MIMBAR UMAT

Menjaga Umat dari Informasi Sesat

Tuduhan Kafirun !!!

Mereka membuat Tuduhan kepada Muhammad. Dibawah ini tuduhan mereka !

 

KRISTUS-KRISTUS PALSU – TANDA AKHIR ZAMAN – BAGIAN II

(FALSE CHRISTS – A SIGN OF THE END – PART II)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Pagi, 19 Oktober 2008
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).

 

Para Murid bertanya kepada Kristus, “Bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Matius 24:3). Sebenarnya, kata Yunani untuk “dunia” di sini berarti “zaman.” Bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan zaman?”

Kristus tidak memberikan satu tanda kepada mereka, yang mereka tanyakan kepada Dia. Sebaliknya Ia memberikan banyak tanda kepada mereka. Tanda pertama yang Ia berikan adalah penyesatan rohani berhubungan dengan siapa Kristus.

“Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang” (Matius 24:4-5).

Kemudian ayat kita berkata,

“Sebab Mesias-mesias palsu…sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).

Kata yang diterjemahkan “menyesatkan” dalam ayat-ayat ini berasal dari bentuk kata Yunani “planaō.” Kata ini berarti “menyebabkan menyimpang…dari kebenaran” (Strong), “menipu, dengan memimpin kepada kesalahan” (Vine). Poinnya adalah ini – akan ada penyesatan besar berhubungan dengan Kristus pada akhir zaman ini. Akan ada banyak ”Kristus” palsu. Itulah tanda yang Ia berikan – banyak Kristus-Kristus palsu, Kristus-Kristus gadungan di akhir zaman.

Dr. M. R. DeHaan menulis sebuah buku yang menarik The Days of Noah (Zondervan Publishing House, 1971 edition). Salah satu pasalnya diberi judul, “The Age of Deception” [“Zaman Penyesatan”]. Berhubungan dengan ayat kita ini, Dr. DeHaan menulis,

Akhir zaman, kata Yesus, pertama-tama akan dikarakteristik oleh multiplikasi pengajaran-pengajaran palsu dan bidat-bidat menyesatkan… mereka semua mengklaim diri mereka benar, namun semuanya berbeda sekali atau sedikit berbeda dalam tingkatan tertentu satu dengan yang lainnya. Itu menyebabkan banyak orang dibuat bingung dan bertanya, Apa yang dapat kita percaya? Siapa, dari semua itu, yang benar? Di mana kita dapat menemukan kebenaran? Yang benar di sini bahwa jawaban Yesus datang dengan kuasa yang luar biasa:

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu” (Matius 24:4).

Ujilah ini: Apakah itu ada di dalam Firman Allah [Alkitab] atau penambahan dari orang-orang?… Apakah itu hanya didasarkan secara ekslusif di atas Alkitab, atau itu di dasarkan pada Alkitab ditambah dengan ha-hal lain – misalnya wahyu tambahan atau visi, mimpi atau suara [yang katanya dari Tuhan] atau ditambahkan dengan dokumen-dokumen yang ditemukan? Itu mungkin saja hanyalah kredo-kredo atau dogma atau interpretasi dari manusia, atau tradisi-tradisi. Sesuatu yang ditambahkan pada Firman Allah yaitu enam puluh enam kitab dari Alkitab yang kita miliki, menunjukkan ini palsu dan berbahaya – hal yang Yesus peringatkan untuk kita hadapi (M. R. DeHaan, M.D., The Days of Noah, Zondervan Publishing House, 1971 edition, hal. 55-56).

Yesus berkata bahwa salah satu tanda dari akhir zaman adalah munculnya Kristus-Kristus palsu, gadungan.

“Sebab Mesias-mesias palsu… sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).

Ia berkata bahwa banyak orang akan dipimpin ke dalam kesalahan dan percaya kepada Kristus palsu dari pada Dia yang sejati. Sekarang kita diperhadapkan dengan begitu banyak “Kristus-Kristus” palsu yang sedang membingungkan banyak orang.

Bagaimana kita dapat mengenali siapa Kristus yang sejati? Dr. DeHaan berkata,

Ujilah ini: Apakah itu ada di dalam Firman Allah [Alkitab] atau penambahan dari orang-orang?… Apakah itu hanya didasarkan secara ekslusif di atas Alkitab, atau itu di dasarkan pada Alkitab ditambah dengan ha-hal lain – misalnya wahyu tambahan… Sesuatu yang ditambahkan pada Firman Allah yaitu enam puluh enam kitab dari Alkitab yang kita miliki, menunjukkan ini palsu dan berbahaya – hal yang Yesus peringatkan untuk kita hadapi (ibid.).

Satu-satunya Kristus yang sejati adalah Kristus yang dinyatakan dalam Alkitab. Rasul Paulus memperingatkan untuk menentang kepercayaan kepada

“Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan”
(II Korintus 11:4).

Minggu malam yang lalu saya memberika dua contoh “Yesus yang lain,” “Kristus-Kristus” palsu yang tidak dinyatakan dalam Alkitab itu sendiri. Saya menjelaskan tentang “Kristus” palsunya teologi liberalisme, bahwa Dia hanyalah manusia biasa. Saya juga menjelaskan ”Kristus” palsunya kebanyakan ”Decisionist” evangelikalisme, bahwa Dia hanyalah “roh” yang dianggap tinggal dalam hati mereka, dari pada Kristus sejati yang menurut Alkitab duduk di sebelah kanan Allah – di Sorga (Efesus 1:20; Markus 16:19, dsb.).

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul…” (Matius 24:24).

Malam ini saya akan memberikan lima tambahan “Kristus-Kristus” palsu yang menyesatkan banyak orang hari ini.

I. Pertama, “Kristus” palsunya Mormonisme.

Dr. Walter Martin berkata,

Pengajaran-pengajaran agama Mormon… mengklaim bahwa allah mereka adalah salah satu dari banyak dewa… sesungguhnya, Mormon memiliki kuil yang dipenuhi dengan dewa-dewa. Yesus, sebelum inkarnasinya adalah saudara rohani dari Lucifer, yang juga seorang poligamis, suami dari Maria dan Marta. [Alkitab menunjukkan] kepalsuan mutlak tentang gagasan bahwa ada banyak dewa dan bahwa manusia dapat berharap menjadi dewa. Sebagaimana konsep mereka bahwa Yesus adalah seorang poligamis dan saudara Lucifer, ini tidak pernu ditanggapi atau dikomentari lebih lanjut. Yesus Mormonisme jelas adalah “Yesus yang lain” yang berbeda dengan Dia yang telah menebus manusia, bahkan walaupun ia dinyatakan oleh malaikat terang dan dengan semua penegasan pernyataan dari Malaikat Moroni kepada Joseph Smith (Walter Martin, Ph.D., The Kingdom of the Cults, Bethany House Publishers, 2003 edition, hal. 472).

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul…” (Matius 24:24).

Tidak ada yang perlu dipertanyakan bahwa “Kristus” dari Mormonisme adalah “Yesus yang lain (II Korintus 11:4), “Kristus palsu” (Matius 24:24) yang menyesatkan banyak orang pada penutupan zaman ini.

II. Kedua, “Kristus” palsunya Saksi Yehova.

Josh McDowell berkata,

Dalam sistem teologi Saksi Yehova, Yesus Kristus bukanlah Allah yang datang dalam daging, namun hanya suatu ciptaan… [Mereka berkata],

“Ia adalah suatu illah, namun bukan Allah yang mahatinggi, yang adalah Yehova” (Let God Be True, hal. 88)…

Pengingkaran terhadap keilahian Kristus bukanlah hal yang baru… Ini sudah bangkit pada bidat kuno yang dikenal sebagai Arianisme (nama untuk bidat Arius pada abad empat Masehi]. Arianisme mengajarkan bahwa Putra adalah substansi yang berbeda dari Bapa dan, sesungguhnya, ia diciptakan. Bagi Saksi Yehova, Yesus tidak setara dengan Allah Yehova. Ia hanyalah Penghulu Malaikat Mikhael dalam keadaan pre-eksistensinya (Josh McDowell, Don Stewart, Handbook of Today’s Religions, Thomas Nelson Publishers, 1992 edition, hal. 46).

Namun I Yohanes 5:7 berkata,

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu”
(I Yohanes 5:7).

Dan Yesus berkata,

“Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30).

Lagi pula, Saksi Yehova mengajarkan bahwa

Kristus tidak bangkit dalam daging, namun tubuh rohaniahnya yang bangkit (Make Sure of All Things, 1965, hal. 426).

Namun Yesus sendiri, setelah Ia bangkit dari antara orang mati, berkata dalam Lukas 24:39,

“Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Lukas 24:39).

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul…” (Matius 24:24).

Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi bahwa “Kristus” dari Saksi Yehova adalah “Yesus yang lain (II Korintus 11:4), “Kristus palsu” (Matius 24:24) yang menyesatkan banyak orang pada penutupan zaman ini.

III. Ketiga, “Kristus” palsunya Islam.

Josh McDowell berkata,

Bagi orang Kristen kebangkitan Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang berinkarnasi adalah batu penjuru utama iman, namun Muslim tidak mempercayai kebenaran-kebenaran ini – bahwa Kristus adalah Anak Allah atau bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati… Tentang penyaliban, Al’Quran mengatakan dalam Surah 4:157, “Mereka tidak membunuh atau pun menyalibkan dia, namun nampak seperti itu bagi mereka.” Kebanyakan orang Muslim percaya bahwa Yudas yang disalibkan menggantikan Kristus, dan Kristus naik ke sorga [tanpa melalui penyaliban].. Al’Quran mempresentasikan Yesus sebagai salah satu dari nabi-nabi besar… namun mereka tetap mengumumkan bahwa Yesus bukan Anak Allah dan Juruselamat… Lebih dari itu, mereka tidak percaya bahwa ia telah disalibkan. Sebaliknya, [menurut mereka] Allah telah mengangkat Dia ke sorga tanpa melalui kematian, dan orang lain yang mati menggantikan Dia (Josh McDowell and Don Stewart, ibid., hal. 394-395).

Orang-orang Muslim menolak inkarnasi Allah di dalam Kristus. Mereka menolak kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Mereka tidak percaya Kristus mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa kita. Mereka menolak Yesus sebagai Anak Allah dan Juruselamat.

Dr. John S. Waldrip berkata,

Yesus dari Alkitab sangat berbeda dengan konsepsi Islamik tentang Dia… ”Yesus” menurut Islamik jelas bukan Yesus menurut Alkitab (John S. Waldrip, “The Blight of Islam,” in Demons in the Smoke of the World Trade Center, with Dr. R. L. Hymers, Jr., Hearthstone Publishing, Ltd., 2002, hal. 132, 133).

Namun Perjanjian Baru berulangkali menyebut Yesus “Anak Allah.” Dan Perjanjian Baru dengan jelas mengatakan,

“Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci”
(I Korintus 15:3-4).

Orang-orang Muslim mengatakan bahwa Yesus adalah nabi besar, bukan Anak Allah, Allah yang menjelma dalam daging menjadi manusia, yang telah mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali untuk memberikan hidup kepada kita.

Orang-orang Muslim mungkin berkata mereka percaya tentang Yesus. Namun ”Yesus” yang mereka percaya hanyalah seorang nabi. Jadi, mereka membuat kesalahan yang sama tentang Dia seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi ketika Ia memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai dan ratusan orang meneriakan, “Hosana di tempat yang mahatinggi” (Matius 21:9). Ketika yang lain di Yerusalem bertanya, “Siapa orang ini?” Orang banyak menjawab, “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea” (Matius 21:11). Orang-orang Yahudi ini membuat kesalahan yang sama seperti orang-orang Muslim. Mereka berkata bahwa Ia hanyalah seorang nabi, bukan Mesias, bukan Allah yang menjelma dalam daging menjadi manusia seperti yang diajarkan oleh Alkitab. Jadi, tidak ada yang dapat ditanyakan bahwa ”Kristus” dalam pemikiran Islam adalah ”Yesus yang lain” (II Korintus 11:4), “Kristus palsu” (Matius 24:24) yang menyesatkan jutaan orang pada penutupan zaman ini.

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul…” (Matius 24:24).

IV. Keempat, “Kristus” palsunya Katolikisme.

Satu ini lebih sulit sedikit untuk membahasnya, karena di kertas, Gereja Katolik mempresentasikan pandangan Alkitabiah yang benar tentang Kristus. Oleh sebab itu Gereja Katolik tidak dapat disamakan dengan Mormon, Saksi Yehova dan Muslim. Katolik percaya tentang Kristus itu sendiri di atas kertas seperti pandangan orthodoksi dan Alkitabiah.

Namun pandangan Gereja Katolik tentang Kristus dikaburkan, sehingga apa yang mereka percaya “di atas kertas” berbeda dengan apa yang menyeberang ke kelas Katekismus, atau bagi orang yang ada di bangku gereja selama mengikuti Misa.

Berkaitan dengan pengajaran palsu tentang keselamatan yang telah berlangsung berabad-abad, Kristus Katolik telah menjadi, bukan Juruselamat yang mengasihi, namun sebagai “pantocrator,” sebagai hakim. Benarlah bahwa Ia akan menjadi hakim di masa depan, namun penekanan yang salah dari Katolikisme yang menjadikan Dia hakim yang murka dari masa depan itu telah menjadi sekarang, namun sekarang Kristus adalah yang penuh kasih. Katolik cenderung berpikir bahwa Kristus murka dengan mereka karena menjadi para pendosa. Saya tahu ini dengan benar karena saya pernah mendengar banyak orang Katolik mengatakan kepada saya bahwa Kristus murka dengan mereka, ketika saya menasehati mereka berhubungan dengan keselamatan. Ini membuat “Kristus” yang mereka percaya adalah “Yesus lain” (II Korintus 11:4), “Kristus palsu” (Matius 24:24). Kristus dari Alkitab bukanlah hakim yang murka sekarang walaupun Ia akan menjadi hakim di Penghakiman Akhir, di masa depan. Ia sekarang adalah Juruselamat yang penuh kasih yang berkata,

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

Karena penekanan mereka yang salah tentang Kristus sebagai hakim pada dispensasi ini, kita harus mengatakan bahwa tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Kristus yang kebanyakan orang Katolik percaya adalah Yesus yang lain” (II Korintus 11:4), “Kristus palsu” (Matius 24:24) yang menyesatkan banyak orang pada penutupan zaman ini.

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).

“Kristus” yang palsu dari Katolikisme menuntut pengakuan dan pengampunan dari seorang imam. Ia menuntut ketaatan kepada Gereja Roma Katolik. Ia menuntut Baptisan dan melakukan perbuatan baik untuk menjamin keselamatan. Ini bukan Kristus dari Alkitab yang menyelamatkan orang-orang berdosa hanya dengan anugerah saja, melalui iman di dalam Dia saja, seperti yang para Reformator ajarkan berhubungan dengan kebenaran-kebenaran Alkitab ini dari Perjanjian Baru.

Dr. Walter Martin menunjukkan bahwa semua pandangan tentang Kristus ini adalah pemalsuan, dan bahwa tak satupun yang merupakan pengajaran yang benar dari Perjanjian Baru berhubungan dengan Kristus yang sejati. Ia berkata,

Yesus dari Christian Science, Mormon, Saksi Yehova dan semua bidat sulit dipisahkan dari karikatur Kristus dari pewahyuan illahi. Dalam teologi bidat, Ia menjadi abstrak (Christian Science, Unity, Metaphysics, New Thought), allah kedua (Saksi Yehova, Mormon, dsb)… namun tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa ia masih “Yesus yang lain,” yang menghadirkan injil yang lain dan memberitakan roh yang lain. Di sini meletakkan masalah yang orang-orang Kristen harus hadapi, dan di sana ada alasan-alasan yang baik mengapa itu bukan hanya tanggung-jawab kita, namun tugas kita untuk melakukan demikian (Walter Martin, ibid.).

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).

V. Kelima, “Kristus” palsunya kebanyakan orang Pentakosta.

Dan satu hal lagi yang harus diingat. Dr. J. Vernon McGee memberikan komentar ini untuk ayat kita ini,

Abilitas untuk melakukan pekerjaan mujizat pada hari kita harus dilihat dengan kecurigaan karena pembuat mujizat yang luar biasa nantinya bukanlah Kristus; ia adalah Antikristus dengan nabi-nabi palsunya (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, Volume IV, hal. 129).

“Roh Kudus” dibicarakan di banyak kebaktian gereja Pentakosta dan bukan Kristus dari Kitab Suci. Yang nampak bagi saya mereka sering mengacaukan pribadi Roh Kudus dan Yesus Kristus. Kristus bukanlah roh, “karena hantu [roh] tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Lukas 24:39).

Kristus akan datang kembali. Namun bukanlah “Kristus” yang palsu yang akan datang. Kristus yang sejatilah yang akan datang, yang dibicarakan dalam Kitab Suci bahwa Ia akan datang. Ia akan turun dari Sorga dan menjejakan kaki di Bukit Zaitun di Yerusalem

“Mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Matius 24:30).

“Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur…Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia” (Zakharia 14:4-5).

Ia akan datang lagi; Ia akan datang lagi,
Yesus yang sama, yang ditolak manusia;
Ia akan datang lagi, Ia akan datang lagi,
Dengan penuh kuasa dan kemuliaan, Ia akan datang lagi
(“He Is Coming Again” by Mabel Johnston Camp, 1871-1937).

Itu adalah Kristus, Pribadi Kedua Trinitas! Itu adalah Kristus yang sepenuhnya Allah sejati dan manusia sejati! Itu adalah Kristus yang telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa Anda. Itu adalah Kristus yang dapat menyucikan dosa-dosa Anda dengan Darah-Nya yang mahal. Itu adalah Kristus yang ada di sebelah kanan Allah di Sorga. Dan Itu adalah Kristus yang kepada-Nya Anda harus datang, dan percaya, jika Anda ingin diselamatkan. Maukah Anda melakukannya segera. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Lukas 21:7-19.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“He Is Coming Again” (by Mabel Johnston Camp, 1871-1937).

 

GARIS BESAR KHOTBAH

KRISTUS-KRISTUS PALSU – TANDA AKHIR ZAMAN – BAGIAN II

(FALSE CHRISTS – A SIGN OF THE END – PART II)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).

(Matius 24:3, 4-5; II Korintus 11:4)

I.   Pertama, “Kristus” palsunya Mormonisme, II Korintus 11:4.

II.  Kedua, “Kristus” palsunya Saksi Yehova, I Yohanes 5:7;
Yohanes 10:30; Lukas 24:39.

III. Ketiga, “Kristus” palsunya Islam, I Korintus 15:3-4; Matius 21:9, 11.

IV.  Keempat, “Kristus” palsunya Katolikisme, Matius 11:28.

V.   Kelima, “Kristus” palsunya kebanyakan orang Pentakosta,
Lukas 24:39; Matius 24:30; Zakharia 14:4-5.

Februari 7, 2011 - Posted by | Akhir zaman

2 Komentar »

  1. “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan tunjukilah kami jalan yang lurus” Qs. 1:5-6 “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” Az Zukhruf 43:61

    DAN KAMU AKAN MENGETAHUI KEBENARAN
    DAN KEBENARAN ITU AKAN MEMERDEKAKAN KAMU
    (Yohanes 8:32)

    KESELAMATAN / MASUK SURGA
    Kekristenan pada hakekatnya bukan hanya masalah agama saja melainkan persoalan iman dan keselamatan atau masuk Surga. Dan masuk surga itu bukan berdasarkan kesolehan ibadah serta perbuatan amal seseorang, tapi berdasarkan kasih karunia, pemberian, kemurahan atau rahmat dari Tuhan.

    “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
    Efesus 2:8-9

    Ayat itu menjelaskan dengan tegas bahwa keselamatan atau masuk Surga itu bukan hasil usaha kesolehan ibadah seseorang melainkan kasih karunia kemurahan Tuhan.

    ” ‘Anjaabir qaala sami’tun nabiyya sholallahu ‘alaihi wa sallam yaquulu: laa yud khilu akhadan minkum ‘amluhul jannah, wa laa yujiiruhu minannaar. Wa laa anaa. illa birakh matin minallah”
    ” Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: “Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka” HSM 2414

    Pernyataan Hadits Shakheh Muslim ini sangat jelas dan tegas bahwa masuk Surga atau selamat dari api neraka itu bukan amal seseorang yang menentukan melainkan dengan rahmat dari Allah.

    Silahkan saudara baca sendiri Qs. 44:10-42 dan Qs. 6:51, di sana dikatakan dengan tegas dan jelas juga, kesimpulannya demikian: Pada hari kiamat (pengadilan, penghakiman atau penghukuman) tidak ada kerabat yang bisa memberi syafaat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah.

    Jadi sangat jelas sekali baik Alkitab, Al Qur’an maupun Hadits menyatakan bahwa masuk Surga atau selamat dari api neraka bukan usaha atau amal seseorang melainkan kasih karunia atau rahmat dari Tuhan. Bagaimana cara Tuhan memberikan kasih karunia keselamatan kepada seseorang; melalui iman, tapi iman yang bagaimana? Sebab semua orang beragama pasti mengakui bahwa dirinya orang yang beriman. Iman yang menyelamatkan adalah percaya, mengenal dan mengandalkan Yesus Kristus saja yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Baca ayat-ayat di bawah ini:

    1. Yohanes 3:18,
    “Barangsiapa percaya kepada-Nya (Yesus Kristus), ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman…”

    Ayat itu jelasnya mengatakan: Barangsiapa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak dihukum, tetapi barangsiapa tidak percaya Tuhan Yesus Kristus diancam hukuman.

    2. Markus 16:16,
    “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.

    Ayat ini dengan jelas mengatakan siapa percaya dan dibaptis diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya dihukum. Silahkan pilih, monggo kerso… percaya diselamatkan, tidak percaya dihukum.

    3. Yohanes 17:3
    “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

    Kisah Rasul 4:12,
    “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”.

    Kalau saudara renungkan dan perhatikan baik-baik bahwa Yesus Kristus itu bukan mengajar dan menunjukkan jalan keselamatan saja tetapi diri-Nya itulah Esensi atau hakekat, perwujudan keselamatan itu, makanya Tuhan Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan doa keselamatan atau minta doa shalawat supaya Dia selamat, tetapi Dia sendiri itulah pribadi yang menyelamatkan.

    4. Yohanes 14:6,
    “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Pencipta alam semesta), kalau tidak melalui Aku (Yesus)”.

    Jadi ayat ini juga tegas dan jelas bahwa Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sekedar mengajar tentang jalan, tentang kebenaran dan tentang kehidupan seperti guru-guru agama yang mengajar muridnya. Tetapi Tuhan Yesus Kristus memperkenalkan, menunjukkan dan menyatakan bahwa diri-Nya itulah Esensi, hakekat, wujud jalan, wujud kebenaran, wujud hidup. Maka barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus diberi jalan, dinyatakan benar dan dapat hidup, hidup disini artinya hidup dihadapan hadirat Sang Pencipta, Penguasa segala alam. Sebab lawan kata hidup adalah maut, binasa, neraka atau hukuman.

    5. Yohanes 8:24,
    “Karena itu Aku tadi berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu”.

    Singkatnya ayat ini menegaskan kalau ada orang yang tidak mau percaya bahwa Dia (Yesus) adalah Sang Penyelamat yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia, orang itu akan mati. Artinya tidak diijinkan berada dihadapan Tuhan melainkan dimasukkan ke neraka jahanam. Jadi dosa yang amat sangat berat adalah menyangkal, menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya serta seluruh umat. Pada hakekatnya masuk Surga atau selamat dari api neraka itu amat sangat mudah, tinggal percaya menerima anugrah kasih karunia keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.

    Dengan satu kesimpulan, bahwa orang masuk Surga atau selamat dari hukuman api neraka itu bukan karena orang itu sudah beragama dan taat menjalankan syariat. Tetapi berdasarkan kasih karunia Tuhan serta sikap dan tanggapan seseorang itu terhadap Sang Penyelamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, mau mengimani bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan dan Juru selamatnya atau tidak (Matius 28:18, Yohanes 3:18, Yohanes 8:24). Sekali lagi agama hanya sebagai perangkat bukan penyelamat.

    Dalam hal ini saya secara pribadi sama sekali tidak bertujuan dan tidak bermaksud untuk membenci atau mengadu domba antar umat beragama. Justru saya sangat menghormati antar umat beragama untuk saling mengasihi satu diantara yang lain, agar dapat berkat selamat dari Sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus atau Yeshua Hamashiah atau juga disebut dengan panggilan nama Isa Al Masih. Supaya nanti di akhirat tidak dihukum dengan siksaan lautan api neraka yang membara selama-lamanya. Itulah hukuman yang amat sangat menakutkan, mengerikan, menegangkan dan mendebarkan bagi setiap orang, karena hukuman itu bersifat langgeng, abadi, kekal selama-lamanya tidak ada ujung pangkal waktunya.

    “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. (Matius 25:41,46)

    Hukuman di sana nanti bukan seperti penjara di Nusa Kambangan yang masih dapat makan dan minum dengan kenyang dan tidur dengan tenang serta masih ada harapan untuk dibebaskan. Tetapi lain ceritanya dengan orang yang dimasukkan ke penjara neraka, di sana bersifat kekal selama-lamanya, tidak ada istilah dibebaskan. Disitulah tempat hukuman bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat umat manusia.

    Maka dari itu cepatlah bertobat sebelum terlambat selagi pintu pertobatan masih dibuka dengan lebar bagi orang yang masih hidup di dunia ini. Oleh sebab itu mulai saat ini imanilah dan percayailah bahwa Yesus Kristus, Isa Almasih atau Yeshuah Hamashiah itu adalah Tuhan dan Juru Selamat saudara secara pribadi, serta Tuhan dan Juru Selamat seluruh umat manusia. Maka saudara dijamin secara pasti masuk Surga alias selamat dari ancaman hukuman siksaan api neraka.

    “Akan tetapi Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Tuhan. Jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Bapa oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”
    (Roma 5:8-10)

    Sekali lagi, segera direnungkan, dipertimbangkan dan diputuskan, sebab masalah keselamatan kalau sampai ditunda-tunda hingga ajal tiba, akibatnya akan fatal dan gagal total sampai kekal, sesal dan kesal tiada gunanya karena sudah tidak ada harapan untuk dibebaskan.

    Selagi nafas kehidupan masih dikandung badan janganlah dibiarkan terus pikiran itu dihantui perasaan bimbang yang merupakan alat setan, dipergunakan untuk menyesatkan banyak orang masuk ke liang penyiksaan penjara neraka jahanam. Sepanjang kesempatan Tuhan masih memberikan, marilah datang menerima anugerah janji Firman Tuhan yang sudah disampaikan dan diabadikan dalam sebuah tulisan yang disebut Kitab Suci.

    ” Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku.”
    Yeremia 29:12-14

    “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
    Yohanes 10:10

    “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
    Matius 11:28

    Akhir kata, sampai di sini saja, apabila di dalam tulisan saya terdapat kata-kata yang salah dan menyinggung perasaan tidak menyenangkan atau menyakitkan hati nurani para pembaca, dengan sejujurnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tetapi kalau semuanya ini menjadi berkat, mengucap syukurlah kepada Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Juru Selamat dan sumber berkat. Dan salurkan berkat itu kepada orang lain agar tidak tersumbat, tersendat dan terlambat sampai ke alamat jiwa yang amat sangat menantikan kehadiran Sang Juru Selamat.

    Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu,
    bahwa Yesus adalah Tuhan,
    dan percaya dalam hatimu,
    bahwa Bapa telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
    maka kamu akan diselamatkan.
    Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan,
    dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
    Roma 10:9-10

    AMINLihat Selengkapnya

    Komentar oleh PEMUTAR BALIKAN FAKTA | Februari 8, 2011 | Balas

    • he he he… enaknya menafsirkan firman seenake dewe

      Komentar oleh yanuar | Oktober 3, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: