak logika….sungguh membingungkan hasilnya

    Komentar oleh ramliadeliaRamli | Juli 19, 2013 | Balas

  13. Kalo yang gak LOGIS itu ajaran GEREJA yang katanya ajaran YESUS padahal beliau tidak pernah berkata demikian dan tidak dijumpai dalam bible , itu yang kaya gini lho :

    Para PASTOR dan Paderi pada nembakin PANTAT alias men S O D O M I lobang pantat atawa dubur para pemuda remaja pembantu MISA digereja, nah inilah akibat ajaran C E L I B A T yang T I D A K L O G I S , apakah ini ajaran YESUS kah ? Coba cari dalam BIBLE apakah ajaran celibat ini dijumpai dan pertanyakan apakah ini berasala dari ajaran Yesus ? Mana ada lelaki kok tidak boleh kawin ? Lha itu yang namanya ajaran GAK masuk akal dan menyalahi HUKUM ALAM yang berlawanan dengan kebutuhan BIOLOGIS manusia ………….. TING TONG !

    Makanya GEREJA di AMRIK dan EROPAH pada sepi dan kosong karena para ibu2 nya pada takut klo anak remaja lelakinya akan jadi korban HOMO SEX para PASTOR dan Paderi yang ngaceng lihat lobang pantat mereka ! Nah inilah agama KRISTEN yang tidak realistis !

    Baca tuh kisah nabi LOT atau Luth yang melarang perbuatan HOMO SEX, eh malah para pastornya pada melakukan perbuatan itu ???????

    Komentar oleh Beton | Agustus 31, 2013 | Balas

  14. Baca injil yg bener, yesus gak berdoa seperti Elia saat dia menghidupkan orang mati, yesus berkata “bangunlah” dan orang yg tlh meniggal itu pun hidup. Pikir baik2 knpa agama apapun meyakini bahwa yesus yg turun saat kiamat? Knapa bukan adam nabi pertama, knpa bukan muhammad nabi terakhir, knpa bkn musa nabi yg ceritanya sangat mendunia(populer) karena apa yg pertama itulah yg juga akan datang terakhir. Krna sesungguhnya sebelum abraham pun yesus sudah ada. Klo anda meragukan yesus adalah bagian dri Allah, berarti sama aja anda meragukan kuasa Allah, krna Allah bisa jadi apa ajah yg Dia mau. Dan itu rahasia Allah, kita cman bisa mikir pake iman, jgn logika mulu. Gak nyampe pikiran kita klo semua harus logika tapi juga harus pake iman.

    Komentar oleh kadea | Mei 30, 2014 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: