MIMBAR UMAT

Menjaga Umat dari Informasi Sesat

GOSIP. Digosok-Gosok biar SIP…!

  • Gosip adalah obrolan tentang orang-orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan. Tapi gosip juga suka diartikan dengan Desas-desus yang artinya kabar angin, percakapan orang banyak (yang belum tentu benar dan tidaknya serta tidak diketahui sumbernya). Dan kadang disebut juga dengan Isu: kabar yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas-desus. Dan kadang disebut juga dengan rumor yang merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, rumour. Menurut Oxford Advanced Leraner’s Dictionary of Current English artinya general talk, gossip, hearsay, (statement, report, story) which cannot be verified and is of doubtful accuracy.

    Sumber dari :
    http://www.indomedia.com/intisari/1998/februari/b_isu2.htm
    ##
    Negeri kita negeri yang penuh dengan banyak berita dan informasi. Hampir tiap hari kita mendapat berita dan kabar lewat media. Tapi kadang kita terkecoh dengan Gosip. Yang pada akhirnya kita sendiri yang merugi. Berita yang hanya satu jengal misalnya. Bisa menjadi beberapa jengakal tangan. Memang disinilah faktor penyampai beritanya yang berperan. Dalam ajaran islam ada etika terhadap sebuah berita yang disampaikan. Kita tidak harus dulu percaya dan janga dulu menolak terhadap sebuah berita (tawafuf dan Tabayyun). Hingga akhirnya kita sangat jelas dengan berita tersebut. Dan setelahnya kita dapat mengambil sebuah tindakan.

    Berbicara tentang gosip, ada sebuah stasiun TV yang menayangkan acara ini. Dengan mengangkat cerita yang sedang menimpa orang-orang yang dikenal dan terkenal dinegeri ini. Tapi acara ini tenyata banyak unsur-unsur yang negatifnya. Betapa tidak acara ini mengangkat cerita-cerita yang sebenarnya dianggap pribadi dan tidak layak untuk disampaikan. Memang disinilah wartawan punya peran. Mereka punya andil dalam pemberitaan ini. Sehingga acara ini bisa tayang. Jika saja kita seorang wartawan, tentu tidak salah kita menyampaikan sebuah berita karena itu adalah sebuah pekerjaan. Tapi dalam penyampaian berita tentu ada etikanya yang perlu dipegang. Jangan hanya karena ingin dikonsumsi banyak orang kita membuat berita yang justru tidak jelas sumbernya atau malah membuat cerita yang banyak unsur merusak citra (seseorang).
    Dan akhirnya berita-berita yang sampai kepada kita adalah tergantung siapa yang menyampaikan kepada kita. Kita layak menerima berita tersebuat jika memang sumbernya jelas dan terpercaya. Kita harus hati-hati terhadap penyampai berita. Siapa tahu berita tersebuat merupakan tambahan-tambahan dari para penyampai berita yang mempunyai tujuan tertentu.

    Jadi jika ditanya apa itu GOSIP ? Menyambung apa yang disampaikan guru Bahasa indonesia saya ketika di SMP dulu, penulis berkata’. “GOSIP itu (berita yang) Digosok-gosok biar sip” !

    April 14, 2008 - Posted by | Artikel, Berita, Indonesia, Informasi, Obrolan, Opini, Politik, Renungan, Sasrta, Umum

    2 Komentar »

    1. Untungnya aku gak suka nonton tv, tv di kamarku dah lama gak dinyalahin jadi gak tahu gosip2 yg aneh2

      Komentar oleh Landy | April 14, 2008 | Balas

    2. aku juga udh jarang nonton nih..
      apalagi nonton gosip..
      plis deh..

      Komentar oleh oRiDo | April 21, 2008 | Balas


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: