MIMBAR UMAT

Menjaga Umat dari Informasi Sesat

KEMUSTAHILAN KETUHANAN YESUS !!!

Alkitab mencatat beberapa kemustahilan berkaitan… dengan dugaan ketuhanan Yesus, misalnya, Yesus sujud menyembah kepada Allah (Matius 26:39 dan Markus 14:35-36). Selain itu, ketika disalib, Yesus berteriak memohon pertolongan kepada Allah (Matius 27:46 dan Markus 15:34, teks ini sebenarnya dikarang dari Mazm…ur 22:2-6). Yesus juga tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat (Markus 13:31-32). Bahkan, Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah (Matius 6:9-13). Tindakan/sifat2 Yesus tersebut, sangat mustahil dimiliki oleh Tuhan, tetapi tindakan/sifat2 tersebut hanya mungkin dimiliki oleh makhluk2-Nya yang sudah semestinya menjadi hamba2-Nya.

Catatan2 Alkitab di atas, jelas2 membantah ketuhanan Yesus. Tetapi mengapa umat Kristen bersikukuh menuhankan Yesus? Jawabannya terletak pada “doktrin gereja” yang sudah ditanamkan kepada setiap individu Kristen semenjak ia masih kanak2. Umat Kristen, pada dasarnya tidak benar2 memahami isi Alkitab yang sebenarnya. Mereka lebih mendasarkan diri pada apa yang gereja katakan tentang Yesus, bukan berdasarkan pada apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang Yesus. Di sinilah penyebab kesalahpahaman umat Kristen tentang pribadi Yesus.

Lebih jauh, hampir semua orang yang mendengar cerita penyaliban ketika itu, beranggapan bahwa yang disalib itu adalah Yesus, oleh karena rupa orang tersebut benar2 mirip dengan Yesus. Hal ini dimanfaatkan oleh para sastrawan dari Yunani dan Romawi (dimana bangsa Romawi ketika itu menjajah Palestina) yang ingin mengabadikan cerita penyaliban itu, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber karangan mereka. Lebih jauh lagi, nama “injil” yang diklaim umat Kristen untuk menyebut karya sastrawan “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, justru baru muncul pada akhir abad ke-2 Masehi (“Salib di Bulan Sabit”, karya: DR. Jerald F. Dirks). Adapun Kitab Suci Injil yang diturunkan Allah kepada Yesus, sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di bawah ini, telah hilang dimusnahkan oleh tangan2 Bani Israel.

Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Lihat juga Matius 9:35; 11:1; 24:14; dan 26:13).

Markus 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, (Lihat juga Markus 1:15,38-39; 3:14; 8:35; 10:29; 13:10; 14:9; dan 16:15,20).

Lukas 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (Lihat juga Lukas 4:44; 8:1; 9:6; dan 20:1).

Jelasnya, nama “injil” yang diberikan kepada “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, BUKANLAH Kitab Suci Injil yang asli, yang diturunkan Allah kepada Yesus. Sedangkan Injil sebagaimana tersebut dalam ayat2 “injil” kanonik di atas, tentu saja Injil yang asli yang diturunkan Allah kepada Yesus. Pada waktu itu, sedikit sekali orang yang benar2 tahu dan mengerti tentang “Injil”. Barulah setelah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tabir kebohongan Perjanjian Baru itu sedikit demi sedikit semakin terbongkar.

 

Februari 9, 2011 - Posted by | aktor, Artikel

21 Komentar »

  1. KEMUSTAHILAN KETUHANAN YESUS !!!

    Alkitab mencatat beberapa kemustahilan berkaitan dengan dugaan ketuhanan Yesus, misalnya, Yesus sujud menyembah kepada Allah (Matius 26:39 dan Markus 14:35-36).

    JAWAB :

    * Matius 26:39
    Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

    * Markus 14:35-36
    14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
    14:36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

    Definisi doa adalah adalah sebagai berikut : Hubungan persekutuan dengan Allah, atau lebih tepatnya Doa adalah komunikasi pribadi dengan Allah.
    Yesus memberikan teladan bagi murid-muridNya, bahwa Yesus suka berdoa.
    Pengajaran dan contoh yang konkrit agar kita selalu berdoa dan mengikuti kehendak Allah Yang Mahakuasa .
    Bagi Yesus, tujuan tujuan perjalanan-nya (Yunaninya exodos; Luk 9:31) dicapai dengan cara mengajar, menyembuhkan orang-orang yang menderita, menjauhkan mereka dari kuasa yang jahat, mengajarkan kepada orang banyak siapa Yang Mahakuasa.
    Dari kisah “Doa di Getsemani” itu, Yesus Kristus menjadi model yang realistis dari kepercayaan dan kasih dalam saat-saat yang penug penderitaan sebagai umat Kristiani.

    Pertanyaannya; Yesus itu sendiri adalah Allah kok pakai berdoa segala?

    Hal ini berkaitan dengan “kenosis” Yesus Kristus, bahwa Ia hadir ke bumi sebagai manusia seutuhnya. Dalam Alkitab ada banyak bukti yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia tetapi Alkitan juga mencatan banyak bukti yang membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Dan “ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan.
    Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Yesus tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Manusia.

    Doa Yesus di Getsemani juga sebagai persiapan Yesus untuk menghadapi siksa salib.
    Perlu dipahami perendahan diri ‘kenosis’ Yesus Kristus. Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, dalam tubuh manusia, Yesus memiliki keterbatasan untuk sementara waktu.

    * Ibrani 2:9
    Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

    * Filipi 2:5-11
    2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Top
    Profile

    BP
    Post subject:
    PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:13 pm
    Offline
    Merdeka dlm Kristus
    Merdeka dlm Kristus
    User avatar

    Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
    Posts: 6860
    Quote:
    Selain itu, ketika disalib, Yesus berteriak memohon pertolongan kepada Allah (Matius 27:46 dan Markus 15:34, teks ini sebenarnya dikarang dari Mazmur 22:2-6).

    JAWAB :

    * Matius 27:46,
    LAI TB, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
    KJV, And about the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eli, Eli, lama sabachthani? that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
    TR, περι δε την εννατην ωραν ανεβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι τουτ εστιν θεε μου θεε μου ινατι με εγκατελιπες
    Translit, peri de tên hennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabakhthani tout estin thee mou thee mou hinati me egkatelipes

    Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur :

    * Mazmur 22:2
    LAI TB, Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
    22:1 KJV, My God, my God, why hast thou forsaken me? why art thou so far from helping me, and from the words of my roaring?
    Hebrew,
    אֵלִי אֵלִי לָמָה עֲזַבְתָּנִי רָחֹוק מִישׁוּעָתִי דִּבְרֵי שַׁאֲגָתִי׃
    Translit, ‘ÊLÎ’ÊLÎ LÂMÂH ‘AZAVTÂNÎ RÂKHÔQ MÎSYÛ’ÂTÎ DIVRÊY SYA’AGÂTÎ
    LXX, ο θεος ο θεος μου προσχες μοι ινα τι εγκατελιπες με μακραν απο της σωτηριας μου οι λογοι των παραπτωματων μου
    Translit, ho theos ho theous mou proskhes moi hina egkatelines me makran apo tês sôtêrias mou hoi logoi tôn parantômatôn mou

    Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan “Allah”. Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indo juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih…

    “Eli, Eli, lama sabakhtani?” itu menyerukan kepahitan yang dialami Kristus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.
    Hukuman dosa adalah keterpisahan.
    Kalau Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.

    Ini adalah perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini adalah kategori “ucapan penderitaan rohani”.

    Kita tahu bahwa ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah mendengar Tuhan Yesus mengeluh karena siksaan tersebut.

    Sebaliknya, puncak dari kesakitan -Nya dan penderitaan-Nya adalah ketika Ia berkata, “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus adalah ketika “ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.” Ini jauh lebih menyakitkan daripada duri dan tombak dan paku dan cambuk dan ludah dan lain sebagainya–ditinggalkan Allah.

    Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab kalau tidak demikian Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini adalah keharusan/ cawan pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai “kurban” atas dosa-dosa manusia.

    Oleh karena keterpisahan itu, kita telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan kembali dalam komuni yang kudus dengan Allah.

    Top
    Profile

    BP
    Post subject:
    PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:18 pm
    Offline
    Merdeka dlm Kristus
    Merdeka dlm Kristus
    User avatar

    Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
    Posts: 6860
    Quote:
    Yesus juga tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat (Markus 13:31-32).

    JAWAB :

    *Markus 13:31-32
    13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
    13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”

    Tidak ditulis di sana AKU TIDAK TAHU, melainkan ANAK PUN TIDAK karena ada perbedaan fungsi dan jabatan.
    Hanya waktunya “hari itu” sajalah yang tidak pasti, karena terkunci di dalam rencana Bapa, sedemikian rupa sehingga sekalipun Anak, dalam batas-batas penjadian daging yang Ia terima dengan sukarela, tidak ikut memiliki rahasia itu. Penggunaan ungkapan “Anak” tanpa kata-kata lain ini menentang pandangan, bahwa Yesus tidak memungkin memandang diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah yang khas. Sebagai manusia, Yesus tidak tahu tentang “hari itu” namun sebagai Allah tentu saja Ia mengetahuinya, dan ungkapan di atas hanya sekedar menekankan bahwa “hari itu” tak diduga-duga. Ungkapan ini termasuk bagian dari eskatologi Alkitab yang memerlukan pembahasan tersendiri.

    Artikel terkait YESUS TIDAK MAHA TAHU ? di yesus-tidak-maha-tahu-vt61.html#p132

    Top
    Profile

    BP
    Post subject:
    PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:19 pm
    Offline
    Merdeka dlm Kristus
    Merdeka dlm Kristus
    User avatar

    Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
    Posts: 6860
    Quote:
    Bahkan, Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah (Matius 6:9-13). Tindakan/sifat2 Yesus tersebut, sangat mustahil dimiliki oleh Tuhan, tetapi tindakan/sifat2 tersebut hanya mungkin dimiliki oleh makhluk2-Nya yang sudah semestinya menjadi hamba2-Nya.

    JAWAB :

    *Matius 6:9-13
    6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
    6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
    6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
    6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
    6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

    Apa yang hendak dipertanyakan tentang ayat-ayat diatas?

    Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya berdoa. Latar belakang Yesus mengajarkan berdoa kepada para muridNya diawali dengan dilihatNya cara berdoa orang-orang Farisi yang terkesan hanya mencari pujian dari orang lain dan sombong. Pada zaman itu orang Yahudi menganggap hal berdoa sebagai suatu kewajiban agama yang sekurang-kurangnya sama pentingnya dengan hal memberi sedekah.

    Sebutan Bapa yang mengawali doa Bapa Kami menunjukkan bahwa Allah ingin memperlihatkan sesuatu yang lebih mulia, agung, dan luarbiasa sebelum segala sesuatu terjadi. Dalam PL dijelaskan begitu gamblang bahwa makna sebutan Bapa sebagai sumber segala sesuatu dan Penebus. Bukankah Engkau Bapa kami?……Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; namaMu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala. (Yesaya 63:16)

    Pengajaran doa kepada murid-muridNya bukan berarti Yesus kurang daripada Allah. Tuhan Yesus memandang penting kehidupan doa, disamping itu para murid tidak selamanya akan bersama-sama dengan Dia. 40hari setelah kematianNya Yesus naik ke Surga. Artinya para murid akan ditinggalkanNya, tetapi Yesus tidak serta-merta meninggalkan para murid itu. Perhatikan janji Yesus ini :

    * Yohanes 14:15-18
    14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
    14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
    14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
    14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

    Janji ini diulangi lagi pada :

    * Yohanes 15:26
    Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku

    Janji akan turunnya Roh Kudus telah terjadi pada Hari Pentakosta seperti yang dicatat di Kisah Rasul 2:1-13. Roh Kudus, Sang Penolong itu telah ada bersama-sama dengan kita dan senantiasa berkenan untuk menyatakan karyaNya yang agung itu. Ini sesuai dengan janji Yesus yang lain bahwa Dia menyertai kita sampai kesudahaan jaman (Matius 28:20)

    Roh Kebenaran (Roh Kudus) ini akan menyertai para murid dan orang-orang percaya selama-lamanya. Roh Kudus adalah Allah, artinya Allah akan menyertai manusia didalam RohNya yang Kudus. Nah bagaimana manusia bisa tetap berhubungan dengan Allah, maka dengan berdoa!

    Maka doa itu penting :

    * Yohanes 4:23
    Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian

    Berdoa salah satu aspek hidup rohani; berdoa dengan roh, berdoa dengan pengertian. “Aku akan berdoa juga dengan akal budiku,” demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa merupakan nafas orang orang percaya, suatu komunikasi antara yang diselamatkan dan Juruselamat. Doa merupakan persatuan dari kehendak yang diciptakan dengan kehendak yang menciptakan, “the unity of the will of the created one and the Creator”. Doa merupakan persatuan dari kehendak kita, kemauan kita, yang disesuaikan dengan kehendak Allah Pencipta. Doa penting sekali, tetapi Alkitab dengan jujur mengatakan kepada kita, bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Ini jujur sekali. Siapa yang mengetahui bagaimana seharusnya berdoa? Kita selalu hanya minta-minta kalau berdoa, meminta menurut kemauan kita sendiri. Dalam berdoa kita mau supaya Tuhan menyesuaikan dengan kehendak kita.

    * Roma 8:26-27
    8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

    Haleluyah!

    Top
    Profile

    BP
    Post subject:
    PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:21 pm
    Offline
    Merdeka dlm Kristus
    Merdeka dlm Kristus
    User avatar

    Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
    Posts: 6860
    Quote:
    Catatan2 Alkitab di atas, jelas2 membantah ketuhanan Yesus. Tetapi mengapa umat Kristen bersikukuh menuhankan Yesus? Jawabannya terletak pada “doktrin gereja” yang sudah ditanamkan kepada setiap individu Kristen semenjak ia masih kanak2. Umat Kristen, pada dasarnya tidak benar2 memahami isi Alkitab yang sebenarnya. Mereka lebih mendasarkan diri pada apa yang gereja katakan tentang Yesus, bukan berdasarkan pada apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang Yesus. Di sinilah penyebab kesalahpahaman umat Kristen tentang pribadi Yesus.

    JAWAB :

    Ada banyak ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Allah
    Ada banyak ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah manusia
    Tetapi ayat-ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai manusia, sebaliknya ayat-ayat yang membuktikan bahwa Yesus adalah Manusia tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Yesus sebagai Tuhan.

    Apakah Yesus Memiliki Sifat-sifat Tuhan?

    Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Namun apakah Ia memiliki sifat-sifat ketuhanan ini? Jika kita memeriksa dengan teliti, apakah Ia sesuai dengan sketsa Tuhan yang kita temukan di bagian-bagian Alkitab

    Pengantar

    Perjanjian Lama memberikan banyak mengenai sifat-sifat Tuhan. Tuhan dijelaskan sebagai maha hadir, maha tahu, maha kuasa, kekal dan tak berubah. Ia mengasihi, kudus, benar, bijaksana dan adil.

    Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Namun apakah Ia memiliki sifat-sifat ketuhanan ini? Jika kita memeriksa dengan teliti, apakah Ia sesuai dengan sketsa Tuhan yang kita temukan di bagian-bagian Alkitab yang lain?

    Sebagai contoh, ketika Yesus menyampaikan Khotbah di Bukit di sebuah bukit di luar Kapernaum, pada saat yang bersamaan Ia tidak berdiri di Jalan Utama Yerikho, jadi dalam pengertian apa Ia disebut maha hadir?

    Bagaimana Ia dapat disebut maha tahu jika dalam Markus 13:32 Ia mengakui bahwa Ia tidak mengetahui kedatangan-Nya yang kedua kali?
    Jika Ia kekal adanya, mengapa Kolose 1:15 menyebut-Nya “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”?

    1. Bisakah Yesus Mengampuni Dosa

    Apa yang Ia katakan atau Ia lakukan, yang meyakinkan Anda bahwa Yesus adalah Tuhan?

    Seseorang dapat menunjuk pada hal-hal seperti mujizat-mujizat-Nya, tetapi orang lain juga melakukan mujizat-mujizat, jadi meskipun ini bisa memberikan indikasi, ini tidak menentukan. Tentu saja, Kebangkitan adalah pembenaran puncak identitas-Nya. Dari banyak hal yang Ia lakukan, yang paling menyolok adalah pengampunan-Nya atas dosa.

    Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

    Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”

    Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
    Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
    Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
    Dan orang itupun bangun lalu pulang.
    Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.
    (Matius 9:2-8 )

    Jika Anda melakukan sesuatu yang melukai saya, saya memiliki hak untuk mengampuni Anda. Tetapi jika Anda melukai saya dan seseorang lain datang menimbrung dan berkata,’aku mengampuni’, kelancangan macam apa itu?

    Satu-satunya orang yang dapat mengatakan hal semacam itu dengan penuh makna adalah Tuhan sendiri, karena dosa, bahkan jika dilakukan terhadap orang lain, pertama-tama dan terutama adalah suatu penentangan terhadap Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Jelas di sini Yesus melakukan pekerjaan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya Allah yang mempunyai hak untuk melakukannya.

    Ketika Daud berdosa dengan melakukan perzinahan dan mengatur kematian suami wanita itu, akhirnya ia berkata kepada Tuhan dalam Mazmur 51:6, “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan yang Kau anggap jahat”. Daud mengakui bahwa meskipun ia telah berbuat salah kepada orang-orang, pada akhirnya ia berdosa terhadap Tuhan yang menciptakannya dan Tuhan perlu mengampuninya.

    Yesus tidak hanya mengampuni dosa, namun juga Ia tidak berdosa. Dan tentu saja ketidakberdosaan merupakan sifat ketuhanan.

    2. Mengapa Yesus Mengosongkan Diri

    Bagaimana Yesus bisa maha hadir, jika Ia tidak dapat berada di dua tempat secara bersamaan? Bagaimana Ia bisa maha tahu jika Ia berkata, ‘Bahkan Anak Manusia pun tidak tahu jamnya Ia datang kembali? Bagaimana Ia bisa maha kuasa sedangkan Injil-injil dengan terus terang memberitahu kita bahwa Ia tidak mampu mengadakan banyak mujizat di kampung halaman-Nya?

    Dalam Filipi 2:5-7 dijelaskan
    Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

    Yesus telah mengosongkan diri-Nya dalam penggunaan independen sifat-sifat-Nya. Ia berfungsi sebagai Tuhan ketika Bapa memberi-Nya persetujuan untuk melakukannya.

    Pengosongan diri Yesus akan pemakaian independen sifat-sifat-Nya menjelaskan kepada kita mengapa beberapa kasus Ia tidak mempertunjukkan kemahakuasaan, kemahatahuan, kemahahadiran dalam keberadaan-Nya di bumi, bahkan meskipun Perjanjian Baru dengan jelas menyebutkan bahwa semua kualitas ini pada akhirnya memang benar dimiliki-Nya

    3. Yesus Pencipta atau Diciptakan?

    Ada ayat yang mengisyaratkan bahwa Yesus adalah makhluk yang diciptakan, misalnya Kolose 1:15 mengatakan bahwa Ia adalah ‘yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan’. Tidakkah ini dengan jelas mengimplikasikan bahwa Yesus diciptakan, berlawanan dengan keberadaan sebagai Pencipta?

    Dalam Perjanjian Baru, anak sulung, normalnya menerima bagian tanah yang terbesar, atau anak sulung akan menjadi raja dalam kasus sebuah keluarga kerajaan. Anak sulung dengan demikian adalah yang pada akhirnya memiliki semua hak dari ayah.

    Pada abad kedua sebelum Kristus, ada tempat-tempat di mana kata sulung tidak lagi mengandung makna yang pertama diperanakkan atau dilahirkan namun memuat gagasan kewenangan yang disertai dengan posisi sebagi pewaris yang berhak. Pengertian itulah yang diterapkan kepada Yesus.

    Jika Anda hendak mengutip Kolose 1:15, Anda harus tetap mempertahankannya dalam konteks dengan melanjutkannya ke Kolose 1:19, ‘Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia’.
    Jadi istilah ‘sulung’ tidak dapat meniadakan kekekalan Yesus, karena itu adalah bagian dari memiliki kepenuhan Allah.

    Dalam Yohanes 1:3 dikatakan Yesus adalah pencipta:
    Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

    4. Yesus Guru yang Baik

    Dalam Markus 10:17-18 dikisahkan ada seorang yang bertanya,’Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?’
    kemudian Yesus menjawab ‘Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja’.
    Tidakkah Ia menyangkali ketuhanan-Nya dengan mengatakan seperti itu ?

    Tidak. Ia sedang membuat orang berhenti dan berpikir tentang apa yang Ia katakan. Engkau mengatakan Aku baik, hanya untuk kesopanan, ataukah karena kamu tahu siapa Aku? Apakah engkau benar menganggap Aku memiliki sifat yang seharusnya hanya dimiliki Tuhan? Justru di sinilah Yesus menyatakan diri-Nya Allah.

    5. Bapa Lebih Besar daripada Aku

    Yesus berkata dalam Yohanes 14:28, ‘Bapa lebih besar daripada Aku’ .
    Apakah ini berarti Yesus kurang daripada Tuhan?

    Murid-murid meratap karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi.
    Dalam Yohanes 14:28 Yesus berkata ‘Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku’. Ini artinya Yesus akan kembali ke kemuliaan yang adalah milik-Nya.
    Dalam Yohanes 17:5 Yesus berkata ‘Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada’, yang artinya ‘Bapa lebih besar dari Aku’.
    Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi, Ia sedang menuju ke salib, Ia sedang menuju ke kematian, namun Ia sedang akan kembali kepada Bapa dan kepada kemuliaan yang Ia miliki bersama Bapa sebelum dunia ada.

    Ketika saya berkata ‘Presiden Indonesia’ lebih besar dari saya, tidak berarti dia punya sifat/esensi lebih besar dari saya. Ia lebih besar dalam kapasitas politik dan sambutan publik, tetapi ia tidak lebih daripada saya sebagai manusia.

    Andaikata saya naik ke mimbar dan berkhotbah dan berkata ‘Dengan sungguh-sungguh saya menyatakan kepada Anda sekalian bahwa Bapa lebih besar daripada saya’, itu adalah suatu perkataan yang agak konyol karena semua orang tahu dengan jelas.
    Pernyataan ini akan menjadi bermakna jika yang dibandingkan adalah 2 pribadi yang setara, dalam hal ini Yesus dan Bapa. Dalam hal ini justru jelas bahwa Yesus adalah setara dengan Bapa.

    5. Menyesuaikan Sketsa Tuhan

    Dalam Perjanjian Baru semua atribut Tuhan ditemukan dalam diri Yesus Kristus:

    Maha tahu
    Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu. (Yohanes 16:30)

    Maha hadir
    Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:20)

    Maha kuasa
    Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28:18 )

    Kekekalan
    Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1)

    Tidak berubah
    Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8 )

    Juga, Perjanjian Lama melukiskan suatu gambaran akan Tuhan dengan menggunakan gelar-gelar dan deskripsi-deskripsi sebagai Alfa dan Omega, Tuhan, Juruselamat, Raja, Hakim, Terang, Batu Karang, Penebus, Gembala, Pencipta, Pemberi Kehidupan, Pengampun Dosa, dan Pembicara dengan Kekuasaan Ilahi. Sungguh memukau bila diperhatikan bahwa dalam Perjanjian Baru setiap dan semuanya itu diaplikasikan kepada Yesus.

    Yesus mengatakan dalam Yohanes 14:7,’Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku’.
    Artinya, ‘Bila kamu melihat sketsa Tuhan dari perjanjian Lama, kamu akan melihat hal itu di dalam Aku’.

    Sumber :
    Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press

    Selanjutnya jika berminat mempelajari Hakekat Kristus sebagai Tuhan dan Manusia silahkan baca artikel YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH di http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristu … -vt35.html

    Top
    Profile

    BP
    Post subject:
    PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:24 pm
    Offline
    Merdeka dlm Kristus
    Merdeka dlm Kristus
    User avatar

    Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
    Posts: 6860
    Quote:
    Lebih jauh, hampir semua orang yang mendengar cerita penyaliban ketika itu, beranggapan bahwa yang disalib itu adalah Yesus, oleh karena rupa orang tersebut benar2 mirip dengan Yesus. Hal ini dimanfaatkan oleh para sastrawan dari Yunani dan Romawi (dimana bangsa Romawi ketika itu menjajah Palestina) yang ingin mengabadikan cerita penyaliban itu, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber karangan mereka. Lebih jauh lagi, nama “injil” yang diklaim umat Kristen untuk menyebut karya sastrawan “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, justru baru muncul pada akhir abad ke-2 Masehi (“Salib di Bulan Sabit”, karya: DR. Jerald F. Dirks). Adapun Kitab Suci Injil yang diturunkan Allah kepada Yesus, sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di bawah ini, telah hilang dimusnahkan oleh tangan2 Bani Israel.

    JAWAB :

    SUPREMASI ALKITAB

    Zaman yang terus berputar meninggalkan banyak sekali catatan sejarah. Ada yang datang dan juga pergi. Seperti Hieraclitus, seorang filsuf Yunani, yang berkata, “Tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan!” Perubahan demi perubahan terjadi dan terus mewarnai perputaran roda sejarah itu sendiri. Ketika kita sedang asyik dengan sebuah kenyataan faktual, sadar atau tidak, ada begitu banyak peristiwa lain yang sedang menyusul di belakangnya. Dalam kacamata manusia sekarang, orang-orang yang mengikuti derap perubahanlah yang akan tetap bertahan hidup.

    Seiring dengan itu, ada sebuah kenyataan lain yang tidak bisa kita lupakan begitu saja. Tentang bagaimana Alkitab tetap berdiri kokoh sebagai kebenaran, di tengah-tengah situasi dan kondisi yang mudah dan terus berubah. Konsistensi dan keunggulannya dalam berbicara dan menilai zaman, belum terkalahkan oleh buku manapun. Relevansi yang diberikannya juga tak tergantikan oleh dokumen lain, baik yang sezaman dengannya atau yang ditulis sebelum dan sesudahnya.

    Kekristenan adalah kehidupan yang tak bisa dipisahkan dari kehadiran Alkitab. Bahwa Alkitab menjadi sumber dan rujukan terhadap berbagai aspek hidup Kristen adalah kenyataan yang tak terbantahkan. Di sinilah letak vitalitas Alkitab bagi kekristenan. Kebenarannya yang mutlak telah menjadi pegangan hidup banyak orang yang menyakininya sebagai tulisan yang diilhamkan Allah. Sesuai dengan 2 Timotius 3:16, ia sendiri kemudian meninggalkan beberapa implikasi yang berguna bagi praktek hidup Kristen sehari-hari. Mendidik orang di dalam kebenaran, menegor dan menyatakan kesalahan, juga berotoritas dalam memperbaiki kelakuan. Bahkan bagi orang yang belum percaya, Alkitab adalah pemberi hikmat dan penuntun kepada jalan keselamatan.

    Sejak dulu, telah banyak usaha-usaha yang sistematis dilakukan untuk memusnahkan Alkitab. Mulai dari meragukan keotentikannya, sampai usaha-usaha yang benar-benar frontal semacam merusak, merobek dan membakarnya. Hasilnya? Sekali lagi sejarahlah yang lalu membuktikan bahwa usaha-usaha itu selalu berujung pada satu hasil: nihil!!
    Antiokhus Epifanes, seorang tiran yang sangat kejam, suatu kali menaklukkan Israel. Ia mempersembahkan seekor babi di atas mezbah di bait Allah (sebuah penghinaan besar bagi orang Yahudi) dan mulai membunuh orang-orang yang memiliki jilid-jilid Kitab Suci. Sesudah itu timbullah pemberontakan Makabe yang pada akhirnya menewaskannya, dan hasilnya, kecintaan terhadap Kitab Suci menjadi semakin besar. Salinan-salinannya justru dibuat lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

    Kaisar Diokletian memusuhi Alkitab dengan mengeluarkan dekrit yang memerintahkan untuk menyita dan membakarnya, pada akhirnya bertobat dan percaya kepada Kristus sebagai Juru Selamatnya. Ia mendorong semua orang memiliki dan membaca Alkitab di seluruh kekaisaran Romawi.

    John Tyndale, seorang penerjemah Alkitab dibakar hidup-hidup karena usahanya untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa penduduk setempat, di mana ia melayani. John Huss yang berkeyakinan bahwa Alkitab memiliki kewibawaan paling tinggi, mengalami nasib yang sama. Bahkan John Wycliffe digali tulang belulangnya untuk dibakar dan kemudian abunya dihamburkan ke sungai, gara-gara menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris. Nyatanya, Alkitab tetap menunjukkan diri sebagai buku yang tidak bisa dimusnahkan.

    Bukan hanya itu, Alkitab juga membuktikan diri sebagai buku yang melihat segala sesuatu secara akurat. Pontius Pilatus pernah diragukan eksistensi historisnya oleh para kritikus Alkitab. Ia hanya dianggap sebagai tokoh dongeng isapan jempol. Para arkeolog akhirnya menemukan sebuah batu di Kaisarea dengan nama Pilatus tercantum di sana. Penemuan ini sekaligus mengukuhkan kesaksian Alkitab bahwa Pontius Pilatus adalah seseorang yang pernah hidup di dalam sejarah. Penemuan tablet-tablet yang mengungkap misteri Bangsa Hitit, yang disebut-sebut dalam PL tetapi diragukan jejaknya oleh sejarawan, menguatkan dan mengukuhkan catatan-catatan Alkitab. Walau bukan buku yang disusun sebagai studi sains, argumentasi dan gagasan yang diberikan Alkitab tentang sains tidak kampungan dan ngawur. Clifford Wilson menambahkan bahwa sepanjang seluruh Alkitab, salah satu bukti terjelas tentang pemahaman penulis terhadap zamannya dibuktikan dengan cara menyebut adat kebiasaan para pejabat waktu itu dengan ketepatan yang tinggi.

    Yang lebih mengherankan lagi adalah digenapinya nubuatan yang tercantum di dalamnya. Yesaya menubuatkan Sirus menjadi Raja Persia 150 tahun sebelum ia naik takhta (Yes 44:28, 45:7, Ezr 1:1-4). Daniel memprediksi secara tepat, empat kerajaan yang berturut-turut akan berkuasa; Babilonia, Media-Persia, Yunani dan Romawi (Dan 2, 7). Kedatangan Kristus ke dunia dalam peristiwa Natal, menggenapi setidaknya 200 nubuatan (bahkan lebih dari itu) yang telah ditulis dalam PL. Tidak ada satu kitab dan bukupun di kolong langit yang mendekati, apalagi menyamai Alkitab dari segi akurasi nubuatan. Kenyataan ini sekaligus menjadi jaminan bahwa nubuatan yang lain, yang tercatat di dalamnya akan secara akurat pula digenapi.

    Sekelumit bukti yang disusun di atas menunjukkan tentang keunggulan Alkitab jika dibanding dengan kitab-kitab suci yang diyakini oleh agama lain. Apakah Alkitab layak dipercayai sebagai pedoman dan jawaban atas pertanyaan hidup sebagaimana kita mempercayai Allah sebagai Inspirator Agungnya? Adalah kesimpulan yang logis jika kemudian kita berkata bahwa Alkitab adalah firman Allah yang tanpa salah sebagai konsekuensi dari inspirasi yang diberikan Allah. Kekristenan tidak meyakini kebenaran Alkitab sebagai bentuk fanatisme, tetapi karena memiliki data yang bisa dipertanggungjawabkan. Tak berubah, handal dan 100% diilhamkan Allah. Itulah mengapa kemudian kita meyakini Alkitab tidak akan mengecewakan, menipu dan membodohi kita. Jika masalah hidup tidak pernah kita temukan jawabannya di dunia ini, kenapa tidak beralih kepada Alkitab?

    (Joko Prihanto)
    *Sumber: Bagaimana Jika Alkitab Tidak Pernah Ditulis (oleh: James Kennedy dan Jerry
    Newcombe), Filsafat dan Apologetika (oleh: Richard Ngun).

    Top
    Profile

    BP
    Post subject:
    PostPosted: Mon Aug 21, 2006 4:27 pm
    Offline
    Merdeka dlm Kristus
    Merdeka dlm Kristus
    User avatar

    Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
    Posts: 6860
    Quote:
    Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Lihat juga Matius 9:35; 11:1; 24:14; dan 26:13).

    Markus 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, (Lihat juga Markus 1:15,38-39; 3:14; 8:35; 10:29; 13:10; 14:9; dan 16:15,20).
    Lukas 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (Lihat juga Lukas 4:44; 8:1; 9:6; dan 20:1).

    Jelasnya, nama “injil” yang diberikan kepada “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, BUKANLAH Kitab Suci Injil yang asli, yang diturunkan Allah kepada Yesus. Sedangkan Injil sebagaimana tersebut dalam ayat2 “injil” kanonik di atas, tentu saja Injil yang asli yang diturunkan Allah kepada Yesus. Pada waktu itu, sedikit sekali orang yang benar2 tahu dan mengerti tentang “Injil”. Barulah setelah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tabir kebohongan Perjanjian Baru itu sedikit demi sedikit semakin terbongkar.

    JAWAB :

    Injil berasal dari kata ‘euaggelion’ (Yunani) artinya adalah kabar baik.
    Sedangkan Kitab Injil adalah Kitab yang menuliskan tentang kabar baik

    Jadi jikalau Alkitab Perjanjian Baru menuliskan “memberitakan Injil” itu artinya “memberitakan Kabar Baik” :

    * Matius 4:23
    LAI TB, Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu
    TR, και περιηγεν ολην την γαλιλαιαν ο ιησους διδασκων εν ταις συναγωγαις αυτων και κηρυσσων το ευαγγελιον της βασιλειας και θεραπευων πασαν νοσον και πασαν μαλακιαν εν τω λαω
    Translit, kai periêgen en olê tê galilaia olên tên galilaian ho iêsous didaskôn en tais sunagôgais autôn kai kêrussôn to euaggelion tês basileias kai therapeuôn pasan noson kai pasan malakian en tô laô

    * Markus 1:14
    LAI TB, Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah
    TR, μετα δε το παραδοθηναι τον ιωαννην ηλθεν ο ιησους εις την γαλιλαιαν κηρυσσων το ευαγγελιον της βασιλειας του θεου
    Translit, meta de to paradothênai ton iôannên êlthen ho iêsous eis tên galilaian kêrussôn to euaggelion tês basileias tou theou theou

    * Lukas 4:43
    LAI TB, Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
    TR, ο δε ειπεν προς αυτους οτι και ταις ετεραις πολεσιν ευαγγελισασθαι με δει την βασιλειαν του θεου οτι εις τουτο απεσταλμαι
    Translit, ho de eipen pros autous hoti kai tais eterais polesin euaggelisasthai me dei tên basileian tou theou hoti epi eis touto apestalên apestalmai

    Jadi ketika Kitab Injil Matius menuliskan Yesus “memberitakan Injil” artinya Yesus “memberitakan Kabar Baik”
    Sedangkan Kitab Injil, adalah menulis tentang kabar baik atau tepatnya ‘kabar baik perihal Yesus. Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat kitab awal dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus, Lukas & Yohanes).

    Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan ‘Riwayat Hidup Yesus’, khususnya ‘ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas) menyorot kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut ‘Injil Sinoptis’ sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut ke’Allah’an Yesus.

    Rujukan Perjanjian Lama :

    Dalam Septuaginta (Kitab Suci Yudaisme “Tanakh Ibrani” dalam bahasa Yunani), kata “Kabar Baik” diterjemahkan menjadi “euaggelion”

    Contoh Ayat :

    * 2 Samuel 4:10
    LAI TB, Ketika ada orang yang membawa kabar (baik) {Euaggelizo} kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya {euaggelion}
    Septuaginta (LXX), οτι ο απαγγειλας μοι οτι τεθνηκεν σαουλ και αυτος ην ως ευαγγελιζο (translit: euaggelizo) μενος ενωπιον μου και κατεσχον αυτον και απεκτειtνα εν σεκελακ ω εδει με δουναι ευαγγελια (translit: euaggelia)

    * 1 Raja-raja 1:42
    LAI TB, Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: “Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik{Euaggelizo}.”
    LXX, ετι αυτου λαλουντος και ιδου ιωναθαν υιος αβιαθαρ του ιερεως ηλθεν και ειπεν αδωνιας εισελθε οτι ανηρ δυναμεως ει συ και αγαθα ευαγγελισαι (translit: euaggelisai)

    2 Raja-raja 7:9
    LAI TB, Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik {euaggelion} , tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”
    LXX, και ειπεν ανηρ προς τον πλησιον αυτου ουχ ουτως ημεις ποιουμεν η ημερα αυτη ημερα ευαγγελιας (Translit, euagelias) εστιν και ημεις σιωπωμεν και μενομεν εως φωτος του πρωι και ευρησομεν ανομιαν και νυν δευρο και εισελθωμεν και αναγγειλωμεν εις τον οικον του βασιλεως

    Maka disini jelas apa yang dimaksud dengan Kabar-baik {euaggelion} = Injil dengan Kitab Kabar-Baik {euaggelion} atau Kitab Injil dan kapan penggunaannya.

    Komentar oleh daniel | Februari 21, 2011 | Balas

    • penjelasan mu smakin jelas pembelaan yang tidak jelas…keluarkan logika mu…kenapa tuhan mau di lahirkan ke dunia ini dari makhluk yang jelas-jelas merupakan ciptaanya??

      kenapa tuhan lahir setelah adanya alam semesta ini?

      kenapa tuhan bisa di kalahkan,bukti tuhan kena salib?
      tlg daniel jawab pertanyaan ini,dengan bahasa yang logis dan jangan ber umpama,seperti penjelasan saudara di atas..

      Komentar oleh media berita dan informasi | April 12, 2011 | Balas

    • Copas dari BP Sarapan Pagi ya si Entong !

      Komentar oleh Beton | Agustus 6, 2015 | Balas

    • @Daniel, …. Copas dari BP Sarapan Pagi ya Tong !

      Komentar oleh Beton | Agustus 6, 2015 | Balas

  2. @daniel

    Wow.. sebuah tulisan yang sangat panjang namun tidak membuktikan sama sekali. Alkitab umat nasrani itu terdiri dari 2 bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru terdapat kategori2 yang lebih kecilnya lagi, yaitu Injil (walaupun tidak seluruh murid Yesus diikutsertakan), sejarah misi gereja, surat-surat paulus, dan surat-surat non paulus. Seharusnya, dari pembagian kategori2 tersebut Anda melihat adanya keanehan2. Mengapa paulus begitu diistimewakan? Bahkan melebihi keistimewaan murid2 Yesus yang 8 lainnya. Dan kontradiksi yang sangat jelas sering terlihat apabila kita membandingkan antara tulisan murid Yesus dengan tulisan paulus. Sebagian dari tulisan murid2 Yesus adalah perkataan Yesus, sedangkan tulisan paulus BUKAN merupakan kata2 Yesus. Hal ini telah dibenarkan pula oleh pada ahli2 bibel. Tetapi memang aneh, walaupun itu bukan kata2 Yesus, banyak sekali orang2 nasrani yang menganggap tulisan paulus tersebut merupakan tulisan yang paling berbobot. Jadi, mayoritas umat nasrani beragama mengikuti aturan paulus dan bukan aturan Yesus. Yang bersikeras bahwa Yesus adalah tuhan juga adalah pihak gereja, bukan Yesus sendiri. Ibrahim/Abraham, Daud/David, Musa/Moses, Yesus/Isa, Muhammad dan nabi2 lainnya adalah manusia. Seorang manusia yang berserah diri kepada ketentuan Allah. Bahasa arab dari berserah diri adalah Islam.

    Sudah dibuktikan pula oleh para ahli bibel bahwa terdapat revisi2 pada ayat2 di bibel yang Anda baca sekarang. Carilah sumber yang terpercaya dan banyaklah bertanya pada ahlinya.

    Yesus adalah hamba Tuhan. Namun, karena orang2 Romawi dan Yunani sangat menyukai perumpanaan dan puisi2, dikatakannya bahwa dia anak tuhan. Apalagi kata2 Yesus adalah Tuhan. Sesungguhnya ini adalah kesesatan yang nyata. Yesus itu tidak bisa apa2, melainkan dengan kekuatan Allah. Dan Allah tidak memberikan seluruh bagian dirinya kepada Yesus. Namun, Allah hanya memberikan sebagian yang sangat kecil dari kekuatanNya kepada pada nabi dan rasul.

    Komentar oleh flyinginjakarta | Maret 13, 2011 | Balas

  3. allah itu siapa kamu?

    bapa itu siapa kamu ?

    yesus kristus itu siapa kamu ?

    dan roh kudus itu siapa kamu ?

    Komentar oleh media berita dan informasi | April 12, 2011 | Balas

    • sahabat, marilah kita jangan mencari kejelekan pihak lain, tapi marilah kita mencari atau berlomba memberi kebaikan pada orang disekitar kita tanpa memandang agama. salam damai sahabat.

      Komentar oleh bandoro | Februari 3, 2014 | Balas

  4. Saya bukanlah orang kristen yang saleh… Tapi saya yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
    dan sudah disampaikan bahwa nama Nya dan Kekristusannya akan dicerca sebagian bangsa dunia.
    Namun satu hal ketika Kau meminta kepadaNya Dia akan datang dan memberikan petunjuk. Perlu keyakinan dan kepercayaan Penuh dan kesabaran.
    Kisah nyata dari saya :
    Saya menikah beda agama, saya kristen dan istri saya islam. perlu perjuangan berat untuk melalui itu semua sampai 7 tahun dan selama itu saya selalu berdoa agar diberikan petunjuk jalan yang saya pilih karena saya Yakin bahwa Manusia adalah sama tidak ada perbedaan.
    Sampai satu saat saya putuskan bahwa saya akan mengalah dan keputusan tersebut saya samapaikan kepada Tuhan melalui doa, setelah tiga minggu saya mendapatkan jawabanya….
    (Saya bermimpi) seseorang memberikan saya salib dan katanya jika bencana terjadi serukan nama NYA dengan penuh semangat, dan bebrapa saat kemudian terjadilah bencana (gempa yang dahsyat sehingga membentuk gelombang tanah) di belahan dunia, Bumi rata dengan tanah dan tak da satu pun yang berdiri diatasnya dan bencana tersebut sudah hampir tiba di kota dimana saya tinggal.. dengan segera saya mengambil Salib yang diberikan kepada saya dan menyerukan Nama NYA.. singkat cerita bencana tersbut berhenti dan kami selamat namun bagian atap rumah saya tiba2 menggulung tubuh dan saya terluka dan tidak dapat bergerak sama sekali.. kemudian saya berseru nama NYA.
    dalam mimpi tersebut saya tak sadarkan diri dan bertemu YESUS KRISTUS wajah NYA tidak begitu jelas, karena jubah putih bersih yang bersinar, namun tangan NYA terbuka dengan darah yang terus mengalir setelah itu DIA tersenyum kepada saya dan segera saya sadarkan diri dalam keadaan kondisi selamat dan Salib tersebut masih ada di tangan saya.
    Lalu saya bangun dari mimpi saya lalu berucap syukur terima kasih Tuhan atas petunjuk Mu..
    Sekarang saya sudah menikah dan menjalani rumah tangga dalam Damai.Amin..
    dan satu lagi, setiap saya ada masalah dan memohon petunjuk NYA maka setiap berminggu/ke Gereja saya temukan jawabanya melalui Alkitab dan Kotbah pendeta dan ini sebenarnya.
    God Bless U all..
    (mohon maaf apabila ada penulisan yang salah)

    Komentar oleh ponki | April 23, 2011 | Balas

    • emang anda siapa ko mimpi didatangi yesus,kalau anda yg bukan pastur saja mimpi didatangi yesus berarti pastur2 itu tiap hari didatangi yesus dong, yang datang dimimpi anda itu setan yang berwujud yesus dia datang untuk semakin membuat anda tersesat dalam pemahaman yang salah

      Komentar oleh t@t@ng | April 27, 2011 | Balas

    • Penting untuk dipahami bahwa agama jangan disejajarkan dengan budaya. Menikah beda budaya itu boleh2 saja. Tetapi menikah beda agama itu sudah merupakan penghancuran prinsip hidup. Kalau untuk sekedar kebahagian dunia, saya yakin keluarga Anda akan baik-baik saja. Tuhan itu maha pengasih. Niat jahat manusia saja seringkali dikabulkan oleh Tuhan karena orang jahat itu bersungguh-sungguh dalam kegiatannya. Apabila keberadaan pernikahan Anda sudah diterima oleh lingkungan, bukan berarti menjadi pembenaran. Itu hanya menunjukkan hasil konsistensi Anda dalam berjuang. Namun, itu adalah perjuangan di jalan yang salah (ingat. Benar dan salah itu harus menggunakan standar Tuhan. Karena manusia tidak maha mengetahui. Akal manusia itu berguna untuk memahami perintah Tuhan dan memunculkan keberanian apabila perintah Tuhan itu kadang bertentangan dengan budaya lokal).

      Komentar oleh flyinginjakarta | Juni 28, 2011 | Balas

  5. Sebenarnya anda harus belajar kepada ibu irene handono supaya anda tau bahwa apa yang anda pahami merupakan kesalahan yang nyata…

    Komentar oleh t@t@ng | April 27, 2011 | Balas

  6. Saya lebih mengutamakan Yesus, karena kata Yesus, bukan masalah siapa yg di sembah, tapi bagaimana kamu menghargai sesama. Sia-sia kamu mengaku cinta Allah, kamu mengaku hanya menyembahnya tetapi kelakuan dan perbuatanmu mencela orang lain, menghakimi orang lain, dan tindakan amoral lainnya, jikalau kristen salah, lantas kenapa ISLAM yg ribut???Bukankah ISLAM seharusnya bangga bahwa mereka agama yg benar??bahkan Allah mereka pun beragama ISLAM katanya🙂

    Komentar oleh Janda muda Fatime | Juni 10, 2011 | Balas

  7. Perbedaan yang sangat jelas adalah pada kristen, ukuran kebaikan itu tergantung dari banyaknya pujian manusia, misal pujian dari pemerintah, karena setiap pemerintah dianggap dari Allah dan siapa menentang pemerintah berarti menentang Allah. Anda bisa lihat juga pada injil Anda. Padahal, apabila Anda lihat pada Red Bible, kata-kata tersebut bukanlah berasal dari Yesus.

    Masalah menghargai sesama, sangat mudah dilakukan oleh orang-orang yang memiliki tujuan akhir yaitu kebahagiaan di dunia saja. Bahkan, orang atheis pun bisa melakukan demikian. Namun, inti dari agama itu bukanlah “kasih”. Inti dari agama itu sendiri adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan agar selamat di dunia dan di akhirat.

    Menghakimi orang lain dalam pandangan orang kristen itu sangat sempit. Bahkan sebuah nasehat baik yang diberikan oleh orang Islam pun akan dianggap menghakimi oleh orang kristen. Tampak jelas sikap kekanak-kanakan orang kristen tersebut.

    Jika kristen salah, kenapa Islam yang ribut? Pertanyaan Anda membingungkan. Kenyataannya, orang Islam yang sering dihakimi dan diributi. Contoh, masalah makanan halal saja orang kristen tidak mampu menghargai perbedaan tersebut. Padahal makanan yang masuk kategori halal oleh orang Islam tidak menjadi masalah untuk dimakan oleh orang kristen. Tetapi orang kristen selalu merasa dihakimi. Padahal orang Islam itu sendiri bersikap demikian dengan landasan berusaha taat kepada perintah Allah, walaupun perintah itu terasa hanya perintah sepele untuk kebanyakan orang.

    Apapun hinaan yang orang kristen lemparkan hanya akan berbalik ke kristen itu sendiri. Kecuali untuk orang-orang yang tidak mau berpikir. Pernahkan Anda bertanya kenapa kristen menjadi agama mayoritas di dunia? Apakah karena “kasih”? Atau karena kristen tidak berhenti menjajah bangsa-bangsa yang ada di dunia bersama dengan yahudi? Ingat pelajaran sejarah? Gold, Glory, Gospel? Agama apa dibawa oleh penjajah tersebut? Masih belum mengertikah Anda bahwa selama berabad-abad orang-orang kristen melakukan pembangkangan terhadap Tuhan dengan mengatakan bahwa Tuhan memiliki anak?

    Seorang sahabat kristen pernah berkata “intinya kristen itu adalah cintai Tuhanmu dan cintai sesamamu. Sederhana”. Tetapi ia membaca Injil pun hampir tidak pernah. Yang artinya kesesatannya sudah semakin jauh. Dengan kata lain, ia mendefinisikan sendiri apa itu arti cinta dan mencintai dan nilai-nilai kebaikan menurut versi dia sendiri. Bukankah itu sangat berbahaya? Bukankah itu sumber kekacauan di dunia?

    Komentar oleh flyinginjakarta | Juni 28, 2011 | Balas

  8. eh omong-omong ada yang bisa rincikan urutan silsilah dari nabi Ibrahim sampe kenabi Mohamad ndak ya ?.soalnya kite mo tahu asalusul nya sang nabi tuh .

    Komentar oleh iqbal bagas | Maret 23, 2012 | Balas

    • etujuu jangan-jangan tidak ada bukti sejarahnya katanya keturunan nabi ibrahim tapi bukti mane?????. ada bukunye kagak.. ditulis siape…? kalau tidak ada gawat lagi….

      Komentar oleh saloom | Maret 23, 2012 | Balas

  9. bos ato kire-kire ada yang dapet ngebandingi dengan sejajar en suportip tentang biografi yesus dengan biografi mohamad ndak ya, misal tentang wahyu, tentang prestasi,tentang matinye,atao tentang istrinya,ato tentang otentik ajaranye .nah dari situ kite-kite akan tau siapa yang pantas . ….gitu lo boss.

    Komentar oleh alibaba | Maret 23, 2012 | Balas

    • Ada dikit ni bos gua copyin dari situs laen moga bermanpaat.
      Sebuah Perbandingan Dari Pendiri Dua Agama Terbesar Di Dunia

      Oleh: Silas

      Pendahuluan

      Yesus mendirikan Kekristenan, Muhammad mendirikan Islam. Ini adalah dua agama terbesar di dunia dengan masing-masing sekitar 1,8 milyar dan 1,1 milyar anggota. Tak diragukan lagi, kedua tokoh tersebut telah mempengaruhi umat manusia dengan cara yang luar biasa. Sebagai pemimpin agama mereka mengemukakan banyak prinsip-prinsip untuk kehidupan.

      Kedua agama ini mempunyai banyak kesamaan tertentu, namun sangat berbeda dalam aspek yang lain. Seperti apakah karakter dari pendirinya? Bagaimanakah mereka dibandingkan satu dengan yang lain? Apa yang dikatakan Alkitab dan Al-Quran mengenai Yesus? Apakah dorongan yang muncul akibat dari ajaran dan tindakan mereka kepada para pengikut mereka? Artikel ini menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan membandingkan dan membedakan beberapa dari tindakan dan ajaran mereka.

      Catatan: Saya akan menggunakan Alkitab Terjemahan Baru dari LAI sebagai sumber untuk perkataan dan tindakan Yesus. Saya akan mengutip dari Quran, biasanya terjemahan N.J. Dawood [2], dan Hadis Al Bukhari [3] dan Muslim [4], “Life of Muhammad” (Kehidupan Muhammad) [5] yang diterjemahkan oleh A. Guillaume dari “Sirat Rasulallah” karya Ibnu Ishaq, Sejarah Tabari [6], dan Sunan Abu Dawud [7]. Secara umum, Hadis Al Bukhari dan Muslim adalah perkataan dan perbuatan Muhammad, dan diakui sebagai yang paling orisinil (abash) oleh kesarjanaan Islam. “Sirat Rasulallah” oleh Ibnu Ishaq diterima sebagai biografi panjang yang terbaik tentang Muhammad, dan sejarah Tabari merupakan keterangan sejarah terbaik mengenai Muhammad dan jemaah Islam mula-mula.

      Beberapa kata-kata terakhir dari masing-masing menjelang kematiannya

      Yesus: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” – Lukas 23:34. [Diucapkan saat menjelang kematian di kayu salib di Kalvari setelah dikhianati dan dijatuhi hukuman mati dengan alasan yang tidak masuk akal]

      Muhammad: “Kiranya Allah mengutuk Kaum Yahudi dan Kristiani karena mereka telah membuat tempat untuk penyembahan di kuburan para nabi.” Bukhari, vol 1, no. 427 [Muhammad telah diracuni beberapa tahun sebelumnya oleh seorang wanita Yahudi yang suaminya dibunuh oleh Kaum Muslim, dan racun tersebut secara perlahan telah menunjukkan efeknya. Dia mengucapkan kata-kata ini saat menjelang kematiannya di tangan istrinya Aisha]

      Komentar

      Saat saya mempelajari kehidupan kedua orang ini, saya menemukan bahwa perbandingan tersebut di atas menjelaskan beberapa perbedaan karakter yang sangat kuat. Ini adalah kata-kata mereka saat menjelang kematian, kata-kata yang akan menandai akhir hidup mereka. Kristus meminta Tuhan Elohim untuk mengampuni musuh-musuh-Nya, sedangkan Muhammad mengucapkan sebuah kutukan pahit terhadap mereka yang menolak tuntutan pengakuan akan kenabiannya. Tidakkah lebih tepat bagi Muhammad untuk meminta Allah menuntun kaum Kristiani dan Yahudi (yang dianggap sesat) saat dia akan meninggal?

      Perbudakan

      Yesus: tidak mempunyai budak. Yesus mengajarkan untuk melakukan kepada sesama kita sama seperti yang kita ingin mereka perbuat kepada kita (Lukas 6:31). Yesus tidak memiliki budak, dan hal itu jelas terlihat dari pengajaranNya bahwa Dia tidak akan mempunyai budak. Dia membebaskan orang-orang, bukan memperbudak mereka. Tidak ada orang yang ingin diperbudak dengan melawan kehendaknya sendiri.

      Lebih lanjut lagi, Paulus menulis dalam 1 Timotius 1:8-10

      Kita tahu bahwa hukum Taurat itu adalah baik jikalau kita menggunakannya dengan semestinya. Kita juga tahu bahwa hukum itu dibuat bukan untuk orang-orang benar, tetapi untuk para pelanggar hukum dan pemberontak, orang-orang fasik dan pendosa, orang yang tidak kudus dan peleceh agama; bagi si pembunuh orang tua dan pembunuh lainnya, bagi orang cabul dan sesat, bagi penjual budak dan pembohong dan saksi-saksi dusta…

      Dari ayat-ayat ini, kita melihat bahwa memperbudak orang dengan paksa dan perdagangan budak bertentangan dengan ajaran Kristen.

      Muhammad: seorang pelaku perbudakan. Dia memiliki dan menjual banyak budak, baik pria maupun wanita. Dia mengatakan bahwa Allah mengijinkan dia dan para pengikut Muslimnya untuk berhubungan seks dengan budak perempuannya jika mereka mau. Rujukan Quran Sura 33:50,52, 23:5, dan 70:30. Budak dianggap sebagai “barang rampasan” bagi kaum Muslim jika diperoleh dalam penyerangan, jadi mereka adalah milik kaum Muslim. Muhammad merasa bangga dan begitu tinggi-diri untuk menjadikan ribuan orang menjadi hamba.

      Sejarawan Islam besar Tabari menulis mengenai hubungan seksual Muhammad dengan budaknya Mariyah (Koptik dari Mesir): “Dia berhubungan seks dengan budaknya ini dengan pendalilan yang manis bahwa ia adalah milik kepunyaannya” [Tabari, volume 39, halaman 194].

      Muhammad menciptakan banyak budak dari hasil penyerangannya dan dari orang-orang yang diperanginya. Yang paling mencolok adalah para wanita dan anak-anak yang luput dari pembantaian besar-besaran Muhammad terhadap 800 pria (remaja muda ke atas) dari Yahudi Bani Quraizah (lihat Sura 33:26). Sirat Rasulallah – biografi tertua tentang Muhammad – menjelaskan lebih banyak detil pada halaman 461 dan seterusnya. Segera setelah membantai para pria Yahudi, Ibnu Ishak mencatat pada halaman 466 sbb:

      Lalu Rasul membagi harta benda, para istri, dan anak-anak dari Bani Quraiza diantara para Muslim, dan pada hari itu dia mengumumkan pembagian rampasan terhadap kuda-kuda dan tawanan laki-laki, dan dia mengambil seperlima bagiannya, (Muhammad dan keluarganya memperoleh seperlima dari semua barang rampasan perang)…Lalu rasul mengutus Sa’d…dengan beberapa tawanan perempuan dari bani Quraiza ke Najd dan menjual mereka disana untuk mendapatkan sejumlah kuda dan senjata.

      Bukhari juga mendokumentasikan Muhammad sebagai pemilik banyak budak-budak [vol 5, no.541 dan vol 7, no.344]. Muhammad mempunyai orang-orang Negro, Arab, Mesir, pria, wanita, Yahudi, Nasrani, dan para pagan Arab sebagai budak-budaknya.

      Muhammad juga mengijinkan para budak untuk dipukul secara keras. Saat istrinya diperiksa dengan seksama mengenai tuduhan perzinahan, menantu Muhammad, Ali, secara brutal memukuli budak Aisha di depan Muhammad, untuk memastikan bahwa ia mengatakan yang sebenarnya mengenai Aisha. Berikut kutipan dari “Sirat Rasulullah” karya Ibnu Ishaq, yang diterjemahkan A. Guillaume (Kehidupan Muhammad, halaman 496):

      Lalu Rasul memanggil Buraira (budak Aisha) untuk menanyainya, dan Ali bangkit dan memberikannya pukulan yang menyakitkan sambil berkata, “Katakan pada Rasul yang sebenarnya”…

      Dan Muhammad tidak menghentikan Ali memukuli budak tersebut.

      Muhammad juga mengijinkan budak perempuan yang baru ditangkap, digunakan untuk keperluan seks. Lihat Hadis Shahih Muslim vol. 2, no.3371,

      Abu Sirma berkata kepada Abu Said Al Khudri: “Oh Abu Said, Apakah kau dengar utusan Allah menyebutkan tentang al-azl (coitus interruptus)?” Ia mengatakan “Ya”, dan menambahkan: “Kami berangkat dengan pesan Allah dalam perjalanan ke Mustaliq dan menawan beberapa wanita Arab yang cantik; dan kami mengingini mereka karena kami menderita tanpa kehadiran istri kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga menginginkan tebusan untuk mereka. Jadi kami memutuskan untuk berhubungan seksual dengan mereka tapi dengan melakukan azl” (menarik organ seksual pria sebelum keluarnya mani demi menghindari kehamilan). Tapi kami mengatakan: “Kita melakukan sesuatu padahal utusan Allah ada di antara kita; mengapa kita tidak tanyakan saja kepadanya?” Lalu kami bertanya pada utusan Allah dan ia berkata:

      Tidak menjadi masalah apakah kamu melakukannya atau tidak, karena setiap jiwa yang akan dilahirkan sampai pada hari kebangkitan pasti akan dilahirkan (penekanan penterjemah).

      Dan Hadis Shahih Muslim vol. 3, no.3432

      Abu Said al-Khudri melaporkan bahwa dalam peperangan Hunain, utusan Allah mengirimkan pasukan ke Autas dan menghadang musuh dan berperang melawan mereka. Setelah dapat mengalahkan dan menawan mereka, sahabat-sahabat utusan Allah tampak menahan diri untuk berhubungan seksual dengan para tawanan wanita karena suami-suami mereka adalah penyembah berhala. Tetapi Allah, Maha Besar, malah mewahyukan mengenai hal itu:

      dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita-wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu (Sura 4:24). (Dpl. dihalalkan bagi Muslim secara hukum untuk berhubungan seksual dengan budak tawanan pada saat masa mentruasi mereka telah berakhir).

      Komentar

      Pengajaran Yesus akan menghalangi orang dari memperbudak orang lainnya secara paksa. Dia berkata, “Perbuatlah kepada orang lain seperti apa yang kamu kehendaki untuk orang lain perbuat kepadamu” (Lukas 6:31). Di lain pihak, Muhammad dan laskarnya pergi dan menyerang banyak orang dan memaksa mereka ke dalam perbudakan. Lebih buruk lagi, Muhammad memisahkan keluarga para budak dengan membagi mereka di antara para prajuritnya, dan ia mengijinkan para pria untuk memperkosa para budak perempuan.

      Dosa

      Yesus: lahir kudus tanpa dosa, dan menjalani hidupnya dengan tidak bercela. Yesus menegaskan ketidakberdosaan-Nya dengan menantang, “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” (Yohanes 8:46). Juga perhatikan 2 Korintus 5:21, 1 Yohanes 3:5, Ibrani 4:15

      Muhammad: diproklamirkan Allah berkali-kali sebagai seorang pendosa, antara lain menurut Sura 40:55: “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”

      Sura 48:1-2: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang …”

      Muhammad juga berdoa untuk pengampunan dosa dirinya, Bukhari vol. 9, no. 482:

      Oh Allah! Ampuni aku, dosa yang kulakukan di masa lalu atau di masa yang akan datang, juga dosa yang kulakukan secara tersembunyi maupun yang nyata-nyata.

      Muhammad bahkan mengakui telah terlanjur melukai atau mengutuki orang secara tidak adil. Dari Shahih Muslim, volume 4, “Buku Kebajikan dan Amal Ibadah, dan Menyatukan Tali Silaturahmi”, Bab MLXXV

      BARANGSIAPA YANG ATASNYA TELAH (TERLANJUR) DILETAKKAN KUTUKAN OLEH RASUL ALLAH, PADAHAL SEBENARNYA DIA TIDAK LAYAK MENERIMANYA, MAKA ITU AKAN MENJADI SUMBER PAHALA DAN RAHMAT BAGINYA.

      Hadis no. 6287 mencatat, Abu Juraira meriwayatkan kata-kata dari utusan Allah: “Oh Allah, aku adalah seorang manusia, dan bagi siapa saja diantara kaum Muslim yang kepadanya aku melemparkan nista atau meletakkan kutukan atau memberikannya cambukan, biarlah itu dijadikan sumber kesucian dan rahmat.”

      Komentar

      Yesus adalah manusia tak berdosa – Putera Allah. Muhammad adalah seorang yang mengangkat dirinya sendiri sebagai nabi (tak ada Tuhan atau nabi yang mengesahkannya) – seorang manusia yang dapat melakukan dosa dan melakukan kesalahan, mempunyai sifat baik dan jahat. Ada saat-saat dia baik, ada saat-saat dia mengutuk dan melukai (termasuk merampas dan membunuh) banyak orang. Seberapa besar porsinya sifat atau karakter yang tak terelakkan itu terwujud ke dalam agama mereka masing-masing? Yesus murni-kudus dan tanpa cela, sementara Muhammad menyatakan bahwa ia berdoa DEMI ALLAH meminta pengampunan terhadap dosa-dosanya hingga lebih dari 70 kali setiap harinya! Siapakah yang hendak Anda ikuti? [Muhammad berkata: “Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kali.” Bukhari no. 1732].

      Menghukum pendosa yang mau bertobat

      Yesus, seperti yang dipetik dari Injil Yohanes 8:2-11:

      Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

      Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

      Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (penekanan penterjemah)

      Muhammad, seperti yang dipetik dari Hadis Abu Dawud, no. 4428:

      Buraidah berkata: Seorang wanita dari Ghamid datang kepada Nabi dan berkata: “Aku telah berbuat zinah”, Ia (Muhammad) berkata: “Pulanglah”. Dia pulang dan (akan tetapi) pada hari berikutnya dia datang lagi kepadanya, dan berkata: “Mungkin kau ingin mengirimku kembali seperti yang kau laukakn kepada Maiz b. Malik. Aku bersumpah demi Allah, aku hamil.” Ia berkata kepadanya “Pulanglah”. Dia pulang dan datang kembali padanya pada hari berikutnya. Ia berkata padanya: “Pulanglah sampai kau melahirkan anak itu.” Ia lalu pulang. Saat ia telah melahirkan, ia membawa anak itu kepadanya, dan berkata: “Ini dia! Aku telah melahirkannya.” Ia berkata: “Pulanglah, susui dia sampai kau menyapih dia.” Saat dia sudah menyapih anak itu, dia membawanya kepadanya (Muhammad) dengan sesuatu di tangannya yang sedang ia makan. Anak itu kemudian diberikan kepada seseorang dari kaum Muslim dan diapun (sang nabi) memberi perintah mengenai wanita itu. Maka sebuah lubang digali baginya, dan dia memberi perintah mengenai wanita itu dan dia dirajam batu hingga tewas. Khalid adalah salah satu diantara orang banyak yang melemparkan batu kepadanya. Dia melemparkan sebuah batu kepadanya. Saat setetes darah terpercik kepipinya, iapun menyiksa wanita itu. Sang nabi berkata kepadanya: “Tenang Khalid. Oleh Dia yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, dia (perempuan ini) telah bertobat sedemikian rupa, sehingga jikalau ada seseorang yang bersalah lalu bertobat sedemikian rupa pula, maka ia akan diampuni”. Lalu ia memberikan perintah mengenai wanita itu, berdoa untuknya dan wanita itupun dikuburkanlah.”

      Komentar

      Berikut adalah perbedaan yang sebenarnya mengenai kedua tokoh ini. Saat Yesus berhadapan dengan wanita pezinah, Dia tidak menghukumnya tetapi tidak membela perbuatan dosanya, yaitu dengan menyuruhnya pergi namun memerintahkan agar jangan berbuat dosa lagi. Dia memberinya kesempatan untuk mendapatkan penebusan – yaitu sebuah contoh sesungguhnya dari welas asih pengampunan.

      Berapa banyak orang yang memulai sesuatu di jalan yang salah, tetapi tahun-tahun kemudian ia mampu memutar balikkan arah hidupnya? Tidak hanya sampai bertobat, tetapi mereka juga telah mampu membantu orang lain untuk beralih pula? Yesus menawarkan kesempatan ini kepada wanita tersebut. Di bawah hukum agama, orang Yahudi mungkin telah merajam wanita itu sampai mati, tetapi kasih dan belas kasihan Kristus lebih besar dari itu.

      Pendekatan Muhammad jauh berbeda (dan samasekali tak masuk ke akal!). Pada awalnya dan sejak awalnya, dia tampak mencoba untuk membebaskan wanita pezinah tersebut. Wanita tersebut telah mengakui dosanya sendiri, apa adanya, kepada Muhammad. (Tampak sekali dia merasa bersalah dan siap bertobat dan sungguh-sungguh bertobat), tetapi justru Muhammadlah yang tidak siap, lalu menolak untuk mendengar wanita itu serta menanganinya. Malahan, Muhammad menyuruh wanita itu pulang sia-sia tanpa solusi tanpa nasihat. Hal ini terjadi sampai LIMA kali ia harus menghadap! (Tiga kali berturut-turut dalam tiga hari, dan dua kali berikutnya setelah melahirkan dan menyapih). EMPAT kali Muhammad menghindar untuk menangani situasi demikian. Akhirnya setelah pengakuan dosa yang konsisten dari wanita tersebut, Muhammad dipaksa untuk menghadapi keberdosaan wanita tersebut. Muhammad mengijinkannya untuk melahirkan, menyusui dan menyapih anak itu, yang dapat memakan waktu 1-3 tahun! Dan akhirnya wanita itu kembali lagi dan Muhammad yang kehilangan akal akhirnya terpaksa memerintahkan agar dia dirajam.

      Wanita ini tidak hanya mengaku tetapi ia juga bertobat. Dia adalah seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab terhadap komunitasnya. Tidak bisakah Muhammad memaafkannya sementara telah ada banyak macam orang-orang berdosa bersamanya? Muhammad mengijinkan banyak orang lainnya lepas dari dosa yang telah diakuinya. Bahkan orang yang telah membunuh anggota keluarganya diampuni jika mereka mengakui bahwa Muhammad adalah nabi Tuhan dan bahwa hanya ada satu Tuhan. Tapi Muhammad justru tidak dapat berhikmat menangani dengan belas kasihan terhadap wanita tersebut. Dia tidak dapat melihat jauh ke depan. Dia tidak dapat melihat bahwa wanita tersebut telah memutar arah hidupnya, membesarkan anaknya dengan baik, dan melakukan hal yang benar. Kerabunan hati Muhammad menyebabkan kematian wanita tersebut secara tragis.

      Muhammad bahkan tidak menanganinya menurut hukum Taurat Musa. Dalam hukum Musa, pezinah harus dilempari dengan batu sampai mati. Muhammad tidak melakukan seperti itu, dia (dalam kerikuhannya) memberi wanita itu beberapa tahun untuk hidup (dalam kehidupan guilty feeling terkatung-katung yang menyiksa batin). Muhammad memperhitungkan penundaan sampai dia melahirkan, bahkan menunggu sampai wanita itu menyapih anaknya. Padahal pastilah ada wanita lain yang bisa saja mengasuh anak tersebut. Tampak bahwa Muhammad hanya sekedar menangani situasi ini sebaik-baiknya (atau malah seburuk-buruknya) yang ia bisa; Muhammad hanya membuat peraturannya sendiri sambil lalu. [Aturan terakhir yang dibuat Muhammad justru membenarkan apa yang sudah terlanjur dipersalahkan terhadap wanita tersebut (!), yaitu tatkala ia berkata: “Oleh Dia yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, dia (perempuan ini) telah bertobat sedemikian rupa, sehingga jikalau ada seseorang yang bersalah lalu bertobat sedemikian rupa pula, maka ia akan diampuni”. Tampaknya Muhammad justru merasakan guity-feeling sendiri atas apa yang telah diperbuatnya terhadap perempuan yang gigih mau bertobat tetapi tidak mendapatkan pengampunannya dari Muhammad, kecuali penyiksaan batin bertahun-tahun! Inikah kualitas nabi yang Anda andalkan dan percayai?!].

      Perang – cara memperlakukan lawan

      Yesus: Dalam Lukas 9:54, 55, Yesus menegur murid-muridNya ketika mereka berkeinginan menghancurkan sebuah kota yang menolak guru mereka. Juga, dalam Lukas 22:52, murid-murid Yesus mulai menyerang orang yang datang untuk menangkap Yesus, tetapi Dia melarang dan menghentikan mereka, lalu menyembuhkan seseorang yang terluka disana dalam penyerangan.

      Muhammad: mengatakan kepada para pengikutnya untuk secara agresif mengadakan perang (fisikal) terhadap non-Muslim, lihat sura 9:5,29. Sura 9 ini adalah salah satu Sura terakhir yang disampaikan oleh Muhammad. Awalnya, ketika kelompok Muhammad dalam keadaan lemah, ia memerintahkan para pengikutnya untuk mencoba bergaul baik dengan orang lain. Setelah umat Islam menjadi kuat, ia memerintahkan mereka untuk menyebarkan Islam secara paksa. Abu Bakar, Umar, dan Usman melanjutkan agresi peperangannya. Beberapa tindakan brutal Muhammad termasuk:

      Pembantaian sekitar 800 tawanan laki-laki Yahudi: (dicatat dalam Sura 33:26).

      Ia memerintahkan eksekusi 10 orang ketika ia merebut Mekah. Tiga diantaranya adalah budak perempuan yang sebelumnya mengolok-olok Muhammad. Lihat “The Life of Muhammad”, halaman 551 dan 552.

      Komentar

      [Sekalipun para ulama Islam sering mencoba mempersamakan ajaran Muhammad dengan ajaran Yesus dalam “ayat-ayat pedang” yang dikutip secara harfiah (misalnya dengan mengutip Injil Matius 10:34: “…Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang”, dll), namun mereka tidak mau memaknai arti rohaniah-nya, padahal] tidak seorang pun dapat membayangkan Yesus memerintahkan orang kudusnya untuk penyerangan, atau penghukuman terhadap gadis-gadis budak karena mengejeknya di tahun-tahun sebelumnya. Dia membawa pesan yang lebih baik dan cara hidup yang lebih baik. Tidak ada yang akan membayangkan Yesus membuat orang disiksa demi memaksa orang tersebut untuk menunjukkan uang yang disembunyikannya agar dirampasi. Hidup dan ajaran Yesus total bebas dari keserakahan.

      Muhammad mungkin saja seorang yang sangat brutal. Tetapi apakah membunuh beberapa budak perempuan karena telah mengejek dia dapat dibenarkan? Apakah dengan membiarkan mereka terbunuh itu dapat dibenarkan? Apakah itu tampaknya rasional dan masuk akal? Apakah menyiksa seseorang hanya untuk mendapatkan uangnya adalah penggambaran “keunggulan” jenis manusia yang harus diikuti, dipatuhi, dan ditiru oleh masyarakat? Suri teladan surgawikah itu?

      Wanita dan Pernikahan

      Yesus: tidak menikah. Ia menyembuhkan perempuan, memaafkan perempuan, dan membesarkan hati perempuan. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa suami harus mengasihi istri mereka dan tidak bersikap kasar dengan mereka (Kolose 3:19, Efesus 5:25) dan bahwa pria dan wanita adalah sama di dalam Kristus (Galatia 3:28), dan bahwa perempuan harus diperlakukan dengan hormat (1 Petrus 3:7).

      Muhammad: memerintahkan pengikut laki-lakinya untuk memukul istri mereka yang tidak patuh. Dia memberi laki-laki hak untuk memukul istri mereka yang bahkan hanya karena diduga tidak mematuhi mereka!

      Sura 4:34 “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (pembangkangannya), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.”

      Ayat di atas diturunkan sehubungan dengan seorang wanita yang mengeluh kepada Muhammad bahwa suaminya telah menamparnya di muka, yang masih ditandai dengan bekas tamparan. Pada awalnya, Muhammad berkata kepadanya, “Balas saja dia”; tapi kemudian Muhammad mengubah pikiran dengan menambahkan “Tunggu sampai aku berpikir tentang hal ini.” Kemudian ayat seperti yang tercantum di atas itulah yang diwahyukan, dan Muhammad menambahkan lagi, “Kami (dia dan wanita itu) menginginkan satu hal, tapi Allah menginginkan yang lain.”

      Hadis juga mengatakan cukup banyak tentang wanita:

      Muhammad berkata bahwa perempuan umumnya begitu jahat sehingga mereka akan menjadi penghuni mayoritas di neraka. Melanjutkan dengan Bukhari, vol. 1, no.301: “Oh perempuan! Berilah sedekah, karena aku telah melihat bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kamu (wanita). Merekapun (wanita] bertanya,” Mengapa begitu, Oh Rasul Allah? “Dia menjawab, “Kamu sering mengutuk dan tidak berterima kasih kepada suamimu.”

      Bukhari vol. 1, no. 28: Nabi berkata, “Aku telah ditunjukkan api-neraka dan mayoritas pennghuninya adalah perempuan yang tidak tahu berterima kasih.” Maka ditanyakan, “Apakah mereka kafir kepada Allah?” (Atau mereka tidak tahu berterima kasih kepada Allah?), dia menjawab, “Mereka tidak berterima kasih kepada suami mereka dan tidak berterima kasih untuk nikmat dan kebaikan yang dilakukan untuk mereka…”

      Sahih Muslim mengatakan mereka adalah minoritas di surga:

      Volume 4, no. 6600: “Imran Husain melaporkan bahwa utusan Allah mengatakan: Di antara para penghuni Surga, para perempuan akan menjadi minoritas.”

      Dengan meletakkan kedua Hadis ini bersama-sama, kita menemukan Muhammad yang berkata bahwa perempuan adalah minoritas di surga, dan mayoritas di neraka. Jadi ini tak ada hubungannya dengan ratio/perbandingan statistik mengenai jumlah kaum perempuan yang lebih banyak dibandingkan laki-laki. Muhammad memandang perempuan lebih berdosa ketimbang pria. Alasannya? Karena para wanita itu tidak berterima kasih kepada suami mereka!

      Ditempat lain, Muhammad juga menyatakan bahwa perempuan kurang cerdas dibandingkan dengan pria: Bukhari, volume 1, no. 301: “…Lalu ia (Muhammad) berpapasan dengan para perempuan dan berkata, “Hai perempuan, berilah sedekah karena aku telah melihat bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kamu (wanita).” Tanya mereka, “Mengapa demikian Oh utusan Allah? “Dia menjawab, “Kamu sering mengutuk dan tidak tahu berterima kasih kepada suamimu. Aku tidak melihat ada orang yang sedemikian kurang cerdas dan kurang beragama seperti kamu. Seorang pria yang berhati-hati dan berakal bisa disesatkan oleh beberapa dari kalian. “Para perempuan itu bertanya, “Ya Rasul Allah, apa kekurangan kami dalam kecerdasan dan agama?” Dia berkata, “Bukankah kesaksian dari dua perempuan sama dengan kesaksian satu laki-laki?” Mereka menjawab menyetujui. Dia berkata, “Inilah kekurangan dalam kecerdasannya…” [Perhatikan betapa jawaban Sang Nabi itu tidak menjawab apapun dari pertanyaan perempuan, melainkan langsung penghukuman: “Kesaksian perempuan itu tidak cukup valid”].

      Komentar

      Ajaran Yesus Kristus menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki adalah sama di hadapan mata Tuhan. “Tidak ada laki-laki ataupun perempuan didalam Kristus”. Tidak juga kelak disorga. Secara sosial, Kristus berurusan dengan mereka menurut belas kasihan Bapa.

      Muhammad memposisikan dua kelompok perempuan: perempuan budak dan orang bebas. Bahkan hari ini di negara-negara Islam perempuan diatur sebagai warga kelas kedua dan dikendalikan oleh laki-laki. Hal ini terjadi karena Muhammad yang menempatkan mereka begitu dalam ajaran-ajarannya.

      Identitas Kristus

      Yesus: mengatakan diriNya bahwa DIA ADALAH ANAK ALLAH (Yohanes 5:18-27, 10:36, Matius 26:63,64).

      Yesus bertanya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Simon Petrus pun menjawab, “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang Hidup.” Maka Yesus berkata, “Berbahagialah kamu Simon bin Yunus, karena ini tidak dinyatakan kepadamu oleh manusia, tapi oleh Bapa-Ku di surga” (Matius 16: 15-17).

      YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH “Dan Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita pun melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14)

      YESUS SEBAGAI TUHAN “Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia…” Filipi 2:5-7,9 (Terj. Baru)

      Muhammad: mengatakan bahwa Yesus bukan Anak Allah; Quran tidak membuat perbedaan antara para nabi dan Kristus tidak lebih dari seorang Utusan:

      Sura 5:75 “Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul…”

      Quran menyangkal Kristus berasal dari Allah:

      Sura 43:59: “Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail.”

      Sura 3:59: “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.”

      Komentar

      Kristus, sebagai seorang Nabi besar dan Guru yang selalu berkata yang benar (Yohanes 14:6, Sura 19:34 dll), juga mengajarkan bahwa Dia adalah Anak Allah, Firman Allah, Mesias, dan inkarnasi Tuhan. Sebaliknya Muhammad menyangkal hal ini. Jadi, apakah Yesus mengatakan hal yang sebenarnya, ataukah dia hanyalah seorang pembohong atau seorang yang gila? Tak ada kemungkinan lain lagi. Tetapi tidak ada bukti terkecil pun dimana Yesus itu adalah si pembohong apalagi si gila. (Yang tinggal hanyalah dia berkata yang benar karena dia Kalimat Allah dan Ayatollah). Sebaliknya kehidupan Muhammad menghalalkan tipu daya (lihat Sirat Ibn Ishaq p. 323, Tabari VIII:23 dll).

      Kedua orang ini tidak bisa sama-sama benar tentang identitas Kristus. Ingat, Muhammad muncul dari padang pasir dengan “wahyu” sekitar 600 tahun kemudian. Dia punya sedikit pengetahuan tentang apa yang ia bicarakan. Dia (karena belajar dengan mendengar kesana-sini) sering menangkap salah tentang ajaran Alkitab yang ia sendiri tegaskan sebagai Firman Allah. [Ia malah terpaksa menggantikan “wahyu” yang turun terdahulu kepadanya dengan “wahyu” yang turun belakangan demi menghindari kontradiksi, dan itu dinamainya “nasikh” (ayat pengganti) dan “mansukh” (ayat yang digantikan)].

      YESUS patut disembah

      Yesus: mengajarkan bahwa hanya Allah harus disembah dalam Matius 4:10:

      Yesus berkata kepadanya (iblis), “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis, “Engkau harus meyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Tetapi (karena Ia sendiri adalah Firman Allah yang adalah Allah, lihat Yohanes 1:1), ketika seseorang pria datang menyembah Yesus, maka diapun mengizinkan hal itu (Matius 8:2).

      Alkitab memerintahkan kita untuk menyembah Yesus Kristus (sebagaimana semua malaikat juga harus menyembahnya):

      …supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia…” (Yohanes 5:23).

      Dan ketika Ia (Allah) membawa pula Anak-Nya yang sulung (Yesus) kedunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia” (Ibrani 1:6).

      …supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi; dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:10, 11)

      Muhammad: menantang bahwa YESUS TIDAK patut disembah Quran menyiratkan bahwa Yesus tidak patut disembah:

      Sura 43:81: “Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (memuliakan anak itu).”

      Komentar

      Hanya Tuhan yang berhak disembah sebagai yang ilahi. Kaum lelaki telah memperoleh sebentuk penyembahan sebagai penguasa, tetapi Allah memerintahkan bahwa Ia sendiri sajalah yang harus disembah. Yesus mengajarkan ini, tetapi tidak menolak dan melarang penyembahan terhadap dirinya. Muhammad tidak tahu siapa Yesus, dan dengan demikian ia menyangkal penyembahan kepada Anak Allah (yang ia salah pahami sebagai anak hasil kawin-mawin antara Allah dan seorang istri/Maryam: “Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri” (Sura6:101)

      Doa

      Yesus: mengajar murid-muridNya untuk berdoa saja dengan sederhana, tidak bertele-tele dan dari hati. Tuhan mendengarkan hati, bukan apa yang kelihatan dari luar:

      Matius: 6:6-7: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan…”

      Yesus mengajarkan bahwa doa yang benar adalah ekspresi dari hubungan dan komunikasi roh dengan Bapa surgawi.

      Muhammad: mengajarkan doa ritual formal dan berulang-ulang, kutipan berasal dari Bukhari, vol. 1,

      no. 488 – seseorang yang lewat di depan orang yang berdoa akan membatalkan doanya

      no. 489 – adalah berdosa jika seseorang lewat di depan orang lain yang lagi berdoa

      no. 660 – jangan menaikkan doa sebelum Imam (ulama Muslim yang memimpin ibadah, doa-doa ritual), atau Allah akan mengubah wajahmu menjadi wajah keledai

      no. 685 – jika baris doa (laki-laki) tidak lurus, Allah akan merusak wajah Anda

      no. 690 – jika baris doa yang tidak lurus, maka doanya tidaklah layak

      no. 717 – jika kamu melihat ke atas saat berdoa, kamu akan kehilangan penglihatanmu

      no. 759 – jika Anda tidak melakukan ruku’ dengan sempurna, doa-doamu tidak akan diterima

      Kedua sosok ini amat sangat berbeda. Keduanya telah meninggalkan jejak mereka pada dunia. Kristen mengikuti Kristus, umat Islam mengikuti Muhammad. [Kristen berdoa senyap dalam hati, sementara Muslim kini berdoa bludak ke trotoar-trotoar jalan]. Keduanya mengaku berasal dari Allah, tetapi ajaran-ajaran dan tindakan mereka bertentangan satu sama lain. Hanya satu saja yang bisa benar-benar berasal dari Allah. (Dan karena kontrasnya perbedaan keduanya, maka tidak sulit amat bagi kita untuk mencium keasliannya).

      Yesus berkata bahwa nabi-nabi palsu akan datang: “Dan banyak nabi palsu akan muncul dan mereka akan menyesatkan banyak orang” (Matius 24:11). Apakah mungkin bahwa Muhammad termasuk dalam kategori nabi palsu?

      Judul Asli: A Comparison of Jesus and Muhammad

      Daftar Pustaka

      [1] Studi Alkitab New International, diterbitkan oleh Zondervan Publishing House, Grand Rapids, Michigan, USA.

      [2] Al-Quran, yang diterjemahkan oleh NJ Dawood, diterbitkan oleh Penguin Books, London, Inggris.

      [3] “Sahih Al-Bukhari” – “Penerjemahan dari Makna dari Sahih Al-Bukhari”, diterjemahkan oleh Dr M Khan, diterbitkan oleh Kitab Bhavan, New Delhi, India.

      [4] “Sahih Muslim”, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A. Siddiqi, diterbitkan oleh International Islamic Publishing House, Riyadh, Arab Saudi.

      [5] “Sirat Rasulallah” – “Kehidupan Nabi Allah”, diterjemahkan sebagai “The Life of Muhammad” oleh A. Guillaume, diterbitkan oleh Oxford University Press, London, Inggris.

      [6] “The History of Tabari”, diterbitkan oleh SUNY, Albany, New York, Amerika Serikat.

      [7] “Sunan Abu Dawud”, diterbitkan oleh Al-Madinah Publications, New Delhi, India.

      Komentar oleh agung | Maret 23, 2012 | Balas

      • mosok gitu amat sih

        Komentar oleh syura | Maret 23, 2012

  10. Susah bener ya mengartikan alkitab, sebentar manusia sebentar allah, semaunye deh… binun

    Komentar oleh yanuar | September 21, 2012 | Balas

  11. Hehehe…. Anda ternyata sangat goblok…. Anda mengukur kekuasaan tuhan itu dgn logikamu, emangnya Tuhan itu bisa di logikakan?? Tapi entah pun tuhanmu bisa dilogikakan ya…

    Komentar oleh arya | Maret 5, 2014 | Balas

  12. B O dan T O L
    .

    BOTOL, hai krisetan, perayaan natal itu bukan ritual MUSLIM dan TIDAK PERLU ucapkan selamat pada kami atau sebaliknya karena itu adalah tradisi penyembah berhala paganis warisan Babilonia kuno ribuan tahun yang lalu
    BOTOL, yesus memang TIDAK lahir pada 25 desember, dan dipertegas oleh paus Benediktus bahwa itu memang keliru, sudah terlanjur kaya gitu tapi gengsi dan malu
    BOTOL, 25 desember itu adalah kelahiran Dewa Matahari MITRA, yang diadopsi umat kristen yaitu dan berasal dari PAGAN PERSIA
    BOTOL, kalian krisetan peringati natal padahal umat ADVENT, MORMON, KOPTIK dan YEHOVA, itu oleh mereka pesta yang tidak pernah dijadwal
    BOTOL, kalian pesta natal, padahal itu BUKAN HARI KELAHIRAN yesus yang benar dan itu semua memang tidak akan pernah bisa masuk akal
    BOTOL, umat kristen bilang walaupun SALAH TANGGAL, malah mereka terus ngeyel berkoar, skarang jawab kalian yang penting pesta natal walau tidak legal
    BOBOL, semuanya dipaksakan demi KRISETANISASI, padahal entelektuil tahu bahwa campur tangan penguasa gereja yang mengotori BIBLE banyak dikritisi
    BOTOL, yesus di SUNAT tapi kalian lelaki kristen TIDAK, padahal itu suatu keharusan, karena PAULUS yang melanggar hukum taurat sebagai aturan
    BOTOL, karena kalian kegereja bukan sabtu dihari SABBATH SABTU menurut hukum taurat tapi malah jadi hari MINGGU, karena paulus yang tidak mau .
    BOTOL, yesus itu cuma nabi, manusia UTUSAN dan dia secara letterlijk TIDAK PERNAH sama sekali menyebut dirinya minta disembah sebagai tuhan beneran
    BOTOL, yesus tidak hidup bermewah MEWAH, kalian malah ber hura hura .. wah !
    BOTOL, yesus TIDAK membatalkan HUKUM TAURAT malah bikin akurat, tapi justru paulus katanya hebat, malah merusaknya sampai bible sekarat
    BOTOL, yesus TIDAK PERNAH mengajarkan DOSA WARIS yaitu dosa adam yg harus ditebus, tapi PAULUS malah yang bikin mulus
    BOTOL, yesus ajarkan wudhu, berdoa, sujud, zakat dan PUASA, tapi paulus suruh NYANYI jingkrak jingkrak pakai musik buat kalian para domba, digereja
    BOTOL, yesus tidak melarang hukum PANCUNG dan RAJAM, nah karena masuknya surat dari PAULUS didalam bible malah sekarang jadi ditentang
    BOTOL, yesus mati di KAFANI kain lena oleh murid2nya yang asli, tapi kenapa krisetan kalau mati, justru dihiasi dengan PAKAIAN PENGANTIN biar aksi
    BOTOL, paulus MEMANIPULASI ajaran yesus, penguasa tahu itu kasus, biar bagus buat paulus waktu itu akhirnya kepalanya dipenggal sampai mampus
    BOTOL, yesus melarang makan DARAH, BABI dan MINUMAN KERAS, justru paulus malahan membolehkannya dengan tegas, jadi gimana sekarang yah !
    BOTOL, trinitas itu CONTEKAN Hymne PLATO dari Philo yang di ADOPSI penulis yohanes , terus disisipkan dalam bible biar kelihatan pantes, walau palsu gitu lho
    BOTOL, maka dari itu hai kalian kristenen jangan suka maksa maksa melakukan expansi pakai supermie, sekarang umat islam yang beriman sudah mulai grogi !
    BOTOL, mestinya kristenen berdoa dalam gereja dengan ruku, bersujud dengan khusyu, tapi malah nyanyi bersama walau dalam bible tidak ada hukumnya
    BOTOL, ternyata DOA BAPA KAMI yang diklaim sebagai sabda Yesus, ternyata doa sisipan (INSERSI) jadi namanya DOA PALSU bukan bikinan Yesus tapi yang mengkreasikan adalah para penulis bible, meniru tradisi agama di Mesir – kepada Osiris-Amon, dewa Mesir Kuno, dan juga ini dijumpai dalam liturgi FARISI – Yahudi
    BOTOL, kalian suka gembar gembor menghina Muhammad 50 tahun menikahi gadis Aisyah yg katanya masih dibawah umur, padahal YOSEF ato YUSUF si tukang kayu ketika menikahi MARIA yg waktu itu berumur 12-14 tahun, Yosef sudah berumur 90 (sembilan puluh) TAHUN, jadi menurut kalian yang PEDOFIL itu sebenarnya Muhammad ato YOSEF alias Yusuf suami Maria

    Komentar oleh Beton | Agustus 6, 2015 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: