MIMBAR UMAT

Menjaga Umat dari Informasi Sesat

52 PENGHAFAL AL QURAN DIWISUDA

YOGYAKARTA, KOMPAS – Sebanyak 52 santri penghafal Al Quran dari Pondok Pesantren Hamaltul Quran, Bantul, diwisuda, Minggu (3/10). Perkembangan ponpes yang mendidik santri penghafal Al Quran di DI Yogyakarta semakin pesat dan termasuk disegani di level nasional.

Wisuda dilakukan di Ponpes Hamaltul Quran, Kasihan, Bantul. Turut hadir Wakil Bupati Bantul Sumarno dan Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Mas’amah. Pada acara itu, hadirin juga diberi kesempatan menguji daya hafal para santri.

Ketua Dewan Pembina Ponpes Hamaltul Quran Jarot Nugroho mengatakan, kemarin wisuda pertama sejak ponpes membuka program hafalan Al Quran pada tahun 2003. “Dari 145 santri tingkat SMP dan SMA, sebanyak 52 di antaranya sudah lulus hafalan 30 juz,” kata Jarot.

Lama waktu menyelesaikan hafalan Al Quran bervariasi. Di antara wisudawan, Ali Rohani (14) tercatat lulusan tercepat yang butuh waktu satu tahun menghafal 30 juz. “Program yang kami miliki menargetkan santri bisa menyelesaikan hafalan dalam tiga tahun,” katanya.

Metode yang diterapkan di ponpes yang tidak menarik biaya kepada para santrinya itu adalah sistem setoran hafalan (muratal). Sistem itu memberikan target hafalan dalam waktu tertentu yang disesuaikan kemampuan setiap santri, maksimal dirancang untuk diselesaikan dalam tiga tahun.

Ujian akhir bagi santri yang telah menghafal 30 juz adalah membacakan Al Quran tanpa melihat teks kepada tim penyimak. Ujian akhir itu dilakukan tiga hari. Setiap hari santri menyelesaikan sepuluh juz.

Jarot mengatakan, dengan mencetak para penghafal, keaslian dan kelestarian Al Quran akan terus terjaga. Itu juga dimaksudkan menumbuhkan jiwa mencintai, mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan Al Quran di kalangan umat Muslim.

Berkembang pesat

Sementara itu, Mas’amah mengatakan, ponpes yang memiliki program menghafal Al Quran berkembang pesat di DIY. “Dari 172 ponpes yang terdaftar di seluruh DIY, lebih dari sepuluh persen memiliki program hafalan Al Quran,” katanya.

Program hafalan Al Quran yang dimiliki berbagai ponpes di DIY disebutkan Mas’amah juga termasuk yang disegani di level nasional. “Banyak santri asal luar DIY yang tertarik datang untuk belajar menghafal Al Quran di beberapa pesantren di sini,” katanya.
(ENG) …

http://cetak.kompas.com/read/2010/10/04/1434171/52.penghafal.al.quran.diwisuda

Januari 31, 2011 - Posted by | Agama, Akhir zaman

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: